22 May 2015

Mereka menginvasi tempat kerja dan tempat belajar. Mereka pikir bisa memaksa kita untuk meninggalkan FOSS atau GNU/Linux? Mereka salah! Kita tetap bisa bebas walaupun terpaksa menggunakan layanan tertutup. GNU/Linux tetap bisa dipakai!

Ada 2 cara untuk bertahan menggunakan GNU/Linux:

  1. Gunakan API yang disediakan oleh OneDrive dengan aplikasi onedrive-d.
  2. Gunakan WebDav dengan davfs2.

Saya akan membahas kedua cara tersebut. Kali ini saya akan membahas yang pertama saja.

Cara 1: Menggunakan onedrive-d

Aplikasi onedrive-d menggunakan pustaka inotify yang dimiliki kernel Linux untuk mengawasi sebuah direktori. Ketika ada berkas yang berubah pada direktori tersebut, ia akan menjalankan proses sinkronisasi dengan menggunakan API OneDrive.

OneDrive menggunakan OAuth2 sebagai proses autorisasi. Untuk dapat mengakses API OneDrive, aplikasi onedrive-d sebelumnya harus diberi izin terlebih dahulu. Itu sebabnya, dibutuhkan peramban untuk mengakses laman autentikasi Microsoft. Jadi, walau pun proses pemasangan berjalan menggunakan terminal, tetap saja proses ini dijalankan pada lingkungan grafis.

Memasang onedrive-d

Sebelum memulai, pasang manajer paket untuk Python3. Pada Ubuntu ini biasanya belum terpasang:

sudo apt-get install python3-pip

Unduh dengan menggunakan GIT aplikasi onedrive-d

git clone https://github.com/xybu/onedrive-d.git

Setelah mengunduh kode sumber onedrive-d, lakukan pemasangan seperti yang dijelaskan di halaman GitHub onedrive-d.

cd onedrive-d
./install.sh

Skrip pemasangan akan memasang paket-paket yang diperlukan. Sampai ini pemasangan sudah selesai.

Kenapa? Kegampangan? 😛

Persiapan Mengonfigurasi onedrive-d

Sejujurnya, Anda cukup ikuti cara yang ada di halaman GitHub onedrive-d. Tetapi, saya mau memasang dengan asumpsi aplikasi ini akan digunakan pada lingkungan banyak pengguna. Apalagi, cara pemasangan yang terlalu gampang sepertinya membuat bobot tutorial ini serasa kurang geek.

Buat satu pengguna yang akan jadi pengguna onedrive-d.

sudo adduser --system --group --no-create-home --disabled-login onedrive

Buat direktori konfigurasi per pengguna

mkdir ~/.onedrive

Buat berkas log dan jadikan itu milik onedrive.

sudo touch /var/log/onedrive_d.log
sudo chmod 0660 /var/log/onedrive_d.log
sudo chown onedrive:onedrive /var/log/onedrive_d.log

Untuk setiap pengguna yang hendak menggunakan onedrive-d,  tambahkan ke grup onedrive. Misalnya:

adduser user onedrive

Selanjutnya adalah konfigurasi OneDrive.

Mengonfigurasi onedrive-d

Pada saat penulisan, perkakas GUI onedrive-d tidak dapat dijalankan di Ubuntu. Maka, kita perlu menjalankan konfigurasi di terminal. Seperti yang saya bilang sebelum ini, sebaiknya terminal dijalankan pada lingkungan grafis agar mudah menjalankan peramban.

Jalankan wisaya konfigurasi:

onedrive-pref --ui=cli
Loading configuration ... OK
[2015-05-22 19:29:26,545] DEBUG: thread_mgr: started.
Setting up onedrive-d...

Selanjutnya proses pada wisaya konfigurasi ini akan saya jabarkan satu persatu.

Otorisasi OAuth2

Langkah pertama, wisaya akan meminta Anda untuk menyalin sebuah URL dan menjalankannya pada peramban.

(STEP 1/4) Do you want to authorize sign in with your OneDrive account? [Y/n] 

You will need to visit the OneDrive sign-in page in a browser, 
log in and authorize onedrive-d, and then copy and paste the 
callback URL, which should start with 
"https://login.live.com/oauth20_desktop.srf".

The callback URL is the URL where the sign-in page finally goes blank.

Please visit the sign-in URL in your browser:

https://login.live.com/oauth20_authorize.srf?scope=wl.skydrive+wl.skydrive_update+wl.offline_access&response_type=code&locale=en&client_id=000000004010C916&display=touch&redirect_uri=https%3A%2F%2Flogin.live.com%2Foauth20_desktop.srf

Please paste the callback URL:

Buka peramban Anda dan salin URL panjang tersebut untuk login ke OneDrive.

Click to view slideshow.

Masuk ke OneDrive. Beri izin akses kepada aplikasi onedrive-d. Pada saat selesai otorisasi, peramban Anda akan dibawa ke sebuah laman kosong. URL itu berisi tiket otorisasi yang diperlukan aplikasi onedrive-d untuk masuk ke OneDrive. Salin seluruh URL untuk digunakan pada konfigurasi.

Melanjutkan proses tadi, masukkan URL yang dibutuhkan:

Please paste the callback URL:
https://login.live.com/oauth20_desktop.srf?code=█████████-████-████-████-████████████&lc=1033
[2015-05-22 19:32:38,675] DEBUG: MainThread: config saved.
onedrive-d has been successfully authorized.

Tentu saja, saya menyensor kode saya. Itu isinya alfanumerik.

Menentukan Direktori yang Akan Ditautkan OneDrive

Selanjutnya, wisaya akan menanyakan direktori yang akan ditautkan.

(STEP 2/4) Do you want to specify path to local OneDrive repository? [Y/n] 
Please enter the abs path to sync with your OneDrive (default: /home/user/OneDrive): /home/user/Dokumen/OneDrive
The path "/home/user/Dokumen/OneDrive" does not exist. Try creating it.
[2015-05-22 19:33:07,139] DEBUG: MainThread: config saved.
Path successfully set.

Menentukan Beberapa Hal

Selanjutnya, Anda dapat menentukan beberapa hal:

  1. Berapa lama yang ditoleransikan untuk menunggu jaringan yang gagal.
  2. Berapa ukuran minimal berkas yang dikirimkan dalam bentuk potongan-potongan. Lebih kecil dari nilai ini, berkas akan dikirim utuh.

(STEP 3/4) Do you want to change the numeric settings? [Y/n] 
How many seconds to wait for before retrying a network failure (current: 10)?

Files larger than what size (in MiB) will be uploaded blocks by blocks? (current: 4.0)?

When a file is uploaded blocks by blocks, what is the block size (in KiB)? (current: 512.0)?
[2015-05-22 19:33:32,067] DEBUG: MainThread: config saved.

Proses ini bisa diabaikan sebenarnya.

Menentukan Daftar Berkas yang Tidak Disinkronisasi

Selanjutnya, Anda akan diminta untuk menetapkan aturan untuk berkas-berkas yang tidak masuk konfigurasi. Pada proses ini, bila Anda setuju, wisaya akan membuka berkas ~/.onedrive/ignore_v2.ini dalam penyunting terminal.

(STEP 4/4) Do you want to edit the ignore list file? [Y/n] 
Calling your default editor...
You have exited from the text editor.

All steps are finished.
[2015-05-22 19:33:55,722] DEBUG: Dummy-2: config saved.

Selesai wisaya.

Terakhir

Setelah proses wisaya, untuk menjalankan layanan onedrive-d, jalankan perintah:

onedrive-d start

Bila mau menghentikan layanan onedrive-d:

onedrive-d stop

Untuk lihat apakah layanan berjalan:

onedrive-d status

Selesai.

Waduh, saya pikir singkat, ternyata ada banyak juga. Ya, sudah. Kalau begitu cara kedua akan saya bahas di tulisan mendatang.

on 22 May 2015 02:18 PM

21 May 2015

[Ilustrasi: Alex Kleinpo – kleinpo | flickr.com]
Season 1

Sejak sekitar 3 tahun terakhir saya menggunakan MacBook sebagai mesin utama di kamar. Laptop saya sebelumnya menggunakan HP Compaq, dengan OS Ubuntu Natty (11.04). Iye.., Ubuntu versi 4 tahun yang lalu.

Laptop HP Compaq itu mau saya format ulang aja sebenarnya. Tetapi saya tidak mau kehilangan isinya. Isinya bukan sekadar data, tapi sistem operasi, aplikasi dan data-data keseluruhannya. Karena di dalamnya sudah banyak sekali aplikasi dan library yang sudah saya konfigurasi secara custom, jadi beberapa aplikasi web lokal di dalamnya sangat bergantung dengan konfigurasi tersebut. Sementara selain karena males install ulang, konfigurasi, dll nya saya juga sudah banyak lupa.

Intinya, saya mau Ubuntu Linux di laptop HP Compaq itu saya backup lengkap dengan semua aplikasi, library dan isinya dan tetap bisa saya jalankan sewaktu-waktu ketika saya butuhkan. Yang kepikiran tentunya “Coba ini laptop bisa gue bikin jadi VM ya?”. Lalu dilanjutkan, “Oh iya.., kenapa tidak?”.

Jadilah akhirnya saya googling. Saya lupa akhirnya nemu dimana. Akhirnya saya berhasil menemukan cara membuat satu partisi aktif menjadi satu file image. Bentuk ouputnya saya letakkan di hardisk eksternal. Format file outputnya .img.

Nah file itu yang saya convert menjadi file .vdi (VirtualBox Disk Image). Jangan tanya caranya.., saya udah gak inget. Saya lakukan ini tahun lalu soalnya. Yang saya ingat cuma proses ini butuh waktu berjam-jam. Ya mengingat total size nya hampir 60 Gigabita juga sih.

Setelah selesai, lalu di MacBook saya jalankan VirtualBox, add new OS, dan pilih disk-nya file .vdi tadi. Saya coba jalankan. Error. Kurang lebih pesannya “No bootable media found..”.

Saya baru sadar. Di latop lama saya itu ada 2 OS. Partisi primary pertama Windows, partisi primary kedua Ubuntu. Nah, yang saya buat jadi VM adalah partisi kedua ini. Sementara bootloadernya ada di MBR (Master Boot Record), dan itu ada di bagian pertama harddisk. Lah terus gimana cara backup Bootloader/MBR dan memasangnya ke VM?

Lalu saya ambil gitar, dan mulai memainkan.., lagu lama yang biasa.., kita nyanyikan. Tapi tak sepatah kata, yang bisa terucap.. Hanya ingatan yang ada di.. *Slank – Terlalu Manis

Tapi beneran. Akhirnya saya ambil gitar, bikin lagu, upload ke SoundCloud. VM nya gimana? Bodo amaat..

Season 2

Kemarin saya kebetulan buka-buka lagi hardisk eksternal saya itu. Melihat file .vdi backup-an laptop lama, saya kepikiran lagi, sampai susah makan, susah tidur, susah BAB sih enggak.

Kebetulan di laptop yang saya pakai sudah ada VM baru, Ubuntu juga. Oh iya, di Ubuntu kan bisa install ulang bootloader dengan grub-install. Tapi gimana cara installnya kalau booting ke OS nya saja gagal?

Dan tiba-tiba di balik kelopak mata saya terlintas satu kata: CHROOT ! *bukan ngecroot yeee..

Saya jalankan VM baru, lalu mount file .vdi tadi di /mnt/disk. Jalankan “sudo chroot /mnt/disk”. Keluar error perkara “/dev/.. is busy..”. Googling bentar lalu coba lagi:
$sudo mount --bind /dev  /mnt/disk/dev
$sudo mount --bind /proc /mnt/disk/proc
$sudo mount --bind /sys /mnt/disk/sys
$sudo chroot /mnt/disk

Hoopla..! Berhasil. Saya cek isi /etc/issue, bener Ubuntu 11.04 Natty. Berarti saya sudah jalan di OS laptop lama saya. Tinggal pasang bootloader deh.
$sudo grub-install /dev/sdb

Error ! Intinya karena filesystem saya ReiserFS, jadinya grub gak support. Arrghh..! Saya ya baru inget kalau sekian tahun lalu sebenarnya filesystem saya ReisferFS. Kirain ext3. Entah kenapa dulu saya pakai filesystem ini.

Sempat googling mau ganti LILO aja. Tapi kok kayaknya ribet ya. Maklum, berapa tahun terakhir saya lebih milih jadi end-user saja. Udah jarang sekali oprek-oprek Linux. Walaupun ternyata saya masih inget dengan berbagai command-command dan letak berbagai file konfigurasinya.

Ya sudah, saya bikin virtual disk kosongan baru saja. Di VirtualBox ada menunya kok, gampang banget. Di VM baru, disk ini saya mount, lalu format disknya jadi ext4. Niatnya, isi disk image backup dari laptop lama saya itu mau saya pindah saja kesini. Kalau sudah ext4, berarti grub-install harusnya bisa jalan kan?

Tadinya saya mau pakai “cp –r”. Tapi kok kayaknya gak efektif. Oh iya, “rsync” aja deh. Err.., atau “dd” aja ya. Akhirnya saya pilih “dd” – disk duplicate: $dd if=/dev/sdb of=/dev/sdc1 bs=512 conv=noerror,sync

Mulai “bs=…” itu saya gak tahu artinya apa. Baca aja di sini ya: https://wiki.archlinux.org/index.php/Disk_cloning

Sempat bingung juga sih. Image Disk aslinya itu besarnya sekitar 60GB, sementara virtual disk baru besarnya 80GB. Kalau copy disk ntar gimana ya alokasi sizenya? Terus filesystem di virtual disk baru apa bakal ganti ke ReisferFS, atau tetap ext4?

Ah bodo’ lah. Saya tinggal makan.

Season Finale

Kelar makan, saya cek tidak ada error. Ya sudah, virtualdisk baru saya mount, terus chroot ke-situ, dan langsung jalankan “sudo grub-install /dev/sdc1”. Sukses, tidak ada pesan error.

VM saya matikan. Di VirtualBox saya buat new VM, pilih disknya virtualdisk baru tadi. Saya nyalakan. Muncul bootloader Grub. Yeaaah..!

Saya segera login ke OS tersebut. Ngecek sana-sini. Sedikit penyesuaian konfigurasi. Daaaaan.. Saya mendapatkan kembali Laptop HP Compaq saya dalam bentuk VM, dan portable. Bisa nostalgia deh dengan aplikas-aplikasi di dalamnya.

Eh iya, partisi OS ini ternya jadinya tetap ReiserFS. Saya lupa cek sih, selisih space disk nya itu apa jadi blank space atau gimana. Harusnya sih iya ya? Oh iya, berarti ReiserFS bisa dipasangin Grub. Jadi tadi itu mungkin masalahnya di MBR.

Kesimpulan

Jadi kalau punya punya laptop lama tapi masih mau dijalankan kapan-kapan, di-VM-kan saja.

*Eh, apa sebenarnya ada cara yang lebih singkat untuk mem-VM-kan sebuah komputer fisik?

on 21 May 2015 07:15 PM

Layanan box.com tidak memiliki klien untuk GNU/Linux. Akan tetapi, dia menyediakan Webdav untuk koneksi. Dengan memanfaatkan davfs2, direktori box.com dapat diperlakukan selayaknya direktori biasa. Saya menulis tutorial ini dengan menggunakan Ubuntu Vivid.

Pemasangan davfs2

Pertama-tama, pasang davfs2

sudo apt-get install davfs2

Anda akan ditanyakan untuk memasang bit SUID pada mount.dav agar bisa dijalankan oleh pengguna biasa. Bilamana Anda sudah terlanjur memasang atau dialog tersebut tidak muncul, silakan jalankan berikut:

sudo dpkg-reconfigure davfs2

Entah melalui pemasangan pertama kali atau rekonfigurasi, Anda akan ditanyakan konfigurasi SUID

davfs2 configuration in Debian asking for SUID permission.

davfs2 configuration in Debian asking for SUID permission.

Pilih saja <Ya> supaya bisa dijalankan oleh pengguna biasa. Selanjutnya mengonfigurasi BOX.

Konfigurasi BOX di fstab

Konfigurasi BOX untuk ditautkan pada direktori tertentu. Misalnya, saya mengaitkan direktori box.com saya pada subdirektori Dokumen. Anda tidak harus melakukan ini di terminal, bisa menggunakan penyunting kesayangan Anda. Tetapi, supaya terlihat keren, caranya begini:

echo "https://dav.box.com/dav/ /home/user/Dokumen/Box  davfs  _netdev,rw,user 0 0" | sudo tee -a /etc/fstab

Ingat, ya, sebenarnya baris perintah itu menambahkan baris berikut pada /etc/fstab

https://dav.box.com/dav/ /home/user/Dokumen/Box  davfs  _netdev,rw,user 0 0

Selanjutnya, tambahkan login Anda supaya tak perlu memasukkan sandi lagi.

Konfigurasi Login Otomatis

Supaya login dilakukan secara otomatis, perlu dibuatkan sebuah berkas rahasia yang berisi pengguna dan sandi box.com.

Buat direktori untuk konfigurasi davfs2

mkdir ~/.davfs2

Buat berkas yang salah satu baris berisi kresedensial box.com Anda dan tambahkan kresedensial Anda. Cara kerennya berikut:

echo "https://dav.box.com/dav user@email.com s4nD1ku" >> ~/.davfs2/secrets

Ingat! Baris yang hendak ditambahkan pada berkas ~/.davfs2/secrets

https://dav.box.com/dav user@email.com s4nD1ku

Ganti “user@email.com” dengan login Anda dan “s4nD1ku” dengan sandi Anda di box.com.

Tautkan box.com

Tunggu dulu, Kisanak! Sebelum kisanak dapat menautkan box.com, kisanak harus menambahkan pengguna ke grup davfs2 supaya dapat menautkan direktori itu.

Tambahkan pengguna user ke grup davfs2

sudo adduser user davfs2

Kisanak dapat saja keluar dari sistem lalu masuk lagi. Tetapi, kalau saya cukup perbaharui saja daftar grup saya supaya tidak perlu keluar. Caranya:

newgrp davfs2

Nah, setelah itu, kisanak dapat menautkan direktori box.com yang telah kisanak konfigurasi.

mount ~/Dokumen/Box

Selesai.

on 21 May 2015 01:33 PM

Archive

Berhubung baru migrasi alamat blog dan hostingnya, saya kembali menelusuri tulisan-tulisan lama di blog ini. Di beberapa tulisan saya membaca komentar-komentarnya. Ternyata banyak juga blog teman-teman saya itu yang sudah musnah. Sedikit yang masih aktif. Salah satunya Adham Soemantri.

Setelah mengunjungi blognya (yang sepertinya bukan berbasis WordPress -iya gak sih bro?), saya melihat halaman arsipnya. Wah keren cara penyajiannya.

Selama ini WordPress secara default memiliki fitur untuk menampilkan arsip tulisan dalam menu dropdown, atau jadi sidebar. Sayangnya secara default tulisan ini dikelompokkan dalam kategori bulanan. Jadi untuk kami-kami yang ngeblog udah belasan tahun (ciehh), udah gak pas lagi. Jadinya terlalu panjang dropdown atau sidebarnya. Bentuk arsip seperti di blognya Adham ini lah yang pas menurut saya.

Saya mau bikin gitu juga. Tapi gak mau coding. Dan sesuai dugaan saya, ada aja yang sudah buat plugin-nya. Saya akhirnya memilih plugin Simple Yearly Archive. Hasilnya bisa dilihat di halaman Archive atau di screenshot ini. Saya cukup puas.

Anti Spam

Setelah ada halaman Archive model begini, saya jadi lebih mudah menemukan tulisan lama saya. Saya iseng cek random. Lalu saya membuka tulisan tahun 2007, Mengganti Anti-Spam WordPress. Baru nyadar euy, udah 8 tahun terakhir ini saya pakai anti-spam buatan nya si Zamroni (Matriphe.com). Dan selama 8 tahun terakhir ini bisa dihitung dengan jari saya kemasukan spam. Canggih. Padahal plugin nya ini gak pernah diupdate sama si Zam. Bahkan saya gak inget dulu saya dapat darimana. (Saya gak nyolong dari komputermu kan Zam?)

Eh, Zam nya sendiri malah udah gak pakai lagi plugin anti-spam ini. Jangan-jangan tinggal saya satu-satunya yang setia dengan plugin ini.

Blogwalking

Selain tulisan itu, saya juga jadi membuka kembali tulisan-tulisan lama. Yang menarik melihat bagian komentarnya. Akhirnya saya blogwalking lagi. Aktifitas yang entah sudah sekian tahun tidak pernah saya lakukan. Sayang banyak juga yang blognya sudah mati.

Siapa yang masih rajin ngeblog setahun terakhir ini?

on 21 May 2015 10:05 AM

[ilustrasi: Craig Sunter / flickr.com]
Ryan Gondokusumo membagikan cerita bagaimana startup yang didirikannya (Sribulancer.com) pernah diperlakukan dengan tidak etis oleh beberapa pesaingnya.

Tidak hanya dengan Sribulancer.com, beberapa kasus lain yang se-tema juga diceritakan. Misalnya, Zalora pernah membeli keyword “below cepek” untuk bersaing dengan salah satu ecommerce lokal yang cukup kondang, BelowCepek.com. Tak tanggung-tanggung, Zalora bahkan membuat subdomain khusus dengan keyword itu : below-cepek.zalora.co.id. (sekarang subdomain ini sudah tidak aktif).

Mengingat hal ini, saya langsung teringat pada Traveloka.com vs Tiket.com. Keduanya saling bersaing di pasar yang sama. Bedanya Tiket.com sudah mulai lebih dulu. Namun belakangan kalau saya lihat-lihat Traveloka justru sudah lebih besar daripada Tiket.com. Baik secara trafik maupun secara omset. Bahkan gosipnya omset Traveloka sudah 2 kali lipat omset Tiket.com. Gosip sih..

Nah, dulu, saya pernah melihat Tiket.com membeli keyword “traveloka” di Google AdWords. Jadi waktu itu saya search “traveloka” di Google. Di hasil pencarian paling atas keluar iklan dari Google AdWords. Link nya ke: traveloka.tiket.com. Nah.., mirip dengan kasus Zalora vs BelowCepek tadi kan?

Masih aktif sih subdomainnya tadi saya cek:

Etis ?

Catatan: Saya juga cek tiket.traveloka.com, tidak ada.

[Update]

Tapi Amir K (DailySocial) ternyata menemukan sebaliknya juga terjadi. Googling dengan keyword “tiket.com”, maka iklan AdWords Traveloka akan keluar di hasil pencarian. Sama-sama “pemain” ternyata. Hahaha.

on 21 May 2015 07:29 AM

Seperti yang saya sebutkan di tulisan sebelumnya. Sekitar 2 bulan lalu saya bereksperimen membuat blog baru, Labana.ID. Temanya masih mirip dengan blog pribadi saya ini. Bedanya, isinya lebih serius.

Jika di blog ini saya sering menulis dengan berbagai asumsi pribadi, mengutip pernyataan seingat saya, dan menuliskan kabar burung yang tidak terkonfirmasi, di Labana.ID saya berusaha mendapatkan konfirmasi resmi, cek silang informasi yang saya dapatkan, serta mengumpulkan informasi lebih lengkap dari beberapa sumber lain.

Dan hasilnya? Well, yang paling berasa untuk saya: Menulis serius itu tidak gampang ternyata.

Sebelum memulai eksperimen Labana.ID saya membiasakan dulu untuk rutin menulis setiap hari di blog ini. Setelah ritme nya dapat, saya pikir “Ohh.., baiklah. Kalau sudah terbiasa, menulis tiap hari itu tidak sulit.”

Dengan eksperimen ini akhirnya saya menyadari kalau menulis blog pribadi secara rutin mungkin memang gampang. Karena kita bebas menulis tentang apapun. Hari ini mengkritik pemerintah, besok cerita soal anjing Husky yang seperti bisa bernyanyi, lusa menulis tetang Linux Container dan Docker, bebas saja. Enaknya lagi, tidak ada delay.

Menulis serius itu banyak delaynya. Setidaknya di Labana.ID saya rasakan begitu. Ketika hendak menuliskan kalimat sederhana “di Indonesia lebih banyak pengguna Android daripada iOS”, saya harus kembali mencari data resmi yang menyatakan memang seperti itu, lengkap dengan angkanya. Walaupun naluri saya kuat menyatakan bahwa pasti pengguna Android lebih banyak.

Contoh lainnya ketika saya menulis tentang BirDisini.com. Menurut penelurusan saya, sepertinya situs ini diprakarsai oleh Mirum (digital agency lokal). Tapi saya tidak bisa serta merta menuliskan tanpa cek silang ke Mirum. Beruntung saya memiliki kenalan di sana –walaupun pada akhirnya mereka menolak memberikan konfirmasi. Tetapi itu sudah cukup. Artinya mereka diberikan kesempataan untuk konfirmasi.

Lalu di lain waktu ketika saya hendak menulis tentang sebuah startup, saya baru menyadari saya tidak memiliki kontak langsung dengan petinggi startup tersebut. Tentu saya bisa memanfaatkan jaringan kontak saya. Tetapi ya itu tadi, jadinya membuat delay. Kalau sudah kelamaan, mood nya jadi hilang. Maklum, masih eksperimen.

Dan karena ini dilakukan di waktu senggang, seringkali waktunya terbatas. Ketika ada kesempatan untuk menemui salah satu narasumber, sekaligus mengunjungi markas besar engineering team mereka, waktunya bentrok dengan waktu kerja saya.

Ada banyak hal lainnya lagi tentunya. Tapi jadi catatan pribadi saya saja. Saat ini eksperimennya sedang istirahat. Nanti kalau waktunya pas, saya lanjutkan lagi.

on 21 May 2015 01:42 AM

TL;DR

Pada suatu waktu sehabis memperbaharui sistem, KMail saya tidak lagi dapat dijalankan. Alasan kegagalan karena layanan Akonadi tidak berjalan. Hal ini disebabkan oleh karena pembaharuan MySQL ke versi 5.6. Untuk mengatasi itu, paket MySQL diganti dengan MariaDB.

Versi Lengkap

Saya sempat gagal menjalankan KMail. Alasan yang diberikan adalah karena layanan Akonadi tidak berjalan. Dari jurnal Akonadi, saya dapati pesan kesalahan berikut:

stderr: "2015-05-21 07:25:45 0 [Warning] TIMESTAMP with implicit DEFAULT value is deprecated. Please use --explicit_defaults_for_timestamp server option (see documentation for more details).
2015-05-21 07:25:45 0 [Note] /usr/sbin/mysqld (mysqld 5.6.24-0ubuntu2) starting as process 13829 ...

Ternyata, Akonadi tidak kompatibel dengan MySQL 5.6. Menurut sumber yang saya temukan dari wawancara dengan Mbah Gugel, saya harus mengganti MySQL dengan MariaDB. Ya, sudah:

sudo apt-get install mariadb-common mariadb-client-core-10.0 mariadb-server-core-10.0

Lalu, saya jalankan ulang KMail dan berhasil. Oh, iya, saya menggunakan Ubuntu Vivid.

on 21 May 2015 12:52 AM

20 May 2015

The Labana Post

Okto Silaban

Sudah lama sih sebenarnya kepikiran buat mindahin blog ini ke domain lain. Cuma kok rasanya sayang, nama saya, alamat blog dan alamat email sudah konsisten semua selama bertahun-tahun: Okto Silaban, okto.silaban.net, okto@silaban.net. Tuh, keren gak? Haha.

Dan secara teknis juga sayang, karena PageRank nya (yang ajaibnya) lumayan, 3. Dulu malah sempat naik ke-4 jaman blog lagi rame-ramenya. Ya, bukan sesuatu yang penting sih. Untuk keren-kerenan aja ini mah.

Selain itu, rasanya agak gimana gitu ganti alamat blog. Karena blog ini usianya sudah 11 tahun. Dan (kalau tidak salah), sejak 8 atau 9 tahun terakhir konsisten menggunakan alamat okto.silaban.net.

Lalu kenapa alamatnya LabanaPost.com?

Ini gak sengaja sebenarnya. Tadinya saya sedang eksperimen membuat satu blog lagi yang isinya mirip-mirip dengan di blog pribadi saya ini, tapi lebih serius. Saya maunya namanya Labana.com. Tapi berhubung domainnya tidak tersedia, akhirnya memilih Labana.ID. Tetapi setelah blog itu live, malah baru kepikiran kenapa namanya bukan LabanaPost.com saja? Ala-ala nama media-media besar gitu.

Akhirnya domain itu saya beli. Labana.ID sempat dipindah ke domain itu. Tapi cuma sehari. Dipikir-pikir kayaknya biarin aja lah brand nya jadi Labana.ID, akun twitternya juga konsisten @LabanaID.

(Labana.ID ini statusnya memang masih eksperimen. Jadi harap maklum kalau belum ada konten baru lagi di sana).

Karena itulah, jadinya domain LabanaPost.com nya nganggur. Nah karena saya emang mau pindah alamat blog ke domain sendiri, ya sudah dimanfaatkanlah domain ini.

Pergantian alamat blog ini juga statusnya eksperimen. Bisa jadi nanti saya malah balik lagi pakai domain lama: okto.silaban.net. We’ll see..

on 20 May 2015 08:09 AM

19 May 2015

Koneksi OnePlus One (OPO) saya suka mati hidup. Apalagi semenjak pindah ke paket Unlimited seharga 149 ribu. Kayaknya, bulan depan mau pindah ke paket yang lebih murah saja.

Dibalik derita nahas pindah paket yang mahal yang berujung kepada koneksi acak-kadut, ada hikmah yang tersirat. Saya menemukan trit tentang DHCP accelerator. Sang penulis mengimplementasi protokol klien DHCP yang lebih efisien.

Artikel asli tentang protokol DHCP ini menyebutkan bahwa protokol yang diimplementasi sebenarnya adalah RFC 4436. Dengan menggunakan catatan koneksi ARP yang telah dilakukan sebelumnya, klien DHCP menentukan peladen DHCP yang optimal.

Versi terbaru binari yang digunakan saat penulisan adalah versi 4. Saya menggunakan ZIP yang dibuat oleh seseorang. Dengan ZIP ini, saya memasang secara mudah dengan menggunakan TWM Recovery.

Oh, iya, binari yang disediakan bukan cuma untuk OPO, tetapi dapat juga digunakan oleh perangkat Android lainnya. Penulisnya sendiri sudah mengirimkan tambalannya kepada AOSP, CM, dan proyek DHCPd.

Hasil dari tambalan ini mengesankan saya. Kendati koneksi masih byar-pet, setidaknya transisi koneksi berlangsung cepat dan lebih stabil. Selamat mencoba.

on 19 May 2015 01:03 AM

12 May 2015

Tips Git Untuk Pemula

Rolly Maulana Awangga

Ada beberapa tips disini:

1. SERING COMMIT, ada perubahan dan selesai dikerjakan maka COMMIT. ada typo? benerin lalu commit, jangan digabung sama yang lain
2. 1 COMMIT 1 issue, bukan sekian issue 1 commit, commit
3. Sebelum PUSH wajib PULL,git push ? git pull dulu, pastikan ngga ada conflict
4. Kalo ada conflict harus dibenerin dulu, jangan push kalo ngga paham
5. Sering2 git status dan git diff, lihat mana yang belum di commit dan adakah yang belum di push
6. Sering2 PUSH (ingat yang ke 3), jangan biarkan akhir hari masih ada yang belum di PUSH
7. Jangan git add . tapi git add
8. Jangan git commit -a tetapi git add dulu baru git commit
9. mau udahan coding? git status, git diff dulu, commit yang belum, commit nya pilah2 (7 dan 8), lalu git pull dan git push (3)
10. besok nya ngapain ? git pull dulu yang pertama mah,git status, git diff.

Ganti repo origin dengan yang baru, yang lama di rename
git remote rename origin ngoprek
git remote add origin git@github.com:username_ente/voip-id.git
Setelah itu set default dengan opsi -u untuk diawal saja setelah add repo baru/ganti repo
git push -u origin master
git pull -u origin master

Jika Ingin Tambah repo baru untuk di merge
git remote add mainrepo git@github.com:antonraharja/voip-id.git
git pull mainrepo master
git push
sebelum lanjut coding di local repo

Cek config all
git config -l


on 12 May 2015 01:31 PM

08 May 2015

Fiiuuhh.... lama sekali di Yogyakarta tidak menyelenggarakan tasyakuran rilis terbarunya Ubuntu atau biasa disebut Release Party. Ubuntu telah merilis Vivid Vervet pada tanggal 23 April 2015.

Kali ini Sanata Dharma Open Source bersedia menyelenggarakan kembali Release Party. Vivid Release Party rencananya dikemas dalam acara Malioboro KPLI Jogja.  Bertempat di Barac Cafe Jln Tasura No. 48 Maguwoharjo VRP atau Vivid Release Party digelar. Acara yang akan diselenggarakan pada 9 Mei 2015 pukul 15.30 akan mengangkat tema Kontribusi Open Source di Launchpad.

VRP tidak dipungut biaya namun jika membutuhkan makan atau minum dapat langsung memesan dengan membayar sendiri. Sehubungan terbatas segera mendaftar disini.
Karya : Herpiko
on 08 May 2015 12:37 AM

04 May 2015

OpenVPN Server and Create Client

Rolly Maulana Awangga

apt-get install openvpn openssl
cd /etc/openvpn
cp -r /usr/share/doc/openvpn/examples/easy-rsa/2.0 ./easy-rsa
nano easy-rsa/vars

# easy-rsa parameter settings

# NOTE: If you installed from an RPM,
# don’t edit this file in place in
# /usr/share/openvpn/easy-rsa —
# instead, you should copy the whole
# easy-rsa directory to another location
# (such as /etc/openvpn) so that your
# edits will not be wiped out by a future
# OpenVPN package upgrade.

# This variable should point to
# the top level of the easy-rsa
# tree.
export EASY_RSA=”/etc/openvpn/easy-rsa”

#
# This variable should point to
# the requested executables
#
export OPENSSL=”openssl”
export PKCS11TOOL=”pkcs11-tool”
export GREP=”grep”
# This variable should point to
# the openssl.cnf file included
# with easy-rsa.
export KEY_CONFIG=`$EASY_RSA/whichopensslcnf $EASY_RSA`

# Edit this variable to point to
# your soon-to-be-created key
# directory.
#
# WARNING: clean-all will do
# a rm -rf on this directory
# so make sure you define
# it correctly!
export KEY_DIR=”$EASY_RSA/keys”

# Issue rm -rf warning
echo NOTE: If you run ./clean-all, I will be doing a rm -rf on $KEY_DIR

# PKCS11 fixes
export PKCS11_MODULE_PATH=”dummy”
export PKCS11_PIN=”dummy”

# Increase this to 2048 if you
# are paranoid. This will slow
# down TLS negotiation performance
# as well as the one-time DH parms
# generation process.
export KEY_SIZE=1024

# In how many days should the root CA key expire?
export CA_EXPIRE=3650

# In how many days should certificates expire?
export KEY_EXPIRE=3650

# These are the default values for fields
# which will be placed in the certificate.
# Don’t leave any of these fields blank.
export KEY_COUNTRY=”ID”
export KEY_PROVINCE=”JB”
export KEY_CITY=”Bandung”
export KEY_ORG=”Astrajingga”
export KEY_EMAIL=”awangga@passionit.co.id”
export KEY_EMAIL=awangga@passionit.co.id
export KEY_CN=kududiganti
export KEY_NAME=kududiganti
export KEY_OU=kududiganti
export PKCS11_MODULE_PATH=kududiganti
export PKCS11_PIN=1234

. ./easy-rsa/vars
./easy-rsa/clean-all
cd easy-rsa
ln -s openssl-1.0.0.cnf openssl.cnf

cd ..
./easy-rsa/build-ca OpenVPN
./easy-rsa/build-key-server server
./easy-rsa/build-key client1
./easy-rsa/build-dh

now create config and copy the files from ./easy-rsa/keys/ or ./easy-rsa/2.0/keys/ to /etc/openvpn

for server :

ca.crt | server.crt | server.key | dh1024.pem

# [server.conf]
port 1194
proto tcp
dev tun
ca /etc/openvpn/ca.crt
cert /etc/openvpn/server.crt
key /etc/openvpn/server.key
dh /etc/openvpn/dh1024.pem
server 10.8.0.0 255.255.255.0
ifconfig-pool-persist ipp.txt
client-to-client
keepalive 10 120
comp-lzo
user nobody
group nogroup
persist-key
persist-tun
status openvpn-status.log
verb 3

for client : ca.crt | client1.crt | client1.key

# [client.conf]
client
dev tun
proto tcp
remote ipaddressofserver 1194
resolv-retry infinite
nobind
user nobody
group nogroup
persist-key
persist-tun
mute-replay-warnings
ca ca.crt
cert client1.crt
key client1.key
ns-cert-type server
comp-lzo
verb 3

To create other client just :

. ./easy-rsa/vars

./easy-rsa/build-key client2


on 04 May 2015 10:11 AM

30 Apr 2015

Beberapa pergeseran diterapkan dalam pembangunan pendidikan 2010-2014 adalah: Perubahan wajib belajar menjadi hak belajar Kesetaraan dalam pendidikan Pendidikan komprehensif Perubahan fungsi sekolah negeri menjadi sekolah publik Perubahan dasar perencanaan pendidikan yang berdasarkan suplai menjadi berdasarkan kebutuhan ad.1. Paradigma wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun digeser menjadi hak belajar pendidikan dasar sembilan tahun yang menjamin kepastian […]
on 30 Apr 2015 03:46 PM
Mencoba ikutan saja, saya setuju yang disampaikan +Wisu Suntoyo cukup ringan. Jika dibandingkan Bracket, sepertinya malam ini saya jatuh cinta dengan Code. Jika Anda tertarik langsung saja unduh di https://code.visualstudio.com/

Sekedar uji coba mengubah kode BBMPork dan push ke Github.

on 30 Apr 2015 02:56 PM

Tak harus jago SEO untuk bisa mendongkrak pencarian Google kepada situs kita ada beberapa cara yang simple seperti saya referensikan dibawah ini :

1. Editing Template

2. Setting Meta


on 30 Apr 2015 07:37 AM

27 Apr 2015

Pindah

Mahyuddin Susanto

March is my last month working for RADNET!

Sudah 3 tahun saya bekerja untuk RADNEt, dan maret merupakan bulan terakhir saya. Awalnya saya berkerja di radnet karena ada info dari **** (saya lupa) kalau pak Noor butuh orang Network dan atau Sysadmin. Iseng saya langsung kontak saja via email, alhamdulillah saya langsung dipanggil dan diterima.

 

Bekerja di Surabaya adalah salah satu impian buat saya (why not Djakarta?), apalagi berkerja di ISP. Ternyata di sini saya berkerja mengisi kekosongan karena staff yang sudah senior pindah ke cabang bandung.

And the story begun.. setelah berkerja di radnet sebulan, saya langsung nikah. Well, saya termasuk orang yang telat nikah loh. Dan Setahun kurang sehari dari pernikahan anak saya lahir.

Memang berat meninggalkan RADNET karena di radnet suasana kekeluargaan yang kental dan banyak pelajaran yang saya ambil. Namun bagaimanapun juga saya harus pindah untuk melanjutkan mimpi saya selanjutnya.

Kemana?

Akhirnya saya di terima di Wowrack, masih di surabaya juga kok. Wowrack merupakan perusahaan yang melayani cloud, vps, hosting dan lain lain, agak berbeda dengan radnet.

Doakan saya sukses yah.

on 27 Apr 2015 09:08 PM
Saya masih terbayang-bayang pesan Prof. I Wayan Wicaksana tentang pemberdayaan menulis karya ilmiah dibidang FOSS beberapa tahun lalu. Mumpung ada kesempatan baik KPLI Jogja akan menyelenggarakan Kelas Menulis di Gangsar Kopi pada hari Rabu, 29 April 2015 pukul 16.00.

Kelas Menulis lebih banyak diskusi tentang persiapan-persiapan untuk menulis karya ilmiah. Sebenarnya yang keren adalah Informatics Doctoral Bootcamp 2015 yang diselenggarakan Universitas Ahmad Dahlan. Tujuan utama dari Kelas Menulis sekedar memberikan bekal cara menulis yang lebih "asik". Bagi yang berminat silahkan hadir di Kelas Menulis tanpa ada pungutan biaya alias gratis namun untuk secangkir kopi dan makanan lainnya tetap bayar hehehe...

on 27 Apr 2015 03:11 AM

26 Apr 2015

Screen Shot 2015-04-26 at 7.51.49 AM

I use gmail for sending every email from my laravel apps, but seriosly there is an error if i go to forgot password or reminder password function.

The solution is just comment out the check conditional in library of swiftmailer

if (!$reversePath = $this->_getReversePath($message)) {
$this->_throwException(new Swift_TransportException(
‘Cannot send message without a sender address’
)
);
}

and add:

$reversePath = $this->_getReversePath($message);

Screen Shot 2015-04-26 at 7.44.35 AM


on 26 Apr 2015 01:04 AM

24 Apr 2015

Enchanted

Arif Syamsudin

Jadi...SLiMS punya fitur yang namanya spell checker. Pemeriksa ejaan. Hmmm...word suggestion macam yang ada di mesin pencari. Jadi kalo salah memasukkan kata-kata, akan ada saran penggunaan kata-kata. Nah, pada SLiMS, untuk bisa mengaktifkan fitur ini, yang harus diperhatikan adalah:

a) Harus menggunakan sistem operasi GNU/Linux

Karena apa? Karena baru di sistem operasi ini saya ngopreknya :D. Eh, ini juga masukan dari lead programmer SLiMS sich, karena konfigurasinya lebih mudah di sistem operasi yang satu ini, katanya.

Bagaimana caranya? silahkan pasang paket php5-enchant. Setelah paket tersebut dipasang, aktifkan ekstensi php5-enchant ke dalam berkas php.ini. tambahkan baris ini pada bagian extension:

extension=php_enchant.so

Setelah ditambahkan, jangan lupa untuk me-mula-ulang layanan apache:

$ sudo service apache2 restart

b) Aktifkan spell checker di dalam berkas sysconfig

Setelah enchant terpasang, aktifkan fungsi spell checker di dalam sysconfig.inc.php. Silahkan lihat pada baris 156 yang isinya:

$sysconf['spellchecker_enabled'] = false;

ubah "false" menjadi "true". Lalu simpan hasil perubahan.

c) Aktifkan kemudian via konfigurasi sistem

Setelah diaktifkan via sysconfig, aktifkan melalui menu System > System Configuration di dalam menu administrasi SLiMS.

Nah...setelah semua langkah di atas dilakukan...maka hasil pemeriksaan ejaan bisa dinikmati pada SLiMS :).

Gambar 1. Hasil pemeriksaan ejaan.

Gambar 2. Hasil ketika klik hasil saran
on 24 Apr 2015 02:02 PM

23 Apr 2015

Gnome Asia Mampir Jogja

Dedy Hariyadi

Konferensi Gnome Asia 2015 yang bakal diselenggarakan di Depok 7-9 Mei 2015 telah melakukan serangkaian acara sosialisasi dengan keliling Indonesia. Dalam dekat ini akan mampir di Yogyakarta. Catat agendanya, Ruang Teatrikal Fakultas Sains dan Teknologi Kampus UIN Sunan Kalijaga tanggal 27 April 2015 pukul 09.00.

Acara ini akan menghadirkan narasumber Aji Kisworo Mukti yang mengangkat topik Maleo sebagai kontribusi lokal untuk Gnome dan  Estu Fardani akan bercerita tentang Indonesia sebagai Konferensi Gnome Asia 2015. Tidak perlu khawatir, acara ini tidak dipungut biaya. Ayo daftar dengan mengisi formulir http://w.blankon.in/8oa. Sampai ketemu di UIN Sunan Kalijaga :)

on 23 Apr 2015 12:26 AM

22 Apr 2015

Kluwek atau Kelompok Linux Cewek di Yogyakarta digerakan oleh wanita-wanita tangguh KPLI Jogja. Kemarin sore (21/04) yang bertepatan dengan hari Kartini, Kluwek memulai aktivitas dengan melakukan diskusi di Gangsar Kopi. Kegiatan rencana dimulai pukul 16.00 namun saya berhalangan tidak bisa hadir tepat waktu.

Datang terlambat konsekuensinya tidak mendapatkan informasi terbaru dari Kluwek. Akhirnya menikmati nasi goreng dulu yang sudah mulai mengeras nasinya. Dari permbincangan dengan beberapa peserta diskusi dalam dekat ini Kluwek tetap berkolaborasi dengan KPLI Jogja. Jadi nantikan kegiatan selanjutnya. Maju terus wanita Indonesia!!!
Sumber: Gangsar Kopi

on 22 Apr 2015 12:17 AM

19 Apr 2015

Sudah lama saya tidak menggunakan Ubuntu di lapi, bukan berarti menggunakan OS lain melainkan menggunakan rasa Xubuntu :)

Berhubung lapi lama sudah diacak2 anak2 (lagi), sdh waktunya untuk ganti lapi baru :D  — jadi, sebenarnya ini artikel pamer lapi baru! :P

Ubuntu

Saat lapi baru diterima, versi Ubuntu adalah masih beta2. Saya sempat ragu untuk menggunakan versi ini karena versi beta biasanya berisi banyak kutu kaki. Benar saja, begitu proses instal selesai dan masuk ke Ubuntu yg muncul adalah kotak dialog “Problem Report”. Terus, saat buka OpenOffice, sistem langsung logout. :( Namun begitu di-update, problem2 tsb menghilang sama sekali. Hore!

Apa yg harus diinstal? Klo saya sih wajib install: apache2, php5, mysql-server, mysql-common, phpmyadmin dan openvpn-network-manager. Ha ha ha, namanya juga untuk web app development! Namun ga garing2 amat, warzone2100 juga saya install menemani AD0 dan Steam.

Masalah brightness dan fungsionalitas tombol2 sepesial spt volume up-down, brightness up-down, dll yg saya temui saat install Ubuntu di lapi2 sebelumnya tidak saya temukan kali ini.

Jadi, secara umum Ubuntu Vivid Vervet berjalan mulus di Lenovo Z40-75 PID.

Screenshot from 2015-04-19 22:46:45

Apa yg baru dari Vivid Vervet? Hm… Apa ya? Saya tidak menemukan sesuatu yg sangat spesial dalam versi baru ini walau ada artikel: The five biggest changes in Ubuntu 15.04, Vivid Vervet

Oh ya, kemarin malam (18/4) saat update, tulisan “development branch” versi sudah menghilang.

Lenovo Z40-75 PID

Review tentang lapi ini bisa dilihat di sono! Untuk membandingkan dg hasil review tsb amat sulit bagi saya karena saya pake Ubuntu, yg di sono pake Windows. :)

Saat pake lscp, kecepatan CPU yg terbaca cuma min 1.1GHz dan max 1.9GHz :(

Penasaran, saya instal stress dan cpupower.

Buka dua Terminal

term1$ watch sudo cpupower monitor
term2$ stress -c 1 --timeout 10s

Screenshot from 2015-04-20 00:23:04

term2$ stress -c 4 --timeout 10s

Screenshot from 2015-04-20 00:24:07

Hm… bisa juga dia jalan di atas 3GHz :)

Bagi saya, yg tidak nyaman di Lenovo Z40-75 adalah tombol “klik” dari touchpad yg lumayan keras dan posisi tombol “End” yg berjauhan dari tombol panah. Karena kebiasaan dg lapi lama maka saya sering tekan tombol “PgDn”. :(


Filed under: Linux, Ubuntu, Umum Tagged: Laptop, Linux, Review, Ubuntu
on 19 Apr 2015 04:07 PM

15 Apr 2015

Kadang kita lupa akan password database yang kita buat, di PostgreSQL user rootnya bernama postgre. Tinggal kita edit file g_hba.conf

hanya tinggal ini saja(yang lainnya dikomen dulu):

# TYPE DATABASE USER CIDR-ADDRESS METHOD
# IPv4 local connections:
host all all 127.0.0.1/32 trust
# IPv6 local connections:
host all all ::1/128 trust
Untuk bisa remote tinggal enable kan di file postgresql.conf
listen_addresses = '*'

on 15 Apr 2015 06:57 PM

12 Apr 2015

OCSP Stapling di nginx

Mahyuddin Susanto

Dalam artikel ini saya akan mengaktifkan OCSP Stapling di nginx, syaratnya nginx harus mempunyai versi minimal 1.3.7.

Saya menggunakan startSSL dalam praktek kali ini. Baiklah kita mulai dengan mengunduh CA bundle dari startSSL.

mkdir /etc/nginx/ssl
cd /etc/nginx/ssl
wget -O - https://www.startssl.com/certs/ca.pem https://www.startssl.com/certs/sub.class1.server.ca.pem | tee -a ca-startssl.pem> /dev/null

Langkah selanjutnya adalah menambahkan parameter di vhost nginx, karena saya menggunakan vhost domain mahyudd.in maka biasanya filenya akan terletak di /etc/nginx/site-avaliable/mahyudd.in.conf. Silakan sesuaikan dengan config anda.

  ssl_stapling              on;
  ssl_stapling_verify       on;
  ssl_trusted_certificate   /etc/nginx/ssl/ca-startssl.pem;

Simpan dan test dari terminal

$ echo QUIT | openssl s_client -connect mahyudd.in:443 -servername mahyudd.in -status 2> /dev/null | grep -A 17 'OCSP response'| grep -B 17 'Next Update'
OCSP response:
======================================
OCSP Response Data:
    OCSP Response Status: successful (0x0)
    Response Type: Basic OCSP Response
    Version: 1 (0x0)
    Responder Id: C = IL, O = StartCom Ltd. (Start Commercial Limited), CN = StartCom Class 1 Server OCSP Signer
    Produced At: Apr 11 13:33:15 2015 GMT
    Responses:
    Certificate ID:
      Hash Algorithm: sha1
      Issuer Name Hash: 6568874F40750F016A3475625E1F5C93E5A26D58
      Issuer Key Hash: EB4234D098B0AB9FF41B6B08F7CC642EEF0E2C45
      Serial Number: 056CADC897AF49
    Cert Status: good
    This Update: Apr 11 13:33:15 2015 GMT
    Next Update: Apr 13 13:33:15 2015 GMT

Test secara online dapat dilakukan di Qualys. Hasilnya adalah sebagai berikut:

ocsp

 

Selamat mencoba

on 12 Apr 2015 09:47 AM

ssl_cipher di nginx

Mahyuddin Susanto

Dalam mengatur nginx biasanya ssl_cipher apa saja yang diaktifkan? by default, nginx hanya menonaktifkan aNULL, MD5. Menurut saya itu kurang, dan lebih baik ditambahkan. Setelah googling tentang ssh_cipher yang bagus, saya menemukan rekomendasi Mozilla Foundation yang isinya:
Modern

ECDHE-RSA-AES128-GCM-SHA256:ECDHE-ECDSA-AES128-GCM-SHA256:ECDHE-RSA-AES256-GCM-SHA384:ECDHE-ECDSA-AES256-GCM-SHA384:DHE-RSA-AES128-GCM-SHA256:DHE-DSS-AES128-GCM-SHA256:kEDH+AESGCM:ECDHE-RSA-AES128-SHA256:ECDHE-ECDSA-AES128-SHA256:ECDHE-RSA-AES128-SHA:ECDHE-ECDSA-AES128-SHA:ECDHE-RSA-AES256-SHA384:ECDHE-ECDSA-AES256-SHA384:ECDHE-RSA-AES256-SHA:ECDHE-ECDSA-AES256-SHA:DHE-RSA-AES128-SHA256:DHE-RSA-AES128-SHA:DHE-DSS-AES128-SHA256:DHE-RSA-AES256-SHA256:DHE-DSS-AES256-SHA:DHE-RSA-AES256-SHA:!aNULL:!eNULL:!EXPORT:!DES:!RC4:!3DES:!MD5:!PSK

Intermediate

ECDHE-RSA-AES128-GCM-SHA256:ECDHE-ECDSA-AES128-GCM-SHA256:ECDHE-RSA-AES256-GCM-SHA384:ECDHE-ECDSA-AES256-GCM-SHA384:DHE-RSA-AES128-GCM-SHA256:DHE-DSS-AES128-GCM-SHA256:kEDH+AESGCM:ECDHE-RSA-AES128-SHA256:ECDHE-ECDSA-AES128-SHA256:ECDHE-RSA-AES128-SHA:ECDHE-ECDSA-AES128-SHA:ECDHE-RSA-AES256-SHA384:ECDHE-ECDSA-AES256-SHA384:ECDHE-RSA-AES256-SHA:ECDHE-ECDSA-AES256-SHA:DHE-RSA-AES128-SHA256:DHE-RSA-AES128-SHA:DHE-DSS-AES128-SHA256:DHE-RSA-AES256-SHA256:DHE-DSS-AES256-SHA:DHE-RSA-AES256-SHA:AES128-GCM-SHA256:AES256-GCM-SHA384:AES128-SHA256:AES256-SHA256:AES128-SHA:AES256-SHA:AES:CAMELLIA:DES-CBC3-SHA:!aNULL:!eNULL:!EXPORT:!DES:!RC4:!MD5:!PSK:!aECDH:!EDH-DSS-DES-CBC3-SHA:!EDH-RSA-DES-CBC3-SHA:!KRB5-DES-CBC3-SHA

Jika harus memilih saya lebih memilih yang modern karena hanya mendukung TLSv1.1 dan TLSv1.2 yang tentunya lebih secure. Masalahnya adalah ketika saya test di Qualys SSL test, saya hanya mendapatkan 95% untuk cipher_strength :( (lihat gambar)

protocol support

 

Setelah membaca dokumentasi dari Qualys, maka saya membuang dukungan untuk key yang kurang dari 128 bit. Dan berikut daftar nya beserta config di nginx:

 

  ssl_ciphers               ECDHE-RSA-AES256-GCM-SHA384:ECDHE-ECDSA-AES256-GCM-SHA384:ECDHE-RSA-AES256-SHA384:ECDHE-ECDSA-AES256-SHA384:ECDHE-RSA-AES256-SHA:ECDHE-ECDSA-AES256-SHA:DHE-RSA-AES256-GCM-SHA384:DHE-RSA-AES256-GCM-SHA:DHE-RSA-AES256-SHA256:DHE-RSA-AES256-SHA:!aNULL:!eNULL:!LOW:!3DES:!MD5:!EXP:!PSK:!SRP:!DSS;

Hasilnya sekarang saya dapat 100% untuk cipher strength.

ciper_strength

on 12 Apr 2015 08:39 AM

11 Apr 2015

Mewujudkan Impian

Dedi Gunawan


Sejarah selalu mencatat orang pertama

Misalnya yang menginjakkan kaki pertama kali dibulan, maka orang akan mengingat neil armstrong namun tidak mengingat siapa yang kedua padahal waktu itu neil armstrong tidak sendirian

Pun demikian dengan penaklukan gunung everest yang pertama kali dicatat sejarah dan diingat adalah dilakukan oleh Edmund Hillary pada tahun 1953.

Saat sesi wawancara semua wartawan ramai mewancarai edmund hillary hingga kemudian ada salah satu wartawan yang jeli dan bertanya kepada Tenzing Norgay yang merupakan pemandu Edmund Hillary dalam menaklukkan everest.

Anda kan yang memandu edmund hillary, tentu anda yang berada di depan hillary?
Ya benar, saya memang berada di depan edmund hillary untuk memandunya jawab tenzing norgay

Nah tentu mustinya anda yang lebih dulu menginjakkan kaki di puncak everest?
Sepanjang perjalanan memang saya selalu berada di depan edmund hillary, namun sesaat sebelum mencapai puncak, saya mempersilahkan edmund untuk melangkahkan kaki didepan saya sehingga dia bisa berhasil menjadi orang pertama yang menaklukkan puncak everest tersebut.

Kenapa anda lakukan itu, bukankah anda lebih punya peluang untuk mencatatkan diri dalam sejarah sebagai orang pertama yang menaklukkan everest?
Sesungguhnya mencapai puncak everest adalah impian seorang edmund hillary, bukan impianku. impianku adalah untuk membantu mewujudkan impiannya....

Aha I’ve finally found my true passion..... (minimal utk saat ini, entah nanti)
Sungguh cerita ini kalau untuk saya kereen bingiiiit....
Ini yang aku cari selama ini..

Dulu jaman sekolah juara kelas, juara menggambar juga berprestasi lah, mengalami sendiri bagaimana jadi juara, dipuji, jadi anak pinter dll
tapi kok merasa sepertinya ada hal lain entah apa  yang sebenarnya lebih kuinginkan dari sekedar itu. efeknya mulai ketika sma jadi gak terlalu tertarik lagi utk berprestasi, mulai malas dan beberapakali bermasalah dengan guru2.
Demikian juga ketika bisa ccie dll, sebuah prestasi besar dalam hidup. Tapi kok kayaknya ada hal lain yang lebih kuinginkan...hal yang lebih menantang, yang lebih seru

Dan aha ketemu.... Mewujudkan impian seseorang....

Ternyata ini yang selama ini tanpa saya sadari sudah saya jalani dan saya merasa lebih excited dengan ini.

Merubah seseorang yang biasa2 menjadi seseorang yang luar biasa.

okelah bisa ccie adalah hal yg besar, 
tapi nulis buku ccie adalah hal yg lebih besar lagi
membantu mewujudkan impian seseorang,. ccie dengan usia termuda menjadi hal yg lebih seru lagi
membantu mewujudkan impian seseorang,. ccie pada usia pensiun, lebih keren lagi

mendobrak hal2 yang bagi orang lain ini adalah kesulitan besar, dan mengantarkan mereka menuju impian mereka ternyata lebih seru, lebih keren, lebih menggairahkan, lebih menantang dan lebih berwarna pilihannya..

Salah satu tujuan saya mendirikan pesantren networkers adalah untuk memunculkan para rockstar engineer sejak usia dini, yang nantinya akan memiliki kontribusi besar, memberi manfaat besar untuk dunia networking indonesia kelak...



Tidak bisa cepat, butuh waktu setidaknya 5-10 tahun kedepan karena mereka2 ini hanya lulusan smk yang biasanya kalau di kantor umumnya ya kalah bersaing dengan yang lulusan anak kuliahan..
Namun mereka sudah belajar networking dengan tepat diusia yang lebih awal, tinggal masalah waktu aja yang akan mengantarkan mereka. 

Daripada dipuji sana sini dengan apa yang sudah mereka capai saat ini, mereka lebih butuh untuk direndahkan, dicaci maki, dicap negatif seperti misalnya alah cuman lulusan smk, atau alah belajarnya cuman ngonfig2 aja, atau alah belajarnya cuman dikarbit aja atau bermasalah dengan sekolah, konflik dengan sekolah, kasus gak masuk sekolah, dicap anak nakal, kalau nerangin grogi terus, bahasa inggris masih belepotan aja gaya dll yang beginian ini jamu, pahit tapi sangat penting untuk membentuk mental dan karakter mereka kedepan.

Saya guru, namun bukan pengajar... Bukan mengajar dikelas menerangkan ini itu, saya lebih suka mengarahkan mereka, menujukkan apa yang perlu untuk mereka lakukan. karena hasilnya akan lebih dapat dirasakan daripada mengajar menerangkan sesuatu dari pagi hingga sore yang kemudian hari berikutnya sudah dilupakan para siswa.

kesuksesan saya untuk sekarang ini adalah ketika nantinya mereka-mereka berhasil mengalahkan saya 
dan saya akan menjadi sangat-sangat bangga, penuh perasaan kebahagian ketika memperoleh kekalahan itu.


on 11 Apr 2015 03:28 AM

08 Apr 2015



Komunitas SLiMS Jakarta kembali mengadakan kegiatan Sinau SLiMS. Kegiatan ini merupakan wadah bagi siapa saja yang berniat mempelajari aplikasi untuk perpustakaan, SLiMS. Mari belajar bersama dan meningkatkan kompetensi kepustakawanan di bidang teknologi informasi.
TOPIK
Kelas pemula: Modul Bibliography dan Master File (Tutor Dimas)
Kelas Lanjutan: UCS dan Nayanes (Tutor: Dudu)
WAKTU
Sabtu 18 April 2015
Pukul: 09.00-12.00 WIB
TEMPAT
Galeri Foto Jurnalistik Antara
Jl. Antara No. 59 Pasar Baru Jakarta Pusat
Nb: Peserta diharapkan membawa laptop masing-masing (+modem gsm untuk kelas lanjutan)
Investasi:
- Gratis dan Terbuka Umum
- Investasikan waktu Anda untuk Ilmu
Informasi lebih lanjut hubungi Hubungi Saifuloh HY (085217298195) dan Danies (+62 856-8806-361)
website: slimsjakarta.web.id
twitter: @slimsjakarta
email: komunitas@slimsjakarta.web.id
*Diambil langsung dari posting-an situs SLiMS Jakarta
on 08 Apr 2015 01:03 PM

29 Mar 2015

Tagihan tahunan

Fajran Iman Rusadi

Sekarang sudah bulan Maret dan ini artinya amplop hijau dari Gemeente alias pemerintah daerah dan amplop putih/biru dari Waternet akan datang! Amplop2 ini berisi Acceptgiro alias formulir pembayaran terkait bbrp hal xD Barhubung jumlahnya cukup signifikan, mari kita sekalian lihat dan catat apa aja sih yang ditagih.

Amplop pertama datang dari Gemeente. Dari sekian banyak hal yang bisa ditagih, yang sekarang relevan untuk saya adalah yang berikut ini. Oya angka2 ini bisa berubah tiap tahunnya dan yang saya pakai ini adalah untuk tahun 2015.

  • Onroerende-zaakbelastingen (OZB) alias pajak bangunan. Jumlahnya itu sekian persen (tepatnya 0,06228%) dari nilai properti yang (sepertinya) dihitung/ditentukan dari Gemeente. Jadi andai nilai rumah adalah 100 ribu euro, maka yang bakal ditagih adalah sekitar €63.

    Fun fact: di Amsterdam sini status tanah itu nyewa! Jadi kalau kita beli rumah, ya itu cuma tuk bangunannya aja. Si tanah tetep dimiliki oleh Gemeente (kayanya sih). Tiap daerah punya aturan sendiri termasuk yang status tanahnya adalah hak milik juga.

  • Afvalstoffenheffing yaitu uang kebersihan. Besarnya tergantung jumlah orang yang tinggal di sebuah alamat dan uniknya pilihannya cuma dua yaitu sendiri atau lebih dari satu orang xD Tuk tahun 2015 ini, si Gemeente bakal nagih €240 tuk satu orang dan €320 jika ada lebih dari satu orang.

  • Rioolheffing untuk saluran pembuangan. Besarnya dipukul rata sama semua yaitu sebesar €149.41.

Contoh hal lain yang bisa ditagih tapi gak relevan tuk saya itu pajak anjing. Jadi tiap orang yang memelihara anjing bakal harus bayar sekian euro.

Selain si Gemeente, Waternet yang ngurusin segala hal yang terkait dengan air juga punya tagihan tahunan. Ada dua/tiga hal yang ditagih oleh Waternet:

  • Watersysteemheffing atau pajak air. Besar tagihannya akan disesuaikan dengan properti/tanah yang kita punya. Tuk pemilik bangunan, sama seperti pajak bangunan di atas, besarnya akan dihitung berdasar nilai bangunan sebanyak 0,017089%.

  • Zuiveringsheffing atau Verontreinigingsheffing tergantung kondisi koneksi bangunan dengan saluran pembuangan. Komponen tagihan ini dipakai untuk pemurnian air yang “tercemar” oleh penghuni bangunan xD Besarnya dihitung berdasar jumlah pencemar, alias jumlah orang. Kalau cuma satu orang, akan dikenai tagihan sebesar 1 unit dan kalau ada dua atau lebih, tagihan akan datang untuk 3 unit pencemar. Tahun 2015 ini, ongkosnya adalah €53,76 per unit.

Kalau angka-angka di atas dijumlah semua, akan bikin puyeng jika mesti dibayar sekaligus. Untung aja si Gemeente (sayangnya si Waternet ngga demikian) menyediakan bbrp metode pembayaran. Dibayar sekaligus, dalam 2 kali pembayaran, atau 8 kali namun dengan tagihan otomatis. Sepertinya juga tiap bulan mesti menyisihkan sekian euro supaya gak terkaget2 setiap bulan Maret/April xD

Kalau ada yang salah2 atas penjabaran di atas, tolong kasih tau ya :D

on 29 Mar 2015 07:26 PM
Apakah Mata Lomba salah satu kelompok Teknologi di LKS SMK hanya sekedar NAMA dan tidak memperhatikan standar yang berlaku di tingkat yang lebih tinggi, Asean (ASC) atau Dunia (Worldskills)? LKS SMK Tingkat Nasional 2014 di Palembang mencoba menjawabnya seperti pada gambar di bawah ini: Bagaimana kondisi penamaan Mata Lomba di Tingkat Provinsi? Bisa dilihat pada […]
on 29 Mar 2015 03:25 PM

19 Mar 2015

ONE OK ROCK and Perfume CD

ONE OK ROCK and Perfume CD

I just remembered this noon that I still have CDs that were not opened yet. Two of them was ONE OK ROCK “35xxxv” and Perfume “LEVEL3″. Those CDs had been in my backpack for a long time. Oh, well, time to rip.

There are many ways to rip CD and you can search my blog to have it. Right now I’m using Morituri. Morituri is a command line tool to rip CD using AccurateRip™ technology and CDParanoia. Two of the best tools for accurately ripping CD.

Preparations

We got two process here: getting pycdio and morituri itself. If you think you won’t need the Paranoia, then you can just jump to getting Morituri.

Getting pycdio

Morituri needs pycdio for interfacing with CDParanoia. It isn’t packaged yet in Ubuntu. We have to install it manually. This package is optional, but I want CD Paranoia!

Let’s install the alternative Python Package Installer (pip):

sudo apt-get install python-pip

Install pycdio dependencies:

sudo apt-get install python-dev libcdio-dev libiso9660-dev swig pkg-config

Alright! Let’s install pycdio:

sudo pip install pycdio

Next let’s get down with Morituri.

Getting Morituri

Install Morituri:

sudo apt-get install morituri

Now, we are ready to get the tracks.

Ripping

There are three parts of ripping the CD using Morituri. First, deciding the CD offset based on your CD drive. Second, optionally get the right MusicBrainz tags. Lastly, rip it with fire!

Getting The Right Offset

The purpose of AccurateRip™ is for determining read offset of your CD drive. You could browse their database if you confident that your CD drive is well-known.

If you have an exotic CD drive, you are not so sure, or you just getting really paranoid, you could check your hardware yourself. Get a relatively well-known CD to test and start analyzing:

rip offset find

This takes a while. It takes two turns to check the drive. I was getting bored and only manage to wait for the first pass before I canceled the execution. Besides, my CD drive is well-known. From dmesg, I got this:

$ dmesg | grep DVD
[    2.400198] ata5.00: ATAPI: HL-DT-ST DVDRAM GH40F, MG01, max UDMA/100
[    2.510952] scsi 4:0:0:0: CD-ROM            HL-DT-ST DVDRAM GH40F     MG01 PQ: 0 ANSI: 5

I confirm from the database and from my offset searching, my CD drive has an offset of 667.

Getting The Right Song Title

You can retag it if you want. But, to get the right title, I suggest to browse MusicBrainz database to find out the right title. If your CD is popular enough, it would have many names.

For example, my Perfume CD, LEVEL3, had 17 names. I picked the CD version. I got its ID by getting the serial number in its URL. It was 92d793f1-316a-4d66-ab1e-b9660d2682f7.

Getting It All Together

Alright, all is well. Our preparation is complete. Let’s rip:

rip cd rip --offset 667 -R 92d793f1-316a-4d66-ab1e-b9660d2682f7 --track-template="%A/%d/%t - %a - %n" --disc-template="%A/%d/%A - %d"

I love to get the layout”Album Artist/Album Name/TrackNumber – Artist – Title”. You may have different format. Well, each to one’s own. Here’s the list taken from the man page:

Tracks are named according to the track template, filling in the variables and adding the file extension.  Variables exclusive to the track template are:

  • %t: track number
  • %a: track artist
  • %n: track title
  • %s: track sort name

Disc files (.cue, .log, .m3u) are named according to the disc template, filling in the variables and adding the file extension.  Variables for both disc and track template are:

  • %A: album artist
  • %S: album sort name
  • %d: disc title
  • %y: release year
  • %r: release type, lowercase
  • %R: Release type, normal case
  • %x: audio extension, lowercase
  • %X: audio extension, uppercase

If you got any error, try to remove the offset parameter. It seems there are many variables to disc perfect. Sometimes hidden track(s) made the offset change. May be, that’s probably just my hunch.

Oh, well, all is good. On to the next original CD.

on 19 Mar 2015 11:47 AM

Autocomplete not complete

Arif Syamsudin

Tau khan, kalo menggunakan GNU/Linux killer feature ini bisa men temen temukan di mana? YAAA!!! terminal. All hail the mighty gnome-terminal!!! Yang kita gosipin ini fitur pelengkapan-otomatis. Autocomplete. Masukkan beberapa kata, kalo perintah, aplikasi, atau apapun yang kita cari ada, maka si anu akan melengkapi.

Entah kenapa, udah berapa lama ini fitur autocomplete pada komputer yang saya gunakan di kantor ini ngga' berfungsi. Entah ketika sedang ngapain mangkanya ini fitur tetiba ngga' aktif. Walaupun merasa tidak bermasalah dengan ketidakaktifan fitur ini, tapi sewaktu-waktu jengah jugak. Hmmm.

Selidik punya selidik [0], ada setidaknya 2 (dua) hal yang menyebabkan autocomplete jadi ngga' aktif. Pertama, kita lupa buat pasang paket bash-completion. Etapi tunggu dulu, untuk yang satu ini, biasanya secara baku paket ini udah kepasang. Lha wong kalo pasca pemasangan segar autocomplete ngga' ada masalah koq. Lalu setelah saya coba cari via:
$ sudo aptitude search bash-completion
ternyata statusnya "bash-completion is already the newest version". Nah terus gimana? Menurut situs hasil selidik, kalo udah begitu, coba periksa berkas bash.bashrc.
$ sudo geany /etc/bash.bashrc
Okay, sudah dibuka? Nah silahkan cari baris yang mensuratkan baris ini:
# enable bash completion in interactive shells
# if [ -f /etc/bash_completion ] && ! shopt -oq posix; then
#  . /etc/bash_completion
# fi
Silahkan hilangkan tanda kres (#) pada bagian-bagian ini, sehingga keliatannya jadi begini:
# enable bash completion in interactive shells
if [ -f /etc/bash_completion ] && ! shopt -oq posix; then
    . /etc/bash_completion
fi
Nah, kalo udah begitu silahkan simpan berkas hasil suntingannya dan coba lagi autocomplete-nya. Insya Allah, bisa ;).

Bahan bacaan:
[0] http://askubuntu.com/questions/209778/auto-completion-does-not-work-for-sudo-apt-get-install

on 19 Mar 2015 11:10 AM

17 Mar 2015

Sebenernya ngga' tua-tua amat. Masih versi 12.04. Tiga tahun yang lalu versi ini nge-hits banget! Masih in koq sampe sekarang. Khan LTS, jadi dukungannya...7 tahun ya? Atau masih 5 tahun sich? Jadi setidaknya masih relevan dan saya rasa saat ini masih banyak dipakek koq. Kebetulan masih makek versi ini, untuk pc di kantor karena ada perangkat keras yang konfigurasinya hanya bisa bekerja di versi ini. Walhasil, memang harus bertahan pada versi ini. Suka ataupun tidak.

Lanjut. Ketika memasang AMP (baca: Apache, MySQL, PHP) untuk peladen web lokal, mau ngga' mau kita akan mendapatkan versi AMP yang diperuntukkan untuk versi distro yang bersangkutan. Semisal, kskss, untuk Ubuntu 12.04, versi PHP yang akan didapatkan via pembaruan berkala masih berkisar di versi 5.3. Apa yang terjadi ketika kita membutuhkan versi AMP yang terkini, misal PHP 5.5 untuk kebutuhan pengembangan?

Kompilasi secara manual, untuk paket yang dibutuhkan. Artinya? Ngga' sebentar. Karena kalo dah ngoprek, terutama dengan level seperti saya, pemula, pasti akan lama ngotak-ngatik-nya. Belom bacanya. Enaknya dengan Ubuntu, maaf yang saya baru tahu hanya Ubuntu, ada satu cara alternatif pemasangan paket aplikasi terbaru yang namanya PPA. Enaknya dengan PPA ini, kita bisa mendapatkan aplikasi versi terbaru tanpa tergantung pada repositori utama. Biasanya, untuk mendapatkan versi terbaru dari suatu aplikasi, kita harus menunggu aplikasi tersebut dimasukkan ke dalam repositori utama Ubuntu, dan biasanya itu makan waktu [0]. Lama. Apalagi untuk versi distro yang saya pakek. Nah, PPA mengakali hal tersebut, supaya pengguna distro versi lama bisa menikmati versi aplikasi terbaru. E tapi, lagi-lagi itu tergantung pengembang dan pemelihara PPA sich. Kalo mereka ngga' memasukkan versi distro yang kita pakek, ya...manyun :D. Back to square one, kompilasi manual dhe.

Nah, untungnya dengan apa yang saya butuhkan, ternyata ada PPA untuk meningkatkan versi AMP ke dalam versi terbaru untuk Ubuntu 12.04 [1]. Untuk menambahkan repositori PPA tersebut, silahkan masukkan perintah:
$ sudo add-apt-repository ppa:ondrej/php5
lanjutkan perintah yang ditemui di dalam terminal. Ohiya, perintah tersebut dieksekusi pada terminal. Setelah pemasangan PPA berhasil, selanjutnya adalah menyegarkan repositori dengan perintah:
$ sudo apt-get update
Setelah disegarkan, langkah selanjutnya adalah memperbarui paket-paket AMP berdasarkan repositori PPA AMP yang sudah kita tambahkan, dengan memasukkan perintah:
$ sudo apt-get upgrade
sama seperti sebelumnya, silahkan ikuti perintah yang ada di dalam terminal.


Nah sekarang, bagi yang sudah pernah memasang AMP pada distro versi terbaru (sepanjang 2014-2015), yang secara jelas akan ditemui adalah untuk direktori root web, sudah tidak lagi ditempatkan di dalam /var/www. Tapi dipindahkan ke dalam /var/www/html. Untuk alasan keamanan. Itu jugak yang akan kita temui pada saat kita memperbarui versi AMP di Ubuntu 12.04. Secara otomatis, hasil pembaruan akan menambahkan direktori html. Seperti gambar di bawah:


Akhirnya, mungkin kita akan memindahkan beberapa proyek yang sudah kita mulai ke dalam direktori html. Atau, buat symlink ajah :). Tapi yang saya lakukan adalah memindahkan proyek ke dalam direktori html.

Itu baru satu hal. Bagaimana dengan akses PHPMyAdmin? Itu pun jadi bermasalah setelah melakukan pembaruan. Yang bermasalah PHPMyAdmin ya, bukan MySQL-nya. MySQL masih tetep bisa diakses via terminal. Ketika diakses via laman seperti biasanya, localhost/phpmyadmin, malah ngga' muncul. Untuk memunculkan kembali akses PHPMyAdmin setelah pembaruan [2], yang saya lakukan adalah, kita buat tautan seperti ini:
$ sudo ln -s /usr/share/phpmyadmin /var/www/html
Kenapa /var/www/html? Karena direktori root web untuk versi terbaru diarahkan ke sana, html. Setelah itu, sunting berkas apache2.conf yang ada di dalam direktori /etc/apache2/ dengan perintah:
$ sudo gedit /etc/apache2/apache2.conf
Silahkan gunakan editor teks kesukaan teman-teman. Yang saya gunakan pada perintah itu adalah gedit. Pilihan lainnya tidak terbatas, tapi yang populer adalah vim. Silahkan disesuaikan.

Setelah berkas tersebut dibuka, tambahkan baris:

include /etc/phpmyadmin/apache.conf

Setelah ditambahkan, silahkan mula-ulang apache:
$ sudo service apache2 restart
Setelah proses mula-ulang selesai, coba buka kembali laman localhost/phpmyadmin. Pada komputer yang saya gunakan, akhirnya PHPMyAdmin bisa diakses kembali via peramban :).


Bahan Bacaan:
on 17 Mar 2015 12:27 PM

16 Mar 2015

Sudah lama akhirnya ada pembaruan tentang bagaimana konfigurasi SLiMS pada GNU/Linux. Salah satu yang menurut saya penting adalah bagaimana SLiMS bisa melakukan impor berkas MARC ke dalam pangkalan data SLiMS, sehingga pustakawan dapat dengan mudah melakukan penyalinan katalog.

Berdasarkan tulisan sebelumnya [0], kita bisa dengan mudah mengaktifkan fitur tersebut dengan memasukkan perintah yang ada. Namun, ada beberapa perubahan seiring dengan semakin berkembangnya sistem operasi GNU/Linux. Koreksi saya jika salah.

Pada perintah sebelumnya, perintah-perintah tersebut adalah:

sudo pear install channel://pear.php.net/structures_linkedlist-0.2.2

sudo pear install channel://pear.php.net/file_marc-0.7.1

Nah, ternyata dengan menggunakan sistem operasi GNU/Linux yang saya gunakan sekarang, yaitu Ubuntu Gnome 14.04, perintah-perintah tersebut tidak dapat berjalan dengan baik. Salah satu pesan galat yang saya terima ketika menjalankan perintah yang pertama adalah:

Package "structures_linkedlist" does not have REST info xml available
install failed

Wakwaw!!! Akhirnya, setelah melakukan penerawangan [1] dan mencoba berdasarkan insting, hahay, akhirnya bisa juga masang paket-paket yang dibutuhin. Perintah yang saya gunakan:

sudo pear install structures_linkedlist-0.2.2

sudo pear install file_marc-1.1.1

LANCAR!!! Akhirnya dengan memasang berkas-berkas tersebut, fungsi impor MARC berhasil diaktifkan :D. Eh...koq itu versi file_marc-nya beda sama yang pertama? Iya, setelah dilihat pada situs http://pear.php.net, ternyata berkas file_marc sudah terbarui. Tapi untuk berkas structures_linkedlist versi stabilnya masih versi dengan nomor yang sama. Akhirnya, itulah yang saya gunakan :).

Demikian, semoga bermanfaat.


Bahan bacaan:
[0] http://buitenzorg812.blogspot.com/2013/05/mengaktifkan-fitur-import-marc-di-slims.html
[1] http://stackoverflow.com/questions/19804850/how-do-i-solve-this-php-pear-error-install-pear-on-fedora
on 16 Mar 2015 05:03 PM

05 Mar 2015


Apps Design Details  :
Pomodoro is an online platform for delivering pizza’s directly at your home. The business will operate only locally, in Albania, eastern Europe. Clients can choose to order pizza’s from the menu, or build their own pizza. Also, they will have the ability to remake a previous order, and get it delivered directly in their homes.

Source design : http://fav.me/d8kd7cu
on 05 Mar 2015 09:32 PM

04 Mar 2015

Paket Modem + Data dari Telkomsel

Melihat gambar di atas, paket MODIS 8 dengan modem Huawei E3131 bisa jalan dan dipasang dengan lancar pada Windows, Mac dan Android. Bahkan fitur wifi nya pun dengan mudah diaktifkan hanya dengan klik-klik. Namun bagaimana dengan pengguna Ubuntu?

Salah satu netbook yang pernah saya install ubuntu masih menggunakan 11.04 yang kemudian harus bisa menggunakan modem ini. Dan dengan petunjuk yang disediakan di halaman http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/Deteksi_USB_Modem ternyata masih belum cukup. Kesulitannya adalah karena modem ini lebih dibaca sebagai media penyimpan daripada sebagai modem.

Berbagai cara yang ada pada hasil pencarian google, Alhamdulillah akhirnya berhasil pada link ini https://answers.launchpad.net/ubuntu/+question/255627 dan modem pun aktif dengan normal.

Tampilan desktop
Langkah-langkah,

  1. Buka Terminal
  2. Lakukan perintah di nomor selanjutnya
  3. cd ~/Downloads
  4. wget http://za.archive.ubuntu.com/ubuntu/pool/main/u/usb-modeswitch/usb-modeswitch_2.2.0+repack0-2ubuntu1_i386.deb
  5. wget http://za.archive.ubuntu.com/ubuntu/pool/main/u/usb-modeswitch-data/usb-modeswitch-data_20140529-1_all.deb
  6. sudo dpkg -i usb-modeswitch_2.2.0+repack0-2ubuntu1_i386.deb usb-modeswitch-data_20140529-1_all.deb
  7. lsusb
  8. lihat apakah kalimat ada seperti ini "Bus 001 Device 006: ID 12d1:15ca Huawei Technologies Co., Ltd."
  9. Jika Ya, lanjut ...
  10. sudo usb_modeswitch -W -I -v 12d1 -p 15ca -M 55534243123456780000000000000011062000000101000100000000000000
  11. lsusb
  12. Apakah telah berubah seperti ini "Bus 001 Device 006: ID 12d1:1506 Huawei Technologies Co., Ltd."
  13. Jika Ya, lanjut ...
  14. sudo modprobe usbserial vendor=0x12d1 product=0x1506
  15. Silahkan tunggu beberapa saat dan lihat ke applet network seperti pada gambar di atas.
  16. Selamat berselancar.
Bagaimana agar saat setelah reboot semua perintah itu tidak perlu dilakukan dan bagaimana membagi internetnya via wifi ? ;)

on 04 Mar 2015 06:36 PM

sumber : http://raditeputut.deviantart.com/art/Pastel-Flat-Icons-Themes-517760264

on 04 Mar 2015 01:16 PM

03 Mar 2015

Ada berbagai spam yang terkirim ke beberapa email client dan saya, salah satunya adalah spam tentang tawaran pekerjaan. Informasi tentang spam ini pernah di buat oleh dynamoo di blog nya.

Tipikan dari spam ini adalah:

  1. Pengirim adalah kita sendiri
  2. Melakukan penawaran pekerjaan yang menyuruh kita untuk membalas ke email lain

Contoh:

From: saya
To: saya
Subject: Penawaran terbaik
Date: 2 Mar 2015 20:52:48 +0600
Message-ID: <002301d054fc$03b3d226$2da20587$@udienz.web.id>
MIME-Version: 1.0
Content-Type: text/plain;
        charset="windows-1252"
Content-Transfer-Encoding: 8bit
X-Mailer: Microsoft Outlook 14.0
Thread-Index: Ac0fi9o9dj7c55fh0fi9o9dj7c55fh==
Content-Language: en

Perhatian!
Perusahaan internasional membutuhkan karyawan di Indonesia!
Kita membutuhkan orang dengan keterampilan organisasi, pengetahuan tentang Internet, Office.

ika Anda adalah orang yang keputusan dan tahu bagaimana bekerja dalam sebuah tim,
Anda adalah seorang pekerja yang handal dan penuh keinginan untuk sukses - kami membutuhkan Anda.

Pekerjaan yang stabil dan penghasilan yang layak dijamin.
Silakan jika Anda tertarik pada lowongan ini, silahkan kirim informasi kontak Anda:
Nama Depan:
negara:
kota:
E-mail:

Kontak kami: alexandre@idhomejob.com

 

Jangan sekali kali membalas email tersebut! Untuk mengatasinya saya menyarankan untuk:

  • Jika anda mempunyai kuasa atas domain anda maka mohon menambahkan SPF dan DMARC record. Tujunya adalah membantu email server dalam mengidentifikasi bahwa email yang datang/pergi memang benar-benar dari network/system kita.
  • Dalam DMARC record perlu di tambahkan opsi agar selalu menggunakan kunci DKIM.
  • Melakukan optimasi spamassassin.

Untuk petunjuk melakukan pemasangan SPKF, DKIM dan DMARC silakan merujuk ke blog Bapak Vavai berikut. Dalam domain saya yaitu udienz.web.id dan mahyudd.in sudah terpasang SPF dan DKIM yang berguna untuk menangkal phising dan sproffing email tersebut. Berikut adalah tangkapan layar spam yang sempat terjaring oleh Gmail.

11044631_10153169266213281_6392055027775203511_n

Untuk spamassassin saya menggunakan rules sebagai berikut yang sudah saya push ke github:

## Fake Job Offer
rawbody UDIENZ_FAKEJOB /\@((id|uk|eur|euro)homejob|(g|usa)bearn|globbalpresence|indonesianwork|comercioes|easy4edu|worksnhome).com|recognizettrauma.net/
describe UDIENZ_FAKEJOB Fakejob offer See: http://blog.dynamoo.com/2015/03/fake-job-offer-ukhomejobcom-and-many.html
score UDIENZ_FAKEJOB 20

Sekali lagi, jangan pernah membalas email tersebut!

UPDATE, berikut adalah daftar domain yang digunakan:

  • globbalpresence.com
  • recognizettrauma.net
  • gbearn.com
  • comercioes.com
  • eurohomejob.com
  • fastestrades.com
  • usaearns.com
  • idhomejob.com
  • ukhomejob.com
  • eurhomejob.com
on 03 Mar 2015 08:28 AM

26 Feb 2015

vagrant box di buaya

Mahyuddin Susanto

Pada saat ini buaya.klas.or.id telah menyediakan box untuk vagrant [0] dengan provider virtualbox. Hingga detik ini, beberapa distro yang didukung adalah Centos 5/6/7, Debian 7, OpenSUSE, Ubuntu, Lubuntu dan FreeBSD.

Untuk mengunduh box, dapat dilihat pada halaman berikut:
http://vagrant.klas.or.id/box/current/

Untuk kode sumber builder dapat ditemukan pada halaman github berikut:
https://github.com/udienz/packer

Contoh penggunaan;

mkdir debian-7.8.0-amd64
vagrant box add --provider virtualbox debian-7.8.0-amd64 http://vagrant.klas.or.id/box/current/virtualbox-debian-7.8.0-amd64.box
vagrant init debian-7.8.0-amd64
vagrant up

atau;

mkdir debian7-amd64
vagrant init buaya/debian7-amd64
vagrant up

untuk melihat shorturl vagrant buaya pada atlas dapat merujuk pada url berikut [2]

Tentang Vagrant

Vagrant adalah sebuah program yang memanfaatkan teknologi Mesin Virtual yang memungkinkan kita untuk membuat lingkungan development software secara portable, mudah di duplikasi, konsisten, sehingga proses pengembangan lebih fleksibel.

Jika menemukan bug, atau usulan improvisasi mohon melaporkan pada github.

Terimakasih


[0] https://www.vagrantup.com/
[1] https://www.virtualbox.org/
[2] https://atlas.hashicorp.com/boxes/search?provider=virtualbox&q=buaya

on 26 Feb 2015 09:15 AM

28 Jan 2015


Saya hanya mencoba menjalankan via live CD tidak berminat untuk memasang Ubuntu sebagai pendamping OS X di MacBook Pro 11.2 ini karena seluruh kebutuhan pekerjaan sudah ada di OS X. Jika keinginan memasang Ubuntu di MacBook Pro 11.2, silahkan ikuti petunjuk tautan dibawah.

https://help.ubuntu.com/community/MacBookPro11-1/Saucy

Beberapa perangkat keras di MacBook Pro 11.2 setelah pemasangan ubuntu selesai, banyak yang belum support tapi dapat disiasati dengan beberapa konfigurasi dibawah, selain beberapa isu perangkat keras dibawah sudah bisa berjalan lancar di MacBook Pro 11.2.
  • Pemasangan Ubuntu melalui Live CD USB flash drive ( Unetbootin atau Startup Disk Creator ) 
  • Boot EFI : konfigurasi lebih lanjut, silahkan mengikuti di tautan ini 
  • AirPort Wireless BCM4360 - perlu pemasangan driver dan konfigurasi ikuti petunjuk pemasangan tautan ini, saya sarankan menggunakan koneksi modem GSM, karena tidak ada lagi LAN Port kecuali anda punya converter LAN Port ke port Thunderbolt atau port USB, yang terpenting adalah cari cara untuk terkoneksi dengan repository Ubuntu.
  • Speaker : Sudah berjalan lancar jaya, tanpa konfigurasi lagi.
  • Touchpad Multitouch : konfigurasi lebih lanjut, silahkan mengikuti  tautan ini 
  • Retina Display : konfigurasi lebih lanjut, silahkan mengikuti tautan ini.
  • Keyboard : lancar jaya perlu sedikit konfigurasi untuk mengaktifkan FN mode ikuti tautan ini.
  • Port HDMI : sudah dapat digunakan baik menampilkan gambar dan mendengarkan sound dari port HDMI.
  • iSight Camera : sudah bisa berjalan sejak ubuntu 14.10, untuk ubuntu 13.10 tidak berjalan.

Selamat mencoba hacking MacBook Pro Retina 15 :)

on 28 Jan 2015 05:29 PM

27 Jan 2015

Cerita dari Pengembang: Our Story In 1994, two programmers started working on a web browser. Our idea was to make a really fast browser, capable of running on limited hardware, keeping in mind that users are individuals with their own requirements and wishes. Opera was born. Our little piece of software gained traction, our group […]
on 27 Jan 2015 10:16 PM