28 Jul 2016

Sama dengan tulisan sebelumnya, tulisan ini dibuat karena ada versi paket yang berubah. Untuk mengaktifkan fitur impor MARC, diperlukan dua paket yang dipasang saluran pemasangan pear. Adapun paket-paket tersebut adalah:

  1. structures_linkedlist
  2. file_marc
Untuk versi paket yang pertama, perintah pemasangannya tidak berbeda dengan perintah yang ada di tulisan sebelumnya, yaitu:
pear install channel://pear.php.net/structures_linkedlist-0.2.2
Sedangkan untuk paket kedua, sudah ada peningkatan versi. Versi paket yang tersedia di pear.php.net adalah versi 1.1.2. Jadi, untuk perintah pemasangannya adalah:
pear install channel://pear.php.net/file_marc-1.1.2
Selesai. Semoga bermanfaat :).
on 28 Jul 2016 03:46 PM
Sekedar pembaruan kecil. Kalau ditulisan sebelumnya, dibahas tentang pemasangan pustaka pada versi distribusi Ubuntu yang lama, tulisan ini lebih baru lagi, sebetulnya karena versi paket yang sudah berbeda sich.

Di GnU/Linux Ubuntu GNOME 16.04 ini, versi PHP yang digunakan sudahlah PHP7 secara baku. Permasalahan yang terjadi ditulisan sebelumnya, versi PHP yang digunakan adalah PHP5. Secara umum, paket-paket awal yang harus dipasang tidaklah berbeda. Pembedanya adalah ketika kita harus memasang paket YAZ dengan perintah:
# pecl install yaz
Apabila sistem mendeteksi kita belum memasang "phpize", maka proses pemasangan akan gagal. Untuk memasang phpize pada distribusi GnU/Linux yang menggunakan PHP7 secara baku, nama paket yang harus dipasang terlebih dahulu adalah:
# apt install php7.0-dev
Setelah paket tersebut dipasang, silahkan lanjutkan perintah pemasangan YAZ sesuai dengan urutan yang ada ditulisan sebelumnya.

Bon Appétit! 
 
on 28 Jul 2016 03:38 PM

27 Jul 2016

How to delete git branch local and remote?

To delete local branch:

git branch -d branch_name

To delete remote branch:

git push origin --delete branch_name

Note: origin is a remote name, please use remote name with yours

Then, in the other machine, you can sync it with remote with:

git fetch --all --prune

Bagaimana cara membuang branch di remote dan local?

Untuk membuang local branch:

git branch -d branch_name

Untuk membuang remote branch:

git push origin --delete branch_name

Kemudian, di mesin lain anda dapat melakukan sync dengan remote:

git fetch --all --prune

This is a post to remember myself when panic

Git, Delete branch Local dan Remote was originally published by at mahyuddin on July 28, 2016.

on 27 Jul 2016 10:47 PM
Awalnya, biasa saja. Tidak ada yang aneh-aneh dengan dual-boot di laptop yang saya gunakan. Laptop jadul yang saya gunakan ini memiliki dua sistem operasi, MS-Windows 10 (hasil pembaruan dari versi MS-Windows 7) dan GnU/Linux Ubuntu GNOME 16.04.

Sejak awal penggunaan, nggak ada masalah terutama tampilan waktu pada laptop. Tapi entah bagaimana, lantas masalah tampilan waktu ini terjadi. Begitu saja. Waktu yang ditampilkan oleh MS-Windows 10 berbeda dengan waktu yang ditampilkan oleh GnU/Linux Ubuntu GNOME 16.04. Waktu yang ditampilkan oleh MS-Windows 10 mundur 7 jam dari waktu yang ditampilkan oleh GnU/Linux Ubuntu GNOME 16.04.

Seperti biasanya, saya mencoba untuk mematikan sinkronisasi peladen waktu yang ada di sistem MS-Windows 10 supaya pengaturan waktunya dibuat menjadi manual saja, alih-alih otomatis. Saya berharap masalahnya bisa selesai. Ternyata tidak, sodara-sodari. WOW :D.

Nah ternyati, hasil dari mencari wangsit di sana dan di sini, ada satu tulisan yang mengulas bahwasanya, hal ini umum terjadi karena metode pengambilan data waktu yang berbeda. Katanya begini:

Windows uses your local time zone to set the time, but most other operating systems including OS X, Android, and many Linux distributions use Universal Time, or GMT to keep track of time and then convert that into your local time zone.

Paham ra son? Nah, begitulah. Kalo maksud dari kutipan di atas ada yang kurang tepat, langsung komplen ke yang nulis apa yang saya kutip ya :D. Masih dari artikel yang saya kutip, katanya, alih-alih mengubah masing-masing sistem operasi ke waktu lokal, yang lebih mudah adalah merubah konfigurasi pengambilan waktu yang ada di MS-Windows ke Universal Time.

Yuk kita mulai mengubah waktunya. Jangan lupa untuk masuk ke sistem operasi MS-Windows. Untuk melakukan perubahan, yang perlu kita lakukan adalah dengan merubah sedikit bagian dari registri sistem.

    1. Klik pada Start Menu
    2. Masukkan "regedit.exe" pada kotak pencarian
    3. Ketika jendela penyunting registri terbuka, arahkan ke HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\CurrentControlSet\Control\TimeZoneInformation
    4. Klik kanan pada panel sebelah kanan dan pilih "New"
    5. Lalu pilih DWORD (32-bit Value)
    6. Beri nama DWORD yang baru dibuat dengan nama "RealTimeIsUniversal" (tanpa tanda petik)
    7. Klik dua kali pada RealTimeIsUniversal kemudian ubah Value dari 0 menjadi 1
    8. Mula-ulang MS-Windows
Kalau apa yang kita lakukan sudah benar, seharusnya begitu masuk ke dalam MS-Windows, waktu yang ditunjukkan sudah tepat.

Akhirnya, memang terjawab sich, pertanyaan saya sejak lama, tentang bagaimana menyamakan waktu pada komputer dengan dual-boot. Metode yang dituliskan tadi langsung bisa menjawab penasaran saya. Alhamdulillah.

Bahan rujukan:

on 27 Jul 2016 03:27 PM

I created a planet feed then there is something wrong with its RSS feed that prevent me from posting the feed in my twitter account. below is the error

This page contains the following errors:

error on line 357 at column 40: xmlParseEntityRef: no name
Below is a rendering of the page up to the first error.

turns out the cause of the error is because one of the blogs that I aggregated into has a post title with (&) ampersand. now this ampersand symbol would be allright if it was put into a post body but if you put it into a post title then the above error would come up.

it’s a bit silly that a single ampersand could have fail the whole RSS feed in planetplanet. so yeah I hope you will not put ampersand in the title of your blog posting and just put it in the post body instead.

 


on 27 Jul 2016 12:42 PM

26 Jul 2016

Install RVM di Ubuntu

Mahyuddin Susanto

Install RVM di Ubuntu

Dalam keseharian, terkadang ada aplikasi yang memerlukan ruby versi tertentu. Sebagai contoh ketika kemarin saya melakukan migrasi dari wordpress ke jekyll saya memerlukan ruby minimal versi 2.0 untuk memasang jekyll. Server saya menggunakan Ubuntu 14.04 LTS, secara default Ubuntu 14.04 menggunakan ruby versi 1.9.1 sehingga saya tidak bisa menggunakan jekyll versi terakhir.

Solusi dari permasalahan ini adalah menggunakan RVM, RVM merupakan singkatan dari Ruby Version Manager yang bertugas untuk mengatur versi ruby di sebuah system, sehingga antar versi tidak salah tercampur. Hal ini mirip dengan python virtual environment.

Berikut adalah langkah-langkah cara pemasangan RVM di Ubuntu.

Persiapan

Pengaturan repository

Sebelum melakukan pemasangan, moghon pastikan jika ubuntu anda memiliki menggunakan repository yang benar. Pengaturan repository di Ubuntu dapat di cek di /etc/apt/sources.list, berikut adalah isi dari berkas /etc/apt/sources.list di system saya:

deb http://archive.ubuntu.com/ubuntu trusty main restricted universe multiverse
deb http://archive.ubuntu.com/ubuntu trusty-updates main restricted universe multiverse
deb http://security.ubuntu.com/ubuntu trusty-security main restricted universe multiverse

Upgrade paket ke versi terakhir

Sebelum melakukan pemasangan, alangkah baiknya bila kita melakukan update database paket dan upgrade paket ke versi terakhir, untuk itu silakan ketik perintah dibawah ini:

:~$ sudo apt-get update
:~$ sudo apt-get dist-upgrade -y

Install curl

Paket curl ini dibutuhkan nantinya untuk pemasangan RVM

:~$ sudo apt-get install curl -y

Pemasangan RVM

Setelah melakukan persiapan dasar, langkah selanjutnya adalah pemasangan RVM, pada pemasangan ini kita perlu mengimport kunci GPG dari developer RVM.

:~$ gpg --keyserver hkp://keys.gnupg.net --recv-keys D39DC0E3

Output:

gpg: directory `/home/mahyuddin/.gnupg' created
gpg: new configuration file `/home/mahyuddin/.gnupg/gpg.conf' created
gpg: WARNING: options in `/home/mahyuddin/.gnupg/gpg.conf' are not yet active during this run
gpg: keyring `/home/mahyuddin/.gnupg/secring.gpg' created
gpg: keyring `/home/mahyuddin/.gnupg/pubring.gpg' created
gpg: requesting key D39DC0E3 from hkp server keys.gnupg.net
gpg: /home/mahyuddin/.gnupg/trustdb.gpg: trustdb created
gpg: key D39DC0E3: public key "Michal Papis (RVM signing) <mpapis@gmail.com>" imported
gpg: no ultimately trusted keys found
gpg: Total number processed: 1
gpg:               imported: 1  (RSA: 1)

Install RVM

Langkah selanjutnya adalah memasang RVM

:~$ curl -sSL https://get.rvm.io | bash -s stable

Output:

Downloading https://github.com/rvm/rvm/archive/1.27.0.tar.gz
Downloading https://github.com/rvm/rvm/releases/download/1.27.0/1.27.0.tar.gz.asc
gpg: Signature made Tue 29 Mar 2016 01:49:47 PM UTC using RSA key ID BF04FF17
gpg: Good signature from "Michal Papis (RVM signing) <mpapis@gmail.com>"
gpg: WARNING: This key is not certified with a trusted signature!
gpg:          There is no indication that the signature belongs to the owner.
Primary key fingerprint: 409B 6B17 96C2 7546 2A17  0311 3804 BB82 D39D C0E3
     Subkey fingerprint: 62C9 E5F4 DA30 0D94 AC36  166B E206 C29F BF04 FF17
GPG verified '/home/mahyuddin/.rvm/archives/rvm-1.27.0.tgz'

Installing RVM to /home/mahyuddin/.rvm/
    Adding rvm PATH line to /home/mahyuddin/.profile /home/mahyuddin/.mkshrc /home/mahyuddin/.bashrc /home/mahyuddin/.zshrc.
    Adding rvm loading line to /home/mahyuddin/.profile /home/mahyuddin/.bash_profile /home/mahyuddin/.zlogin.
Installation of RVM in /home/mahyuddin/.rvm/ is almost complete:

  * To start using RVM you need to run `source /home/mahyuddin/.rvm/scripts/rvm`
    in all your open shell windows, in rare cases you need to reopen all shell windows.

# mahyuddin,
#
#   Thank you for using RVM!
#   We sincerely hope that RVM helps to make your life easier and more enjoyable!!!
#
# ~Wayne, Michal & team.

In case of problems: https://rvm.io/help and https://twitter.com/rvm_io

Setup environment

Untuk melanjutkan setup RVM, kita perlu membuat RVM kedalam environment bash. Pada beberapa case tertentu, kita harus memuat RVM pada sesi shell sebagai function. Untuk itu pastikan bahwasanya pada berkas ~/.bashrc mengandung dua baris berikut:

export PATH="$PATH:$HOME/.rvm/bin" # Add RVM to PATH for scripting
[[ -s "$HOME/.rvm/scripts/rvm" ]] && source "$HOME/.rvm/scripts/rvm"

Setelah itu, load berkas ~/.bashrc kedalam sesi sekarang dengan perintah sebegai berikut:

:~$ source ~/.bashrc

Install paket dependency ruby

Untuk memasang RVM, beberapa dependency juga perlu dipasang. Untuk pemasangan nya silakan lakukan perintah dibawah ini:

:~$ rvm requirements

Output:

Checking requirements for ubuntu.
Installing requirements for ubuntu.
Updating system.......
Installing required packages: patch, gawk, g++, gcc, make, libc6-dev, patch, libreadline6-dev, zlib1g-dev, libssl-dev, libyaml-dev, libsqlite3-dev, sqlite3, autoconf, libgmp-dev, libgdbm-dev, libncurses5-dev, automake, libtool, bison, pkg-config, libffi-dev................................
Requirements installation successful.
:~$

Memilih versi ruby

Untuk melakukan cek versi berapa saja versi ruby yang tersedia, kita dapat melakukan cek dengan perintah dibawah ini

:~$ rvm list known

Output:

# MRI Rubies
[ruby-]1.8.6[-p420]
[ruby-]1.8.7[-head] # security released on head
[ruby-]1.9.1[-p431]
[ruby-]1.9.2[-p330]
[ruby-]1.9.3[-p551]
[ruby-]2.0.0[-p648]
[ruby-]2.1[.8]
[ruby-]2.2[.4]
[ruby-]2.3[.0]
[ruby-]2.2-head
ruby-head

Pada kali ini kita akan meenggunakan ruby versi 2.3, jika anda menginkan versi lain, pastikan bahwa versi nya ada dalam daftar.

:~$ rvm install 2.3

Output:

Searching for binary rubies, this might take some time.
Found remote file https://rubies.travis-ci.org/ubuntu/14.04/x86_64/ruby-2.3.0.tar.bz2
Checking requirements for ubuntu.
Requirements installation successful.
ruby-2.3.0 - #configure
ruby-2.3.0 - #download
  % Total    % Received % Xferd  Average Speed   Time    Time     Time  Current
                                 Dload  Upload   Total   Spent    Left  Speed
  0     0    0     0    0     0      0      0 --:--:-- --:--:-- --:--:--     0
100 25.1M  100 25.1M    0     0  1373k      0  0:00:18  0:00:18 --:--:-- 3681k
No checksum for downloaded archive, recording checksum in user configuration.
ruby-2.3.0 - #validate archive
ruby-2.3.0 - #extract
ruby-2.3.0 - #validate binary
ruby-2.3.0 - #setup
ruby-2.3.0 - #gemset created /home/mahyuddin/.rvm/gems/ruby-2.3.0@global
ruby-2.3.0 - #importing gemset /home/mahyuddin/.rvm/gemsets/global.gems....................................
ruby-2.3.0 - #generating global wrappers........
ruby-2.3.0 - #gemset created /home/mahyuddin/.rvm/gems/ruby-2.3.0
ruby-2.3.0 - #importing gemsetfile /home/mahyuddin/.rvm/gemsets/default.gems evaluated to empty gem list
ruby-2.3.0 - #generating default wrappers........

Langkah selanjutnya adalah memastikan ruby versi 2.3 digunakan sebagai versi ruby default untuk user. Untuk melakukannya, apat mengeksekusi perintah dibawah ini:

:~$ rvm use 2.3 --default
mahyuddin@ubuntu:~$ rvm use 2.3 --default
Using /home/mahyuddin/.rvm/gems/ruby-2.3.0

Cek versi ruby

Untuk melakukan pengecekkan versi ruby yang sedang digunakan oleh sesi user sekarang, silakan ketik perintah dibawah ini dan pastikan bahwasanya output dari kedua peintah mengandung versi 2.3

:~$ which ruby
:~$ ruby --version

Output

:~$ which ruby
/home/mahyuddin/.rvm/rubies/ruby-2.3.0/bin/ruby
:~$ ruby --version
ruby 2.3.0p0 (2015-12-25 revision 53290) [x86_64-linux]

Hasil dari output diatas menunjukkan bahwa ruby yang digunakan sekarang adalah versi ruby 2.3

Manajemen ruby menggunakan RVM

Cek versi ruby yang terinstall

Untuk melakukan cek versi berapa saja ruby yang sudah dipasang, silakabn ketk perintah dibawah ini:

:~$ rvm list

Output

rvm rubies

   ruby-2.0.0-p648 [ x86_64 ]
   ruby-2.1.8 [ x86_64 ]
   ruby-2.2.4 [ x86_64 ]
=* ruby-2.3.0 [ x86_64 ]

# => - current
# =* - current && default
#  * - default

Switch ke versi ruby lain

Jika versi lain sudah terinstall, silakan gunakan perintah rvm use, contoh:

:~$ rvm use 2.2
Using /home/mahyuddin/.rvm/gems/ruby-2.2.4

:~$ which ruby
/home/mahyuddin/.rvm/rubies/ruby-2.2.4/bin/ruby

:~$ ruby --version
ruby 2.2.4p230 (2015-12-16 revision 53155) [x86_64-linux]

Bash completion

Salah satu fitur dari RVM adalah adanya fitur tab completion untuk mengaktifkan tab completion, pastikan dalam berkas ~/.bashrc anda terdapat baris berikut:

[[ -r $HOME/.rvm/scripts/completion ]] && . $HOME/.rvm/scripts/completion

Silakan dicoba

Install RVM di Ubuntu was originally published by at mahyuddin on July 27, 2016.

on 26 Jul 2016 06:46 PM

22 Jul 2016

mysql
HA Proxy Galera

HA Proxy encapsulate a Galera cluster for High-Availability solution.

Ada banyak aplikasi PHP di luar sana yang secara naas belum bisa pindah dari MySQL ke PostgreSQL. Aplikasi seperti WordPress dan Magento. Untuk aplikasi-aplikasi kritikal tersebut, diperlukan adanya redundansi untuk menjamin data. Untungnya, sekarang sudah ada produk Galera Cluster yang bisa mencapai itu. Produk ini menjadikan serangkaian MySQL Server untuk memiliki replikasi data yang sama.

Eh, tapi kayaknya kalau nanti PHP7 sudah resmi, mereka bakal dipaksa menggunakan ADODB, deh. Abstraksi ADODB memungkinkan SQL yang portabel. Hmm… sepertinya alasan ini nantinya bakal tidak ada.

Atau, mungkin Anda tertarik mengetahui bagaimana layanan MySQL Object (DBaaS) pada AWS dibuat? Atau, bagaimana layanan DBaaS pada OpenStack dibuat?

Ah, sudahlah, apa pun alasan supaya artikel ini ditulis supaya menjaga semangat ngeblog. Sejujurnya, saya menulis tutorial ini karena mood lagi naik akibat mendapatkan banyak Pokémon unik tadi siang di Perpustakaan Pusat UI.

Konfigurasi Peladen

Supaya tidak pusing, saya jelaskan dalam contoh kali ini ada 4 peladen. Satu peladen untuk HAProxy (harusnya dua, tapi saya malas). Lalu, tiga peladen menjadi peladen MySQL. Saya memilih untuk menggunakan MariaDB karena gratis dan mudah konfigurasi Galera-nya.

Peladen HAPROXY (selanjutnya dalam artikel akan saya sebut HAProxy)

  • IP 1: 192.168.1.12
  • IP 2: 192.168.101.1

IP 1 adalah IP eksternal yang digunakan untuk berhubungan dengan aplikasi. IP 2 adalah IP internal dalam jaringan lokal basisdata. Perhatikan baik-baik! Implementasi pusat data yang baik seharusnya memisahkan antara jaringan aplikasi, jaringan basisdata, jaringan administrasi, dan jaringan lainnya. Walau pun keempat peladen ini dijalankan pada VirtualBox sekalipun, tetap saya pisahkan untuk menunjukkan arsitektur yang benar.

Ada tiga peladen yang akan digunakan sebagai peladen basisdata. Saya akan namakan MariaDB1 (192.168.101.10), MariaDB2 (192.168.101.11), dan MariaDB3 (192.168.101.12). Walau pun nantinya setiap peladen bisa ditulisi, saya akan menggunakan peladen MariaDB1 sebagai awalan.

Berhubung saya malas, saya akan kurang detail menjelaskan. Silakan tinggalkan komentar bila kurang jelas. Saya menggunakan Debian Jessie sebagai sistem operasi dasar. Lalu, saya memilih menggunakan MariaDB 10.1 karena dia sudah mendukung langsung Galera Cluster.

Memasang MariaDB

Lakukan ini pada setiap peladen MariaDB: MariaDB1, MariaDB2, dan MariaDB3. Pokoknya, identik!

Memasang Peladen MariaDB

Aktifkan repositori MariaDB. Sebagai contoh dengan menggunakan Perkakas Konfigurasi Repositori kali ini saya ambil cermin Biznet karena yang sebelumnya Kartolo. Buatlah berkas /etc/apt/sources.list.d/mariadb.list yang berisi:

# MariaDB 10.1 repository list - created 2016-07-22 08:52 UTC
# http://downloads.mariadb.org/mariadb/repositories/
deb [arch=amd64,i386] http://mariadb.biz.net.id/repo/10.1/debian jessie main
deb-src http://mariadb.biz.net.id/repo/10.1/debian jessie main

Atau cara lainnya:

sudo apt-get install software-properties-common
sudo add-apt-repository 'deb [arch=amd64,i386] http://mariadb.biz.net.id/repo/10.1/debian jessie main'

Setelah itu, impor kunci publik repositori MariaDB:

sudo apt-key adv --recv-keys --keyserver keyserver.ubuntu.com 0xcbcb082a1bb943db

MariaDB versi 10.1 sudah memasang Galera secara baku. Jadi, perintah pemasangan menjadi lebih mudah, cukup:

sudo apt-get install mariadb-server

Setelah itu, matikan layanan MariaDB:

sudo systemctl stop mysql

Atau, kalau Anda nyentrik atau punya alasan idealisme lainnya sehingga tidak menggunakan SystemD:

sudo service mysql stop

Setelah ini, konfigurasi Galera.

Berkas yang Identik

Debian Jessie menggunakan konfigurasi /etc/mysql/debian.cnf untuk menyediakan pengguna internalnya. Pengguna internal ini yang digunakan oleh Debian dalam mengonfigurasi peladen MySQL. Salin berkas tersebut dari MariaDB1 ke MariaDB2 dan MariaDB3 sehingga ketiganya memiliki /etc/mysql/debian.cnf yang identik.

Hanya berkas ini yang tidak identik karena dibuat secara otomatis oleh Debian pada saat pemasangan. Tetapi, kita perlu ketiga peladen memiliki konfigurasi yang identik. Itu sebabnya, satu berkas yang berbeda ini yang perlu disamakan.

Buat Konfigurasi untuk Kluster Galera

Pada ketiga peladen (MariaDB1, MariaDB2, MariaDB3) buat konfigurasi /etc/mysql/conf.d/galera.cnf

[mysqld]
#mysql settings
binlog_format=ROW
default-storage-engine=innodb
innodb_autoinc_lock_mode=2
innodb_doublewrite=1
query_cache_size=0
query_cache_type=0
bind-address=0.0.0.0

#galera settings
wsrep_on=ON
wsrep_provider=/usr/lib/galera/libgalera_smm.so
wsrep_cluster_name="apakek_cluster"
wsrep_cluster_address=gcomm://192.168.101.10,192.168.101.11,192.168.101.12
wsrep_sst_method=rsync

Silakan ganti nama berkas galera.cnf dengan nama lain kalau Anda mau. Silakan ganti “apakek_cluster” sesuai selera Anda untuk mendapatkan nama kluster yang jauh lebih baik.

Aktifkan Salah Satu Peladen Terlebih Dahulu

Lakukan langkah ini di salah satu peladen yang akan dimulai pertama kali. Bisa jadi karena pemasangan baru seperti saat ini. Atau, bisa jadi ada mati lampu sehingga menyebabkan seluruh kluster mati. Atau, laptop Anda baru dinyalakan kembali. Intinya, lakukan langkah ini pada saat tidak ada satu pun peladen yang menyala dan kluster ini baru mau dinyalakan dulu.

Bila pada kasus mati lampu atau peladen mati mendadak (crash), periksa berkas /var/lib/mysql/grastate.dat pada masing-masing peladen untuk memilih mana peladen dengan data terbaru. Sehingga, peladen tersebutlah yang dimulai pertama kali.

Bila Anda menggunakan SystemD, gunakan skrip ini:

sudo /usr/bin/galera_new_cluster

Atau, demi alasan idealisme atau apa pun sehingga Anda membuang SystemD dan menggunakan sistem init lainnya:

sudo service mysql start --wsrep-new-cluster

Pada saat ini seharusnya sudah berjalan:

$ sudo mysql --defaults-file=/etc/mysql/debian.cnf -e 'SELECT VARIABLE_VALUE as "cluster size" FROM INFORMATION_SCHEMA.GLOBAL_STATUS WHERE VARIABLE_NAME="wsrep_cluster_size"'
+--------------+
| cluster size |
+--------------+
| 1            |
+--------------+

Kalau 0, berarti Anda ada salah konfigurasi di suatu tempat.

Jalankan Peladen MariaDB Sisanya

Pada dua peladen sisanya, MariaDB dijalankan dengan cara normal:

sudo systemctl start mysql

Atau

sudo service mysql start

Seharusnya, apabila tidak ada kerusakan, pada akhirnya akan ada tiga peladen.

$ sudo mysql --defaults-file=/etc/mysql/debian.cnf -e 'SELECT VARIABLE_VALUE as "cluster size" FROM INFORMATION_SCHEMA.GLOBAL_STATUS WHERE VARIABLE_NAME="wsrep_cluster_size"'
+--------------+
| cluster size |
+--------------+
| 3            |
+--------------+

Sampai saat ini, Galera sudah selesai dibuat. Anda lakukan operasi SQL pada salah satu peladen mana pun hasilnya akan sama.

BONUS TUGAS

Terakhir, untuk tugas. Silakan buat satu pengguna Admin Super yang bisa membuat basis data dan penggunanya. Pengguna ini harus bisa mengakses dari luar.

Konfigurasi HAProxy

Pada salah satu peladen MariaDB (MariaDB1/MariaDB2/MariaDB3), buat sebuah pengguna HAProxy di basisdata. Pengguna ini akan mengkueri basisdata untuk mengecek keberlangsungan masing-masing peladen.

sudo mysql --defaults-file=/etc/mysql/debian.cnf -e "CREATE USER 'haproxy'@'192.168.101.1'"

Ganti nama pengguna haproxy dengan sesuatu yang lebih kreatif. Demi keamanan, jangan cuma copas saja di sini!

Lalu, masuk pada peladen HAProxy dan pasang HAProxy di sana:

sudo apt-get install haproxy

Lalu, buat konfigurasi HAProxy. Caranya, tambahkan baris-baris ini pada berkas konfigurasi /etc/haproxy/haproxy.cfg

# Load Balancing for Galera Cluster
listen galera 192.168.1.12:3306
     balance source
     mode tcp
     option tcpka
     option mysql-check user haproxy
     server node1 192.168.101.10:3306 check weight 1
     server node2 192.168.101.11:3306 check weight 1
     server node2 192.168.101.12:3306 check weight 1

Ganti nama pengguna haproxy dengan sesuatu yang lebih kreatif. Demi keamanan, jangan cuma copas saja di sini!

Lalu, jalankan ulang HAProxy. (Pada titik ini saya sudah malas membuat dua versi)

sudo service haproxy restart

Selesai.

Optimasi

Bonus untuk landasan pemikiran. Berikut arsitektur-arsitektur alternatif yang bisa dibuat untuk memenuhi kebutuhan.

  1. Ganti HAProxy dengan perangkat keras router atau load-balancer.
  2. Pasang HAProxy pada setiap peladen aplikasi agar menghilangkan bottleneck jaringan. Jadi, hubungan antara aplikasi dan basisdata menjadi M:N. Kalau pakai ini, HAProxy lebih baik bind ke localhost jangan ke IP. Jadi, akses per aplikasi langsung ke localhost. Ini pondasi arsitektur layanan mikro (microservice architecture).
    HAProxy per apps

    HAProxy per apps

  3. Partisi peladen-peladen aplikasi untuk mengakses hanya salah peladen dalam kluster.
  4. Tambah jumlah peladen dalam kluster.

Jumlah kluster 3 itu adalah demi memenuhi konsep kuorum.

Optimasi Lebih Lanjut yang Belum Sempat Ditulis Karena Saya Ingin Mencari Pokémon Lagi Riset Lebih Lanjut

Ada riset lanjutan yang dapat membuat arsitektur aplikasi lebih terskalakan. Yakni, membuat sebuah peladen obyek penyimpan (storage object) semacam Amazon S3 dengan menggunakan OpenStack Swift dengan menggunakan CEPH. Atau, implementasi sederhana dengan GlusterFS atau NFS. Silakan kembangkan lebih lanjut agar aplikasi Anda lebih terskalakan.

Gunakan Puppet, Ansible, Chef, atau konfigurator apa pun yang lebih baik. Kalau arsitektur sudah skala besar seperti ini, mengubah peladen satu persatu itu sudah mustahil bila tanpa ada kesalahan. Buat tutorial ini menjadi cookbook/rule yang bisa secara dinamis di-deploy.

Semoga bermanfaat.

Bacaan Lebih Lanjut

on 22 Jul 2016 12:44 PM

20 Jul 2016

Migrasi Ke Jekyll

Mahyuddin Susanto

Migrasi ke Jekyll

Sudah lama saya menggunakan wordpress, dan saat ini saya memutuskan untuk menggunakan jekyll. Saya memilih jekyll karena jekyll sangat cepat (karena static) dan support markdown (bahasa yang saya suka). Beberapa pertimbangan lain yang ada adalah hosting situs ini menggunakan shared hosting, jadi sangat rentan apabila menggunakan wordpress, seperti yang kita tahu wordpress adalah salah satu cms favorit untuk dijadikan target serangan. Walau sebenarnya kita bisa melakukan pencegahan, tapi saya hanya ingin pengaturan minimal untuk situs ini. CMIIW

Untuk migrasi ke dari wordpress ke jekyll pun sangat mudah dan tidak membutuhkan proses yang bertele-tele dan panjang, saya menggunakan exitwp untuk melakukan export post dan halaman ke format markdown. Kebetulan saya menggunakan Ubuntu untuk melakukan proses migrasi ini jadi tinggal mengikuti prosedur yang ada.

Migrasi Ke Jekyll was originally published by at mahyuddin on July 21, 2016.

on 20 Jul 2016 08:58 PM

17 Jul 2016

There few methods available that you can find in the Internet but the method that I like to share it’s bit different. May be, it will suitable for you.

What is the benefit of OFFLINE installation?
You don’t have to connect to the Internet when you install new application and you can distribute it easily.

In this tutorial, I use Ubuntu 14.04.

Below are the steps:

1.Clean the folder /var/cache/apt/archives
Open your linux terminal then type the command below:
$sudo apt-get clean

This command will clean all .deb file in folder /var/cache/apt/archives.
Clean the folder is important otherwise it will mixed up with the previous download application files.
For folder /var/cache/apt/archives/partial is only temporary place before files moved to archieves, so it will automatically cleaned.

2.Update the source list.
Connect to the Internet and update your package list because sometimes your application it’s not the list yet.
$sudo apt-get update

3.Download the application.
For example, you want to download nmap. Type the command below. This command only download the .deb files of the application in folder /var/cache/apt/archives, NOT install it. $sudo apt-get install -d nmap
(d = –download-only)

darklinux@darklinux:~$ nmap
The program ‘nmap’ is currently not installed. You can install it by typing:
sudo apt-get install nmap
darklinux@darklinux:~$ sudo apt-get install -d nmap
[sudo] password for darklinux:
Reading package lists… Done
Building dependency tree
Reading state information… Done
The following extra packages will be installed:
libblas3 liblinear-tools liblinear1
Suggested packages:
libsvm-tools liblinear-dev
The following NEW packages will be installed:
libblas3 liblinear-tools liblinear1 nmap
0 upgraded, 4 newly installed, 0 to remove and 500 not upgraded.
Need to get 4.102 kB of archives.
After this operation, 18,3 MB of additional disk space will be used.
Do you want to continue? [Y/n] y
Get:1 http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ trusty/main libblas3 i386 1.2.20110419-7 [183 kB]
Get:2 http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ trusty/main liblinear1 i386 1.8+dfsg-1ubuntu1 [32,0 kB]
Get:3 http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ trusty/main liblinear-tools i386 1.8+dfsg-1ubuntu1 [18,1 kB]
Get:4 http://id.archive.ubuntu.com/ubuntu/ trusty/main nmap i386 6.40-0.2ubuntu1 [3.869 kB]
Fetched 4.102 kB in 28s (144 kB/s)
Download complete and in download only mode
darklinux@darklinux:~$
offline installation

4.Create a folder and copy all the .deb files in it.
Goto /var/cache/apt/archives folder, copy all the .deb files to your nmap folder.
Below is the example of my applications collection.offline installation2

5.Goto nmap folder and install the package.
I suggest to install the application using dpkg (package manager for debian). From Linux Terminal, goto to your nmap folder then type the command below.
$sudo dpkg -i *.deb

darklinux@darklinux:/media/darklinux/Data300GB/01_LINUX/08-DEB COLLECTIONS for Ubuntu 14.04/nmap$ sudo dpkg -i *.deb
[sudo] password for darklinux:
(Reading database … 167847 files and directories currently installed.)
Preparing to unpack libblas3_1.2.20110419-7_i386.deb …
Unpacking libblas3 (1.2.20110419-7) over (1.2.20110419-7) …
Preparing to unpack liblinear1_1.8+dfsg-1ubuntu1_i386.deb …
Unpacking liblinear1 (1.8+dfsg-1ubuntu1) over (1.8+dfsg-1ubuntu1) …
Preparing to unpack liblinear-tools_1.8+dfsg-1ubuntu1_i386.deb …
Unpacking liblinear-tools (1.8+dfsg-1ubuntu1) over (1.8+dfsg-1ubuntu1) …
Selecting previously unselected package nmap.
Preparing to unpack nmap_6.40-0.2ubuntu1_i386.deb …
Unpacking nmap (6.40-0.2ubuntu1) …
Setting up libblas3 (1.2.20110419-7) …
Setting up liblinear1 (1.8+dfsg-1ubuntu1) …
Setting up liblinear-tools (1.8+dfsg-1ubuntu1) …
Setting up nmap (6.40-0.2ubuntu1) …
Processing triggers for man-db (2.6.7.1-1ubuntu1) …
Processing triggers for libc-bin (2.19-0ubuntu6.5) …
darklinux@darklinux:/media/darklinux/Data300GB/01_LINUX/08-DEB COLLECTIONS for Ubuntu 14.04/nmap$

Test the application:
darklinux@darklinux:/media/darklinux/Data300GB/01_LINUX/08-DEB COLLECTIONS for Ubuntu 14.04/nmap$ nmap localhost
Starting Nmap 6.40 ( http://nmap.org ) at 2016-07-17 19:33 WIB
Nmap scan report for localhost (127.0.0.1)
Host is up (0.00063s latency).
Not shown: 999 closed ports
PORT STATE SERVICE
631/tcp open ipp
Nmap done: 1 IP address (1 host up) scanned in 0.09 seconds
darklinux@darklinux:/media/darklinux/Data300GB/01_LINUX/08-DEB COLLECTIONS for Ubuntu 14.04/nmap$

Happy trying.


on 17 Jul 2016 12:53 PM

15 Jul 2016

Pokémon GO

Jan Peter

mad-scientist

Pokémon GO adalah sebuah permainan baru yang memiliki fitur AR (Augmented Reality). Teknologi AR ini memberikan efek bahwa lingkungan sekitar kita ada hal-hal yang lain. Dalam hal ini, ada Pokémon yang sedang bermain di atas meja contohnya.

Setidaknya di UI banyak orang berkumpul bermain permainan ini. Tempat yang paling sering dikunjungi adalah Perpustakaan UI, terutama yang mendekati danau. Kalau waktu malam, Parkiran FIB, Halte Sepeda Fasilkom, dan Perpustakaan UI.

Pokémon GO dikembangkan oleh Niantic, perusahaan yang mengembangkan permainan serupa, INGRESS. Data spasial Pokémon GO ini memang diambil dari INGRESS. Jangan heran oleh sebab itu di Indonesia banyak situs yang bisa dikunjungi untuk mendapatkan Pokémon langka. Bahkan, kalau mau lebih lanjut, kita bisa menebak Pokémon langka dari permainan INGRESS.

Demikian. Mengenai isu privasi dan dampak sosial, saya akan tuliskan lebih lanjut apabila kemalasan menghilang. Sekian.

on 15 Jul 2016 04:48 PM

using ubuntu

Yakob

I had to go back to using ubuntu again in my computer desktop as my windows had been acting up. the problem started when my old graphics card died and I had to use the new one and the problem was that this new graphic card that is GT630 has a problem with its driver so when I installed the driver in windows 7 or windows XP, it just won’t work and the display is just worsened and not very smooth. even in windows 7 the screen always shows blue screen of death everytime I installed the drivers.

so yeah, in conclusion I had to let go of everything windows and now use ubuntu and as it turns out ubuntu can handle this graphic cards really well and the display is smooth and stable. I just need to learn all the command line and install necessary software for making my experience with ubuntu a lot better. beside I am also planning to use VPS in the coming days so having ubuntu will smoother the experience in managing a server as I need to adapt in using command line.

 

 


on 15 Jul 2016 06:53 AM

12 Jul 2016

KDE Neon 5.7

Fakhrul Rijal

Baru nyoba KDE Neon 5.7 yang ternyata dibangun dari Ubuntu 16.04 Xenial.
Pasang di VirtualBox dengan jatah RAM 2048megabytes.
Ternyata ruingan buangeet... 
Joss KDE.
on 12 Jul 2016 06:29 PM

11 Jul 2016

Yang perlu dipertegas dan disampaikan sebelum membuat penafsiran yang salah tentang sebuah ilustrasi dari gambar pada tulisan ini, antara lain: Mohon maaf kepada Arya Permana (10) telah meminjam fotonya; Mohon maaf kepda Orang Tua Arya Permana karena fotonya dipakai pada tulisan ini; Terima kasih pada Kompas Online atas beritanya, telah menginspirasi saya untuk berpikir dan […]
on 11 Jul 2016 06:03 PM

04 Jul 2016

have you ever wonder why indexes always start at  0 but not at 1 ?

animals = ['bear', 'tiger', 'penguin', 'zebra']
bear = animals[0]
tiger = animals[1]

You take a list of animals, and then you get the first (1st) one using 0?! How does that work? Because of the way math works, Python and other progamming languages starts its lists at 0 rather than 1.

The best way to explain why this is happening is by showing you the difference between how you use numbers and how programmers use numbers.

Imagine you are watching the four animals in our list (['bear', 'tiger', 'penguin', 'zebra']) run in a race. They cross the finish line in the order we have them in this list. The race was really exciting because the animals didn’t eat each other and somehow managed to run a race. Your friend shows up late and wants to know who won. Does your friend say, “Hey, who came in zeroth?” No, he says, “Hey, who came in first?”

This is because the order of the animals is important. You can’t have the second animal without the first (1st) animal, and you can’t have the third without the second. It’s also impossible to have a “zeroth” animal since zero means nothing. How can you have a nothing win a race? It just doesn’t make sense. We call these kinds of numbers “ordinal” numbers, because they indicate an ordering of things.

Programmers, however, can’t think this way because they can pick any element out of a list at any point. To programmers, the list of animals is more like a deck of cards. If they want the tiger, they grab it. If they want the zebra, they can take it too. This need to pull elements out of lists at random means that they need a way to indicate elements consistently by an address, or an “index,” and the best way to do that is to start the indices at 0. Trust me on this: the math is way easier for these kinds of accesses. This kind of number is a “cardinal” number and means you can pick at random, so there needs to be a 0 element.

Remember: ordinal == ordered, 1st; cardinal == cards at random, 0.


on 04 Jul 2016 04:24 PM

01 Jul 2016

puppet-lint as Docker

Mahyuddin Susanto

Hi readers,

Just want to let you know that i have created a docker container for puppet syntax checker. You can found the container at here, and if you interest to use this container please follow below instructions:

  1. Assumed if you have own puppet module (or you can for popular modules, let say puppetlabs-apt)

  2. Your own module located in ~/puppet/module and you are now in there

To check your module just type below in your terminal

$ docker run -v $(pwd):/code udienz/puppet-lint

You may see te output like below:

Don't run Bundler as root. Bundler can ask for sudo if it is needed, and
installing your bundle as root will break this application for all non-root
users on this machine.
Fetching gem metadata from https://rubygems.org/
Fetching version metadata from https://rubygems.org/
Installing rake 11.2.2
Installing CFPropertyList 2.2.8
Installing ast 2.3.0
Installing diff-lcs 1.2.5
Installing facter 2.4.6
Installing json_pure 2.0.1
Installing json 2.0.1 with native extensions
Installing metaclass 0.0.4
Installing spdx-licenses 1.1.0
Installing powerpack 0.1.1
Installing puppet-lint 1.1.0
Installing rspec-support 3.5.0
Installing rainbow 2.1.0
Installing ruby-progressbar 1.8.1
Installing unicode-display_width 1.1.0
Using bundler 1.12.5
Installing puppet-syntax 2.1.0
Installing parser 2.3.1.2
Installing hiera 3.2.0
Installing mocha 1.1.0
Installing metadata-json-lint 0.0.11
Installing puppet-lint-absolute_template_path 1.0.0
Installing puppet-lint-strict_indent-check 2.0.2
Installing puppet-lint-trailing_newline-check 1.0.0
Installing puppet-lint-unquoted_string-check 0.3.0
Installing puppet-lint-variable_contains_upcase 1.0.0
Installing rspec-core 3.5.0
Installing rspec-expectations 3.5.0
Installing rspec-mocks 3.5.0
Installing rubocop 0.41.1
Installing puppet 4.5.2
Installing rspec 3.5.0
Installing rspec-puppet 2.4.0
Installing puppetlabs_spec_helper 1.1.1
Bundle complete! 12 Gemfile dependencies, 34 gems now installed.
Use `bundle show [gemname]` to see where a bundled gem is installed.
---> syntax:manifests
---> syntax:templates
---> syntax:hiera:yaml
puppet-lint manifests/account.pp
WARNING: line has more than 80 characters on line 33
WARNING: line has more than 80 characters on line 39
WARNING: line has more than 80 characters on line 45
WARNING: line has more than 80 characters on line 51
WARNING: line has more than 80 characters on line 57
WARNING: line has more than 80 characters on line 63
puppet-lint manifests/debian/sourceslist/ubuntu.pp
puppet-lint manifests/debian/sourceslist/debian.pp
puppet-lint manifests/fqdn/vpswow1.pp
puppet-lint manifests/fqdn/vpswow2.pp
puppet-lint manifests/fqdn/vpswow3.pp
puppet-lint manifests/fqdn/sealabs.pp
puppet-lint manifests/fqdn/vpswow4.pp
puppet-lint manifests/fqdn.pp
puppet-lint manifests/package.pp
puppet-lint manifests/init.pp
puppet-lint manifests/package/nginx.pp
puppet-lint manifests/package/common.pp
puppet-lint manifests/package/ssh.pp
WARNING: line has more than 80 characters on line 41
WARNING: line has more than 80 characters on line 47
WARNING: line has more than 80 characters on line 53
puppet-lint manifests/redhat.pp
puppet-lint manifests/debian.pp
puppet-lint manifests/centos.pp
puppet-lint manifests/osfamily.pp
puppet-lint manifests/docker.pp
ruby -c spec/spec_helper.rb
Syntax OK
ruby -c spec/classes/init_spec.rb
Syntax OK

You might fix ERROR/WARNING messages :) Happy hacking

puppet-lint as Docker was originally published by at mahyuddin on July 02, 2016.

on 01 Jul 2016 08:49 PM
KDE GIT

Pada KDE5, para pengguna GIT akan selalu disedihkan dengan pertanyaan seperti ini:

$ git pull
Username for 'https://git.repository.com': me
Password for 'https://me@git.repository.com': xxxxx

Mengapa hanya KDE5? Karena GIT menyediakan integrasi dengan GNOME Keyring. Ya, bisa saja memasang GNOME Keyring. Tapi, itu bukanlah KDE5 yang kita cintai! ;-(

Untungnya, ada integrasi dengan mekanisme SSHASKPASS.

Pertama-tama, pasang implementasi KDE5 untuk SSHASKPASS.

sudo apt-get install ksshaskpass

Buat ksshaskpass sebagai penyimpan sandi.

git config --global core.askpass /usr/bin/ksshaskpass

Selanjutnya, Anda harus membuat keputusan.

Memasukkan Login per Repositori GIT

Kalau Anda hanyalah pengguna dari sebuah repositori tunggal, Anda cukup menyimpan login di lokal saja. Ini dilakukan di setiap direktori GIT.

git config --local credential.https://git.repository.com.username "me"

Kemungkinan besar, Anda adalah seorang leecher seperti saya pengembang yang mengakses lebih dari satu repositori dalam sebuah situs GIT. Untuk itu, bisa dibuatkan repositorinya.

git config --global credential.https://git.repository.com.username "me"

Sampai sini, Anda sudah selesai.

Terakhir

Apa yang terjadi?

Bacaan Lebih Lanjut

on 01 Jul 2016 02:23 PM

28 Jun 2016

the problem was that since telkom blocked reddit, netflix and god-knows-what-else-did-they-blocked. I need to find a way to circumvent this issues head on. turns out that telkom only blocked the keywords but not the ip address of the server’s website so when you open netflix.com then you’d get into a page of internetpositif which is basically telkom way of telling you that you can’t open this website.

one way to bypass this is to put this line of code in your ‘/etc/hosts’. and if you use windows then you can open the file in C:\Windows\System32\drivers\etc and input the following line using text editor.

127.0.0.1       localhost
::1             localhost
127.0.0.1 cfs.u-ad.info
127.0.0.1 adscenter.u-ad.info
127.0.0.1 u-ad.info
127.0.0.1 cfs2.uzone.id

198.41.209.141 reddit.com
198.41.209.141 www.reddit.com
75.101.139.66 netflix.com
75.101.139.66 www.netflix.com

there you have it, so everytime you encountered blocked website then you should just find the server ip address and put the ip address in hosts file and update it and you can open the blocked website without the need to use vpn.

simple solution for censorship.


on 28 Jun 2016 10:28 AM
Wily Broke The Window

Saya punya problema KMail2 yang saya pasang di KDE semenjak KDE SC 4 sering crash. Bahkan, saya terpaksa menghapus ulang seluruh konfigurasi KDE demi bisa memasang ulang KMail2. Memang, saya bisa saja memasang Thunderbird. Tapi, saya jatuh cinta dengan cara pakai di KMail2.

Setelah pemasangan KDE Neon, distro baru berdasarkan Kubuntu LTS 16.04, saya menemukan bahwa saya tidak bisa menggunakan KMail2! Usut punya usut, ternyata karena sistem saya menggunakan Oracle MySQL 5.7. Ada sintaks SQL yang tidak lagi cocok dengan versi teranyar itu. Saya pun harus memilih pindah ke MariaDB 10.x.

Saya temukan lebih lanjut, ternyata pustaka Akonadi yang dipakai oleh KMail2 menggunakan abstraksi Qt SQL. Lah, ‘kan, Qt SQL mendukung banyak basisdata! Saya pun memilih untuk dari pada pindah ke MariaDB, pindah ke PostgreSQL.

Sedikit Noktah dalam Pemasangan

Saya memasang PostgreSQL seperti yang saya telah tulis sebelumnya. Oh, iya, bakal ada pesan kesalahan pada saat pemasangan paket Debian PostgreSQL pada Kubuntu 16.04 dan turunannya kalau menggunakan cara tersebut. Hal ini karena versi BASH yang disediakan memiliki aturan yang lebih ketat untuk mode ketat.

Solusinya adalah mengganti setiap “$1” menjadi “${1:-}” pada berkas /usr/share/postgresql-common/supported-versions. Pada ViM, regex yang dipakai:

:%s/\$1/\$\{1\:-\}/g

Baru, ulangi kembali pemasangan PostgreSQL.

sudo apt-get -f install

Mungkin Anda akan lebih beruntung dari saya dengan memasang paket dari Kubuntu. Tapi, setahu saya, sih, tidak bisa.

Kalau Anda tidak menggunakan PostgreSQL pada sistem Anda, matikan saja instan PostgreSQL yang berjalan di sistem.

sudo systemctl stop postgresql && sudo systemctl disable postgresql

Lumayan menghemat beberapa mega memori dan proses CPU.

Konfigurasi Akonadi Sebelum Dipasang

Pertama-tama, mari buat direktori konfigurasi Akonadi:

mkdir -p ~/.config/akonadi/

Lalu, buat berkas konfigurasi untuk Akonadi menggunakan PostgreSQL:

cat >> ~/.config/akonadi/akonadiserverrc << EOF
[Debug]
Tracer=null

[%General]
Driver=QPSQL

[QPSQL]
Host=/tmp/akonadi-jp.RqiEZ0
InitDbPath=/usr/lib/postgresql/9.5/bin/initdb
Name=akonadi
Options=
ServerPath=/usr/lib/postgresql/9.5/bin/pg_ctl
StartServer=true
EOF

Ganti 9.5 dengan versi PostgreSQL yang Anda pakai.

Pemasangan KMail2

Selanjutnya, tinggal pasang saja:

sudo apt-get install akonadi-backend-postgresql kmail

Bila sudah sampai sini, seharusnya pemasangan lancar. Begitu menjalankan KMail2, Akonadi akan mengonfigurasi dirinya untuk menjalankan instan PostgreSQL khusus.

Terakhir

Saya sering memakai laptop sampai baterai kosong. Komputer saya kadang kena mati lampu. Sampai detik ini, keduanya masih stabil dan saya sampai detik ini belum pernah menghapus ulang KMail2.

Semoga beruntung, silakan bertanya.

on 28 Jun 2016 08:38 AM

25 Jun 2016

MDDHosting

Yakob

if you read my previous post, then you should know that I host my site at namecheap, while my experience in namecheap is good as they had great promise in server uptime. I also want to try some other host so as to experience what it’s like. you know the phrase “don’t put your eggs in one basket”, and this principle is also why this blog is hosted at wordpress.com and not at my hosting. as wordpress.com is much more reliable in blogging and lasts forever.

so when I visited MDDhosting, I was surprised that they initiate the chat eventhough I am not logging in, it must be they had installed some kind of chat function. so here’s how the chat went down.

Details:
     Date: 6/25/2016 12:33:36 PM
     Operator: No operator
     Initial Page: https://www.mddhosting.com/hosting.php
     Referer: https://www.facebook.com/
     Rating: No Rating
     Phone Number:
     Email: 

[6/25/2016 12:33:36 PM] Visitor joined the chat

[6/25/2016 12:33:36 PM] Michael Denney joined the chat

[6/25/2016 12:33:43 PM] Michael Denney said:
Hello! I'm here to help if you have any questions or need any assistance.

[6/25/2016 12:35:41 PM] Visitor said:
well I am from indonesia and from what I read you don't support indonesia user right?

[6/25/2016 12:36:25 PM] Michael Denney said:
We have seen high levels of fraud from Indonesia so we would likely verify your order.

[6/25/2016 12:37:09 PM] Michael Denney said:
That said we do accept orders and customers from Indonesia. 

[6/25/2016 12:37:26 PM] Visitor said:
verify by using my passport?

[6/25/2016 12:38:27 PM] Michael Denney said:
You could. Or if paying via a credit card just show us the front and cover the middle 8 numbers so we can be sure you have it in your possession. Or pay via PayPal and use the same email address to sign up as your PayPal account. 

[6/25/2016 12:38:53 PM] Michael Denney said:
We don't want your credit card or PayPal account to be used without your permission. 😉

[6/25/2016 12:39:01 PM] Visitor said:
I understand

[6/25/2016 12:39:15 PM] Michael Denney said:
Is there anything else I can assist you with today?

[6/25/2016 12:39:32 PM] Visitor said:
no thanks. I got what I need.

[6/25/2016 12:39:37 PM] Michael Denney said:
Thank you for using the MDDHosting Live chat!  Have a wonderful day.

[6/25/2016 12:39:41 PM] Michael Denney left the chat

[6/25/2016 12:39:41 PM] Visitor left the chat

based on the review that I read in forum, mddhosting seems to have many great impression but they do make it harder for people from indonesia to register. I mean in namecheap, I had to used other’s people paypal account to pay for the invoice due to my paypal is still not verified because of the credit card issue.

so in conclusion, for great hosting then yeah namecheap is still the best for me. suitable for web developers to build application.


on 25 Jun 2016 05:28 PM

17 Jun 2016

Steam

Ubuntu akhirnya memasukkan Steam ke repositori Multiverse-nya. Hal ini yang menyebabkan paket Debian Steam dari situs Steam Valve tidak lagi kompatibel dengan Ubuntu teranyar ini. Paket Steam pada repositori Ubuntu disebut steam. Sedangkan versi Valve nama yang dipakai adalah steam-launcher.

Kalau Anda menggunakan turunan Ubuntu, bukan Ubuntu asli — saya sendiri KDE Neon 5.6 — Anda mungkin harus memasang software-properties-common agar ada perintah add-apt-repository yang akan dipakai untuk memasang repositori. Supaya kita ada di satu halaman yang sama, maka mari pasang perkakas itu.

sudo apt-get install software-properties-common ppa-purge

Sekarang kita bisa lanjut.

Pemasangan Mula-mula

Seperti biasa, aktifkan arsitektur 32-bita.

sudo dpkg --add-architecture i386
sudo apt-get update

Buang pustaka S3 Texture Compression baku. INGAT! Ini mungkin ilegal di negara lain, terutama negara dengan paten perangkat lunak, uhuk AS uhuk.

sudo apt-get remove --purge libtxc-dxtn-s2tc0

Unduh libtxc-dxtn0 dari repositori xorg-edger. INGAT! Bukan dari Debian Multimedia seperti pada Tambora.

wget https://launchpad.net/~xorg-edgers/+archive/ubuntu/ppa/+files/libtxc-dxtn0_1.0.1-0.3ubuntu0sarvatt+raring_amd64.deb
wget https://launchpad.net/~xorg-edgers/+archive/ubuntu/ppa/+files/libtxc-dxtn0_1.0.1-0.3ubuntu0sarvatt+raring_i386.deb
sudo gdebi libtxc-dxtn0_1.0.1-0.3ubuntu0sarvatt+raring_amd64.deb 
sudo gdebi libtxc-dxtn0_1.0.1-0.3ubuntu0sarvatt+raring_i386.deb

Anehnya, Steam akan menjadi cerewet kalau versi 64-bita tidak dipasang. Makanya, kedua paket dipasang bersamaan.

Selanjutnya, aktifkan repositori Multiverse.

sudo add-apt-repository multiverse
sudo apt-get update

Pasang Steam!

sudo apt-get install steam
steam # RUNNING THIS SHOULD BE ERROR!

Kalau Anda jalankan perintah steam, kemungkinan Steam akan gagal dijalankan. Hal ini karena Steam memaketkan pustaka C++ dan versi GCC-nya sendiri!

Matikan Steam yang gagal berjalan sempurna itu. Lalu, hapus semua pustaka C++ dan GCC bawaan Steam.

find .steam/ -name *stdc++* -exec rm -rf {} \;
find .steam/ -name *gcc* -exec rm -rf {} \;

Beberapa orang, termasuk tadinya saya, menyarankan untuk menghapus pustaka dinamis saja. Namun, setelah berjibaku, saya menemukan bahwa Steam menggunakan pustaka statik juga untuk pustaka C++ dan GCC.

Selesai.

Akhir Kata

Mengapa saya menyarankan untuk menggunakan Steam versi Ubuntu, bukan yang dari Valve? Sebenarnya, sih, bisa saja. Asalkan Anda mau menerima pesan kesalahan bahwa paket Steam usang. Saya, sih, tidak mau.

false alarm about outdated version

Steam warns us that our version is outdated

Bacaan Lebih Lanjut

on 17 Jun 2016 01:56 PM

Blog Otomotif Bandung

Rolly Maulana Awangga

IMG_20160528_070648 (1)

Kurang lebih saya punya mobil sudah hampir 6 bulan kayaknya, eh lebih deng 8 bulan. Dari bulan november 2015 tahun kemaren sampe saat ini. Uniknya mobil saya ini jarang yang punya dan jarang yang bisa pakai karena berbeda cara nyetirnya. saya bilangnya ini adalah mobil mister bean, hihihi lucu sih soalnya. Karena saya orangnya ngirit saya coba perbaiki sendiri dan log aktifitas saya saya dokumentasikan di Blog Otomotif Bandung. Blog Otomotif Bandung ini adalah blog yang juga berisi video yang jelas untuk servis sendiri dirumah. Bagi siapa saja yang memiliki mobil bisa mampir ke Blog Otomotif Bandung yang saya panggil dengan nama Astrajing.ga

Oh iya. dalam berbagai kesempatan mengendarai kendaraan saya memang ada banyak hal yang saya lalui dan saya dapati semenjak menunggai bulao ini. Eh iya, nama mobil saya ini bulao ya. Karena memang warnanya biru sebiru persib lho…. Pas banget dengan Bandung sebagai markas besarnya persib. Back to the topik. Di blog ini saya mencurahkan pengalaman saya untuk membeli spare part murah yang bisa kita dapatkan dari toko online di luar negeri. Ya meskipun menunggu selama 1 bulan, saya cukup puas dengan harga dan kualitasnya lah.. tapi harga yang puas, bisa beda 10 kali lipat gituh kalo saya beli di bengkel biasa.

Blog Otomotif Bandung beroperasi kurang lebih baru sekitar 1 bulan ya, akan tetapi secara domain sudah lama sejak tahun kemaren. eh dua tahun kemaren kalo tidak salah. iya sejal 2014 domain tersebut saya miliki. Domain astrajing.ga. Domain ini artinya adalah cepot. Iya cepot, tokoh wayang golek jawa barat yang lucu itu lho.. ternyata nama aslinya si cepot itu astrajing.ga lucu ya. Okeh ga usah basa basi langsung saja ya kunjungi Blog Otomotif Bandung Buatan saya ya.


on 17 Jun 2016 09:34 AM

14 Jun 2016

Hallo all, ternyata sudah lebih dari 2 tahun saya sudah tidak pernah menulis di blog ini :(, oleh karena itu sebelum memulai post pertama saya setelah 2 tahun, maka pertama-tama saya mau minta maaf atas semua kesalahan saya, baik yang sengaja atau tidak di sengaja khususnya di bulan baik ini (Ramadan) dan mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa Ramadan dengan baik dan istiqomah. elearnsecurity eMAPT dengan kursusnya Mobile Application Security and Penetration Testing (MASPTv1) ini...
on 14 Jun 2016 09:53 AM
Jadi, ketika baru selesai masang GnU/Linux Debian, kebetulan memasang Debian 8, biasanya untuk akses super user, saya menggunakan perintah "su" yang langsung ke root. Lancar-lancar ajah sich kalo akses root mah. Nah, yang bermasalahnya ketika kita mencoba akses super user dengan menggunakan perintah "sudo". Pesan galat yang keluar adalah:
is not in the sudoers file.  This incident will be reported. 
Tenang, tenang, banyak jalan menuju roma. Salah satu hal yang dilakukan untuk memasukkan nama pengguna ke dalam berkas sudoers adalah dengan cara, memeriksa apakah kita sudah memasang paket "sudo". Paket ini, berdasarkan pengamatan, sejatinya sudah dipasangkan otomatis oleh sistem. Jadi hasilnya, ketika kita memeriksa, akan muncul pesan:
sudo is already the newest version
Selanjutnya, kita akan memasukkan nama pengguna kita ke dalam grup sudo. caranya adalah:
adduser user_name sudo
Berikutnya adalah menyunting berkas "sudoers" yang berada di dalam direktori /etc/
# nano /etc/sudoers
Silahkan sunting dengan penyunting berkas kesukaan Anda. Nano merupakan salah satu contoh penyunting berkas yang saya gunakan.

Di dalam berkas sudoers, cari baris yang berisi "%sudo ALL=(ALL:ALL) ALL". Nah, di bawah baris ini, silahkan masukkan:
user_name ALL=(ALL:ALL) ALL
Selesai. Silahkan simpan berkas yang sudah disunting. Apabila sudah disimpan, langkah selanjutnya silahkan coba akses menggunakan perintah sudo. Cara di atas bersifat cespleng untuk kasus saya. Semoga demikian untuk kasus Anda :). Semoga membantu.

Bahan bacaan:

  1. https://www.privateinternetaccess.com/forum/discussion/18063/debian-8-1-0-jessie-sudo-fix-not-installed-by-default 

 
 
on 14 Jun 2016 02:44 AM

12 Jun 2016

Sedikit dokumentasi tangkapan foto, dari kegiatan rekan-rekan KPLI Balikpapan dalam mengisi waktu luang... 
Bertempat di DiLo Telkom, sambil mengadakan rilis parti sederhana Ubuntu 16.04 kepada pelajar SMK di Kota Balikpapan. 

on 12 Jun 2016 01:25 PM

09 Jun 2016

Ternyata, komputer yang saya gunakan ini sering sekali diakses oleh rekan kerja karena berbagai data yang ada dibutuhkan untuk lintas pekerjaan. Menjadi repot ketika saya tidak sedang di kantor pada saat dibutuhkan. Belum lagi kata kunci yang tidak melulu diketahui oleh rekan kerja. Salah satu cara membagi berkas pekerjaan adalah dengan menggunakan samba. Ini karena sistem operasi yang saya gunakan adalah GnU/Linux Debian sedangkan rekan kerja menggunakan sistem operasi MS Windows.

Konfigurasi berkas mutlak diperlukan. Supaya memudahkan, biasanya saya menyimpan konfigurasi berkas yang sukses telah berjalan untuk jaga-jaga. Berikut adalah konfigurasi smb.conf yang saya gunakan:

[nama direktori 1]
path = /pola/direktori/1
comment = silahkan isi sesuka hati readonly = no
public = yes
browseable = yes
guest ok = no
valid users = @nama_user_1, @nama_user_2
[nama direktori 2]
path = /pola/direktori/2
comment = silahkan isi sesuka hati readonly = no
public = yes
browseable = yes
        guest ok = no
valid users = @nama_user_1, @nama_user_2

Tinggal disesuaikan, berapa direktori yang ingin Anda bagikan. Dalam kasus saya, ada dua direktori kerja yang saya bagi-pakai. Jadinya, dua setelan tersebut di atas.

Langkah selanjutnya adalah dengan membuat akun pengguna sesuai "valid users" yang sudah didefinisikan. Perintah yang digunakan adalah:

# adduser nama_user_1

Silahkan sesuaikan isinya berdasarkan pertanyaan yang diberikan oleh sistem. Utamanya sich, nama pengguna dan kata kunci. Bagian lainnya bisa dikosongkan. Tambahkan banyaknya pengguna, sesuai dengan jumlah pengguna yang sudah dimasukkan dalam konfigurasi tadi.

Berikutnya adalah memasukkan kata kunci sama untuk masing-masing pengguna yang sudah ditambahkan tadi. Yang perlu dilakukan adalah, masukkan perintah ini:

# smbpasswd -a nama_user_1

Silahkan masukkan kata kunci yang sama seperti kata kunci saat pembuatan pengguna atau boleh berbeda. Kata kunci ini digunakan ketika pengguna akan mengakses berkas/direktori yang dibagi. Tambahkan kata kunci samba sebanyak pengguna yang dibuat dalam konfigurasi tadi.

Setelah proses di atas selesai dilakukan, langkah terakhir adalah dengan memula-ulang layanan samba dengan perintah:

# /etc/init.d/samba restart

atau

# systemctl restart smbd

Silahkan nikmati berbagi menggunakan samba untuk lintas sistem operasi :). Semoga bermanfaat.

nb.
itu "readonly = no" diturunkan satu paragraf ya. jadi posisinya di bawah "comment".

Bahan bacaan:
on 09 Jun 2016 10:10 AM

Clash Royale : How to get Prince

Rolly Maulana Awangga

This epic card is most powerfull to destroy the castle, imagine that. But not every player get this card in this default arena. The default arena of Prince is Training Camp. So, i want a Prince so bad, please watch Clash Royale How To Get Prince Video , and may the force be with you:).


on 09 Jun 2016 05:19 AM

05 Jun 2016

Surah Al-Baqara, Verse 177: لَّيْسَ الْبِرَّ أَن تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَٰكِنَّ الْبِرَّ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَالْمَلَائِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ وَآتَى الْمَالَ عَلَىٰ حُبِّهِ ذَوِي الْقُرْبَىٰ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينَ وَابْنَ السَّبِيلِ وَالسَّائِلِينَ وَفِي الرِّقَابِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَالْمُوفُونَ بِعَهْدِهِمْ إِذَا عَاهَدُوا وَالصَّابِرِينَ فِي الْبَأْسَاءِ وَالضَّرَّاءِ وَحِينَ الْبَأْسِ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ صَدَقُوا وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُتَّقُونَ […]
on 05 Jun 2016 09:37 PM

01 Jun 2016

Kabar gembira bagi pecinta game Tomb Raider kini game yang dirilis sejak tahun 2013 di sistem operasi Windows, PS3 and Xbox
on 01 Jun 2016 08:34 AM

25 May 2016

Sebenarnya sedang malas menulis. Biarkan poster berbicara, jika ada pertanyaan bisa mention ke @ubuntu_id atau periksa informasi lebih lanjut di http://loco.ubuntu.com/events/ubuntu-id/3377-xenial-release-party-jogja/.

on 25 May 2016 01:36 PM

02 May 2016

Beberapa diskusi tentang flashing Android sering muncul pertanyaan tentang minimum alat bantu flashing yang berjalan di Linux padahal Android juga bagian Linux. Mungkin yang dimaksud pertanyaan ini adalah kurangnya alat bantu yang berbasis GUI seperti yang berjalan di sistem operasi Windows. Walaupun sebenarnya alat bantu seperti berbasis teks sudah cukup.

Pemilik ponsel bersistem Android dengan processor MediaTek atau biasa disebut MTK bisa terbantu dengan alat bantu flashing yang berbasis Linux. Nama aplikasi tersebut adalah SP Flash Tool. Tidak hanya berjalan di sistem operasi, alat bantu ini juga berjalan di sistem operasi Windows. Sebagai catatan SP Flash Tool yang berjalan di sistem operasi Linux berarsitektur 64Bit.

Sama seperti kemudahan yang ditemukan di sistem operasi Windows, SP Flash Tool yang berjalan di sistem operasi Linux sangat mudah digunakan. Anda cukup unduh, ekstrak dan jalankan flash_tool dengan dobel klik. Saya hanya sukses menjalankan SP Flash Tool di LinuxMint karena tidak ada ponsel ber-processor MTK untuk di-ulik. Informasi lebih lanjut dapat dilihat pada http://spflashtool.com/.
SP flash tool is an application which is mainly help you to flash Stock ROM, Custom recovery and fixing in some extreme cases ( firmware update, Flash recovery, unbrick bricked android device etc.).  SmartPhone FlashTool is working with MediaTek Android smartphones (MTK based) You can Download SPFlashTool from our download section. You need to load scatter file for MTK based device for functioning
on 02 May 2016 12:13 AM

27 Apr 2016

Kabarnya, kita akan bisa menjalankan native bash ubuntu di windows, artinya apa?, emm, terus terang saya juga masih berspekulasi karena belum bisa nyoba sendiri. Tapi dari screenshot-screenshotnya, kita bisa menjalankan perintah-perintah linux pada native windows, seperti sudo, apt-get, dan lain sebagainya. Hal ini tentu saja memudahkan kita dalam melakukan hal-hal yang biasanya hanya bisa dilakukan di linux misalnya debugging program, menjalankan command-command yang biasanya hanya untuk linux, sekarang bisa dijalankan di windows 10.

1_bash

Menjalankan perintah-perintah linux yang memang sangat powerful akan sangat membantu kita yang sudah terbiasa dengan console linux, misalnya perintah python, awk, bash, git, rm, vim dll. Bagi programmer yang sering berkutat dengan server, mungkin ini akan memudahkan.

2_bash

Sepertinya model bisnis microsoft dengan windows 10-nya akan pelan-pelan berubah seperti android. Yaitu dengan “menggratiskan” windows 10 tapi berjualan software dengan adanya windows store. Kita lihat saja nanti kelanjutannya.


on 27 Apr 2016 01:02 PM

14 Apr 2016

Korean version of Spotify and iTunes

Putu Wiramaswara Widya

If you are music lover who used with music service like Spotify (for streaming) or iTunes Music (for buying MP3) and planning to live in Korea for extended amount of time, here is a bad news for you: Both service is yet available in Korea, which is understandable considering their “protectionist” policy on foreign internet service (Even Google are not so useful here, a lot of information can only be gathered via Naver/Daum).

Of course you are still able to use those service if you still paying using home issued credit card or connecting thorugh VPN (As for April 2016, you do not need any VPN to use premium Spotify or iTunes Music Store, just stick with your own language on the setting). But otherwise, if you curious enough to know what do Korean uses for this purpose, and want to use the service (which can be cheaper and payable in KRW) this article will show you some of their home-grown service.

At first, I want to list the service that I know offer both Music Download and Streaming:

Here are some common fact about those service:

  • They are only available in Korean. But if you can read some Hangeul, and learn some common terminology (I would show you later here), it is not as cryptic as you would expect.
  • They offer both music download and streaming service.
  • They offer several plan from the cheapest streaming only plan (무제한 감성) for as cheap as 5000KRW to 100-150 MP3 Download plan (MP3 저장) which cheaper than buying each music separately (usually 600-700KRW per music). Furthermore, they always offer 3 months of discounted price which you can take advantage on)
  • They offer several client from web based to smartphone.
  • They offer virtually same collection. If you like Korean music, you will find their service offer more collection than any other international service. For the foreign/non-Korean music, they offer fair amount of music that issued by top major labels and I never find any trouble finding popular American Pop or even Eurodance track with some exception of those come from independent labels.
  • They accept payment in same kind of payment method usually used in Korean website, you know, with Active-X stuff and thing.

Then if you are curious enough to start this service, given that you already familiar with Korean payment system, then you can start using one of those service. Not for purpose for endorsing a particular brand, but I would recommend you to use 멜론 as a first time trial for some reasons: They have a very good Windows based client which play the music along with its lyric like in Karaoke music video, albeit a bit pricier than other service.

Here are some terminology that you need to be familiar with if you want to use those services:

  • 이용권구매: The first time you open those website, look at this particular text (usually on upper right corner) and click on it to see what kind of plan do they offer.
  • 3개월 특가: Special price for 3 months, as mentioned earlier.
  • 전체 이용권: If you want to pay “separately” on each month, then you can use this plan although it is more expensive than using automatic payment (자동결제/정기결제)
  • 무제한 듣기: Unlimited listening / streaming
  • 구매: Order, 선물: Gift
  • 회원가입: New user registration
  • 결제방법: Payment method, this can be: 신용카드 (Credit Card/Check Card), 계촤이제 (Money Transfer), 휴대폰결제 (Mobile payment).
  • 전제이용권: Current plan
  • 차트: Chart / Music Chart
  • 최신음악: New song
  • 인기음악: Popular song
  • 장르: Genre
  • 가요/국내음악: Korean Music
  • 해외음악: International Music
  • 가사: Lyric
  • And the rest of terminology are mostly using Konglish.

on 14 Apr 2016 04:25 AM

If you are the one who struggle to install Python Theano (tensor based numerical computation library) with CUDA-based computation capability on modern Microsoft Windows operating system, this very article might helped you. Here is some steps I already tried in my freshly installed Windows 10 x64. The procedure here are based from this poorly written documentation.

First, I would assume you already install the Python library itself. To make it more convinient, I recommend to install pre-packaged Python library which already included some basic necesities (numpy, scipy, etc) like Anaconda. The next procedure will assume you already installed the Anaconda.

The second thing you need to install are:

  • LibPython MinGW library (use this command: conda install mingw libpython),
  • Visual C++ no later than version 2013 (I would recommend instaling Visual Studio Express 2012 which still can be grabbed freely)
  • CUDA toolkit from nVIDIA. In my case I use version 7.5.

After all of three software installed, then create a new file on %USERPROFILE%/.theanorc.txt with content as explained in http://deeplearning.net/software/theano/install_windows.html#configure-theano-for-gpu-use (change the –cl-version according to what version of Visual C++ you already installed).

The last step before compile a Theano code is to include “cl.exe” into your PATH environment system variable by adding “C:\Program Files (x86)\Microsoft Visual Studio 11.0\VC\bin\x86_amd64″ in it (Google for how to do this).

To compile a Thenao code, make sure you run c:\Program Files (x86)\Microsoft Visual Studio 11.0\VC\vcvarsall.bat x86_amd64 script PRIOR to opening Python intrepreter. For the testing purpose, you can try a code given from the original tutorial: http://deeplearning.net/software/theano/install_windows.html#configuring-theano.

Hope this article will help you. If any case of error still ocurring after following those step above, please read carefully the error given by C++ compiler during code compilation process (The way Theano works is by compiling the Python code into C++ before doing the calculation).

on 14 Apr 2016 03:45 AM

12 Apr 2016

Akhir bulan lalu, 30 Maret 2016 Spotify mulai beroperasi di Indonesia. Tidak tanggung-tanggung pihak Soptify mengundang Menkominfo, Chief RA dalam peluncurannya. Banyaknya sliweran beberapa judul berita tentang Spotify tidak membuat saya tertarik untuk menginstal.

Justru dari sebuah grup Telegram yang membuat saya menjadi penasaran karena Spotify mendukung sistem operasi yang saya gunakan yaitu LinuxMint yang masih turunan Ubuntu dan Android. Mendengar konektifitasnya saya jadi pengen mencicipinya. Akhirnya pun membuka halaman web https://www.spotify.com/id/ dan mendaftarkan akun.

Langkah pertama instal terlebih dahulu di ponsel dan login sesuai akun yang didaftarkan. Selanjutnya menginstal sesuai petunjuk yang terdapat di https://www.spotify.com/id/download/linux/. Jadi pas banget Spotify sudah tersedia di Linux.
sudo apt-key adv --keyserver hkp://keyserver.ubuntu.com:80 --recv-keys BBEBDCB318AD50EC6865090613B00F1FD2C19886
echo deb http://repository.spotify.com stable non-free | sudo tee /etc/apt/sources.list.d/spotify.list
sudo apt-get update
sudo apt-get install spotify-client

Ternyata memang benar konektifitasnya antara ponsel dan komputer sangat menarik. Lagu yang diputar di komputer bisa di-pause kemudian dapat didengarkan atau dilanjutkan di ponsel. Bisa juga dijadikan sebagai remote.


 
on 12 Apr 2016 09:42 AM

10 Apr 2016

Iseng utak-atik video dengan lightworks di ubuntu, menurutku lumayan nyaman, walaupun fiturnya tidak selengkap adobe premiere.

Cara install lightworks juga mudah:

sudo apt-get install gdebi
wget ftp.us.debian.org/debian/pool/main/t/tiff3/libtiff4_3.9.6-11_amd64.deb
wget www.lwks.com/dmpub/lwks-11.5.1-amd64.deb
sudo gdebi libtiff4_3.9.6-11_amd64.deb
sudo gdebi lwks-11.5.1-amd64.deb

on 10 Apr 2016 01:30 PM

04 Apr 2016

Rekreasi Murah Meriah

Mukhlis Amien

Kadang piknik tidak perlu mahal dan jauh-jauh, sebelah rumah saja sudah cukup.


on 04 Apr 2016 01:59 AM

01 Mar 2016

SIAK 5.x adalah aplikasi Sistem Informasi Administrasi Kependudukan berbasis web yang dibangun oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.

Pada versi2 sebelumnya, SIAK mengharuskan client menggunakan Internet Explorer. Namun, pada versi kali ini mengharuskan client menggunakan Firefox dg tambahan Adobe Acrobat Reader, Adobe Flash Player, dan Java. Aplikasi2 pendukung ini sudah disedikan pengembang, namun hanya untuk OS Windows saja.

Untuk pengguna OS Ubuntu 15.10, seperti saya, aplikasi2 pendukung harus dicari sendiri. Setelah gogling kesana-kemari akhirnya bisa juga.

  1. Adobe Acrobat Reader dan plugin-nya
    Lihat di sana dan di sono….
  2. Adobe Flash Player plugin
    sudo apt-get install adobe-flashplugin
  3. Java
    sudo apt-get install icedtea-7-plugin

Sudah!

Screenshot from 2016-03-01 21-20-52

Lalu apa fungsi aplikasi2 tersebut dalam aplikasi SIAK?

  1. Adobe Acrobat Reader plugin; untuk proses pencetakan (penampakan PDF). Padahal, tanpa aplikasi ini pun Firefox dapat menampilkan PDF secara mandiri. Namun jika aplikasi gagal mendeteksi keberadaannya maka tampilan PDF tidak akan ditampilkan.
  2. Adobe Flash Player plugin; Entah!😀
  3. Java; untuk proses pengarsipan.

Mari bekerja….


Filed under: Batam, Linux, Ubuntu, Umum Tagged: HowTo, SIAK, Ubuntu
on 01 Mar 2016 02:50 PM

18 Feb 2016

Belajar Ansible

Ramadoni

Setelah di tutorial sebelumnya kita sudah belajar melakukan instalasi Ansible versi 2.x, saatnya saat ini mengexplore beberapa percobaan dasar menggunakan Ansible. Sebelumnya kita telah membuat list server yang akan kita manage, kita beri nama “testing”. Kita juga sudah membuat folder /etc/ansible untuk melakukan semua pekerjaan yang berkaitan dengan Ansible. 1. Buat user dan password Untuk membuat […]
on 18 Feb 2016 08:31 AM

12 Feb 2016

Osden Jokonya dari Universitas Afrika Selatan dalam karya ilmiahnya yang dipresentasikan pada Hawaii International Conference on System Sciences menyampaikan keuntungan pemanfaatan piranti lunak dengan kode terbuka atau biasa disebut open source software. Dalam tulisan tersebut Osden membagi sektor publik menjadi 4, yaitu politik, ekonomi, sosial dan teknikal.

Berikut keuntungan pemanfaatan open source software pada setiap sektornya.
1. Politik
- Mengurangi pembajakan software
- Bebas dari vendor
- Keamanan
- Kustomisasi
2. Ekonomi
- Menghemat biaya
- Membangun industri lokal
- Menciptakan kondisi yang kompetitif
3. Sosial
- Pemberdayaan keahlian masyarakat lokal
- Menciptakan lapangan pekerjaan
- Mengurangi kesenjangan digital
4. Teknikal
- Implementasi standar terbuka
- Interoperabilitas

Tulisan lengkap Osden dapat diunduh melalui http://ieeexplore.ieee.org/xpl/articleDetails.jsp?arnumber=7070082.
on 12 Feb 2016 09:02 AM

11 Feb 2016

Dijual borongan perangkat Keras dan Lunak Server, Storage, Network, VMWare dll masih garansi sampai 2017. HP BLc7000 1 HP 6 PS 10 Fan 16 IC Plat ENCL (1 Unit) HP BLKe Nomor HP User ProfileGB Svr 2X300 GB 6G SAS 10K 2.5 inch SC ENT HDD (3 Unit) HP Store Easy 3830 GW Storage Blade (1 […]
on 11 Feb 2016 05:15 AM