22 Feb 2012

Teman-teman yang tergabung dalam Jogja Go Open Source atau JGOS mengundang masyarakat umum untuk hadir di Jagongan Media Rakyat 2012 yang diselenggarakan oleh Combine Resource Institution (CRI). CRI adalah pengelola Jalin Merapi yang memberikan data dan informasi tentang perkembangan Gunung Merapi dan dinamika masyarakat sekitar Gunung Merapi (Jogja, Magelang, Klaten, Boyolali). Sebelumnya telah terselenggara Jagongan Media Rakyat tahun 2012. Teman-teman JGOS akan membawakan 2 materi yaitu tentang IVR dan Diskusi. Tentunya acara ini bisa dimanfaatkan sebagai ajang kopi darat dengan teman-teman penggiat FOSS di Jogja. Sampai ketemu di Jogja Media Rakyat 2012.
sumber : foto Radith di FB


on 22 Feb 2012 11:58 PM

CLI (Command Line Interface) memang luarbiasa. Untuk mengubah ukuran gambar hanya dengan satu baris perntah, maka gambar 1 direktori bisa berubah ukurannya. Perintah ini biasanya sangat kita butuhkan ketika akan mengunggah gambar ke web, namun karena ukuran gambar yang besar serta didukung dengan kualitas koneksi internet yang pas pas-an maka mau tidak mau kita harus mengubah ukuran gambar sehingga bisa dengan mudah di unggah.
cukup buka Terminal dari PC BlankOn Linux anda
masuk ke direktori gambar yang akan diubah ukurannya, misal :

cd /home/ainul/Gambar/

kemudian saya ingin mengubah ukuran 800x… pixel, maka ketikkan :

mogrify -resize 800 *.jpg

maka satu direktori yang berisi gambar *.jpg akan berubah ukurannya menjadi 800x… pixel (… akan disesuaikan menurut ukuran masing masing)

contoh hasilnya : https://picasaweb.google.com/111374530932819493900/MenyusuriTembalangBanyumanik19February2012

untuk CLI tentang olah gambar lainnya bisa merujuk ke : http://www.imagemagick.org/www/mogrify.html

on 22 Feb 2012 11:33 PM


JMR ( Jagongan Media Rakyat) Sebuah gelaran kolaboratif antar komunitas untuk memperkuat peran media sebagai medium ekspresi warga menuju Indonesia lebih baik.

JGOS kali ini akan menggelar diskusi pada hari Sabtu 25 Februari 2012 dan KPLI Jogja & Ubuntu Jogja akan mengadakan worksop tentang pemanfaatan teknologi IVR (Interactive Voice Respone) yang akan di jalankan di sistem operasi Ubuntu pada hari Jum'at 24 Februari 2012. Anda Tertarik mengikutinya? silahkan datang untuk Berkumpul ... Bergerak... Berbagi... untuk kemajuan Indonesia.


on 22 Feb 2012 07:02 PM

Walaupun judulnya berbahasa Inggris, artikel ini disajikan dalam bahasa Indonesia :-) . Ceritanya bermula ketika beberapa hari yang lalu ada beberapa proses di server SAP kloning (bukan production) menghabisi CPU. Proses tersebut mengakibatkan server SAP menjadi tidaa berdaya karena penggunaan CPU selalu di atas 90%. User masih bisa login ke sistem tapi ketika menjalankan suatu tcode (transaction code), prosesnya terasa sangat lambat sekali. Bahkan rekan-rekan progammer ABAP yang melakukan debugging tidak pernah benar-benar masuk ke debugger sama sekali. Setelah melakukan sedikit investigasi, saya memutuskan untuk membunuh semua proses milik user sepadm (adm) di sistem operasi AIX tempat SAP bercokol. Hasilnya maknyus, penggunaan CPU langsung turun ke angka di bawah 10%.

Namun kemudian timbul masalah lain, saya tidak dapat terhubung ke SAP lagi. Connection refused! Duh, sepertinya saya secara tidak sadar telah membunuh semua . proses milik SAP juga. Waktunya menghidupkan ulang SAP.

stopsap all
startsap all

Belum bisa juga tersambung ke SAP. Sepertinya masalah yang ada tidak sesederhana yang saya bayangkan. Waktunya melakukan penyelidikan. Setelah membaca-baca dan bertanya di beberapa forum dengan berbekal log startsap_DVEBMGS20.log:

(860206) Starting: local dw.sapSEP_DVEBMGS20 pf=/usr/sap/SEP/SYS/profile/SEP_DVEBMGS20_ssp
(446648) Starting: local co.sapSEP_DVEBMGS20 pf=/usr/sap/SEP/SYS/profile/SEP_DVEBMGS20_ssp -F
(819228) Starting: local se.sapSEP_DVEBMGS20 pf=/usr/sap/SEP/SYS/profile/SEP_DVEBMGS20_ssp -F
(876604) Starting: local ig.sapSEP_DVEBMGS20 -mode=profile pf=/usr/sap/SEP/SYS/profile/SEP_DVEBMGS20_ssp
(831722) Waiting for Child Processes to terminate.
(831722) **** 2012/02/17 15:02:11 Child 860206 terminated with Status 1 . ****
(860206) **** 2012/02/17 15:02:11 No RestartProgram command for program 0 ****
Instance on host ssp started

dev_disp:

*** ERROR => DpSysAdmExtCreate: ShmCreate (CREATE) [dpxxtool2.c 608]
*** ERROR => dispatcher already running ???? [dpxxtool2.c 609]
*** ERROR => I better EXIT before I do any (more) damage [dpxxtool2.c 611]

dev_w0:

M Fri Feb 17 11:05:19 2012
M *** ERROR => SosIAnchorArrayCreatable: T58/M0 in state cancel [thxxtool2.c 947]
M *** ERROR => SosIAnchorArrayCreatable: T58/M0 in state cancel [thxxtool2.c 947]
M *** ERROR => SosIAnchorArrayCreatable: T80/M0 in state cancel [thxxtool2.c 947]
M *** ERROR => SosIAnchorArrayCreatable: T103/M0 in state cancel [thxxtool2.c 947]
I
I Fri Feb 17 11:05:32 2012
I MPI<50c>505#4: GetOutbuf#1279 temporarily out of free buffers.

akhirnya ketemu juga solusinya. Menurut stix.id.au hal seperti ini bisa terjadi ketika SAP instance dimatikan secara tidak normal, seperti membunuh secara brutal yang saya lakukan. Solusinya membersihkan sisa-sisa sumber daya (RAM, CPU, dll) yang masih menyangkut atau tertinggal. Perintahnya harus dijalankan sebagai user <SID>adm.

cleanipc 20 remove

20 merupakan nomor milik SAP instance. Lalu hidupkan ulang SAP. Resolved.


on 22 Feb 2012 02:58 PM

Dulu saya selalu bertanya – tanya, kenapa perusahaan – perusahaan besar itu tidak mau atau sulit sekali untuk pindah ke Linux. (Maksud saya tidak sekadar pindah server ya, tetapi pindah desktop full). Melihat lebih dekat, sekarang saya lebih mengerti kenapa. Uraian lengkapnya nanti saya buat dalam tulisan tersendiri.

Nah buat yang bener – bener mau migrasi desktopnya ke Linux (dalam hal ini Ubuntu) mungkin bisa lebih siap dengan membaca PDF Five Golden Rules for A Sucessful Ubuntu Desktop Migration dari Ubuntu ini. > http://pages.canonical.com/rs/canonical2/images/enterprise-desktop-migration-ebook2.pdf

on 22 Feb 2012 09:41 AM

21 Feb 2012

Posting dari Email

Okto Silaban

Kalau ini bisa muncul, berarti posting dari email sudah bisa jalan. *cuma penasaran aja dengan plugin ini. :P

on 21 Feb 2012 10:03 AM

20 Feb 2012

Ketika saya berusaha menambahkan PPA dengan menggunakan perintah “apt-add-repository”, saya selalu menemukan galat berikut:

Traceback (most recent call last):
  File "/usr/bin/apt-add-repository", line 60, in <module>
    sp = SoftwareProperties()    
  File "/usr/lib/python2.7/dist-packages/softwareproperties/SoftwareProperties.py", line 90, in __init__
    self.reload_sourceslist()
  File "/usr/lib/python2.7/dist-packages/softwareproperties/SoftwareProperties.py", line 538, in reload_sourceslist
    self.distro.get_sources(self.sourceslist)    
  File "/usr/lib/python2.7/dist-packages/aptsources/distro.py", line 91, in get_sources
    raise NoDistroTemplateException("Error: could not find a "
aptsources.distro.NoDistroTemplateException: Error: could not find a distribution template

Menurut artikel di Ask Ubuntu, ternyata hal ini karena berkas “/etc/lsb-release” terbaca bukan Ubuntu. Dan ternyata isinya:

$ cat /etc/lsb-release
DISTRIB_ID=BlankOn
DISTRIB_RELEASE=5.0
DISTRIB_CODENAME=nanggar
DISTRIB_DESCRIPTION="BlankOn Nanggar"

Hah? Nanggar? Ternyata laptop saya sudah sejak lama dipasang BlankOn. Ha… ha… ha… saya suka pindah bolak-balik antara Ubuntu dengan BlankOn. Toh hanya sejauh “apt-get”) saja. Jadi, saya ubah saja menjadi:

DISTRIB_ID=Ubuntu
DISTRIB_RELEASE=10.04
DISTRIB_CODENAME=lucid
DISTRIB_DESCRIPTION="Ubuntu Lucid Lynx"

Beres. Ini juga bisa dipakai untuk pindah ke LTS yang baru nantinya.

on 20 Feb 2012 08:05 AM

19 Feb 2012

Salah mengetik perintah di Terminal hal yang wajar karena kebetulan huruf yang saya maksud bersebelahan. Maksud menulis huruf M justru yang diketik huruf N. Sempat bingung karena yang muncul  bukan yang saya harapkan. Namun ada pesan galat yang bermanfaat dan membantu. Berikut pesan galatnya :
$ bwn-ng
No command 'bwn-ng' found, did you mean:
Command 'bwm-ng' from package 'bwm-ng' (universe)
bwn-ng: command not found


on 19 Feb 2012 11:04 AM
Setelah system Mac OS X saya rusak secepatnya saya mengembalikannya dengan menggunakan TimeMachine dari Mac OS X, fitur TimeMachince ini memang bagus, tapi pada sisi lain apabila menggunakan system operasi lain pada MacBook, TimeMachince akan menimpa Master Boot Record pada Grub Ubuntu, sehingga mengakibatkan hilangnya Grub pada Ubuntu. Untuk mengembalikan Grub pada Ubuntu yang menemui kasus grub rescue petama-pertama anda jangan panik dan menyelsaikan problem Grub rescue dengan Fresh Install itu adalah cara konyol..! Saya sendiri sudah mencoba dengan berbagai cara untuk mengembalikan Grub dengan kasus Grub Rescue dengan menggunakan cara Pada Blog saya Mengembalikan Grub 2, tapi cara ini masih saja gagal, waktu dulu saya juga pernah menggunakan Lilo sebagai pengganti Grub di ubuntu ternyata masih juga gagal, memang Grub Rescue ini membuat orang panik dan butuh penyelamatan yang tepat dan cepat :D. Ada cara paling mudah mengembalikan Grub dengan kasus Grub Rescue, cara ini dapat juga digunakan pada kasus lain bukan hanya Grub Rescue pada Macbook Pro saja, tapi memang kebanyakan kasus Grub Rescue ini terjadi pada mesin Apple setelah recovery system dari TimeMachine. Untuk mengembalikan Grub rescue dan Grub hilang setelah installasi System Operasi lain dapat menggunakan Boot Repair yang ada di Ubuntu. Boot repair ini juga ada dalam  Boot Repair Live CD jadi dapat langsung digunakan pada live cd. Untuk saya sendiri menggunakan cara Live cd ubuntu kemudian saya pasang Boot Repair dan Grub Rescue di Apple Macbook Pro saya sudah dapat kembali lagi :)

Cara mengembalikan Grub pada kasus Grub Rescue untuk Macbook Pro
1. Gunakan Live CD Ubuntu
2. Kemudian booting melalui CD
3. Setelah masuk Dekstop Ubuntu Live CD dilanjutkan pemasangan aplikasi Boot Repair, jangan lupa sambungkan ke Internet. 
4. Buka Terminal ~ Applicartion -- Accesories -- Terminal kemudian salin perintah berikut pada terminal.
sudo add-apt-repository ppa:yannubuntu/boot-repair && sudo apt-get update
sudo apt-get install boot-repair && boot-repair 
5. Setelah Installasi Boot Repair selesai dilanjutkan pada langkah mengembalikan Grub untuk cara ini cukup klik "Recommended Repair" untuk mengembalikan Grub. 



6. Kemudian ikuti langkah-langkah yang akan muncul pada instruksi Aplikasi Boot Repair. 
7. Setelah semua proses mengembalikan Grub dengan Boot repair selesai, reboot system anda dan Grub Ubuntu sudah kembali lagi.

Semoga Bermanfaat :D
on 19 Feb 2012 05:09 AM

18 Feb 2012

Kaget juga ketika mengetahui itu, dasarnya penasaran jadinya saya pasang itu paket PornView. ;)
Paketnya ada di Ubuntu Software Center:

Siapa tau bisa dapet akses dengan mudah untuk melihat yang porno-porno atau yang sejenisnya. ;)
Ternyata setelah dipasang PornView ini berfugsi dengan sempurna…!

pornviewer

Yaitu sebagai image/movie viewer, dan itu terserah anda akan melihat/menonton apa saja menggunakan aplikasi PornView itu. :P

on 18 Feb 2012 02:52 AM

17 Feb 2012

First of all, does blog still matters? Maybe, but who cares :) .

Some quick updates, changed jobs, now work at BT. Got married, and with 1 child. Man, how time flies so fast.

Secondly, what will be here? Mostly will be IT related stuffs, some web logs, some comments, etc.

Not much for now. I’ll post more later.

on 17 Feb 2012 07:13 AM

TL;DR

Inti dari tulisan ini adalah memasang menggunakan debootstrap. Ada beberapa alasan yang menyebabkan memasang Ubuntu Precise dengan menggunakan metode ini. Kalau saya:

  1. Saya menggunakan LVM dan CD pemasang Ubuntu tidak mendukung LVM.
  2. Saya suka menggunakan debootstrap.
  3. Beberapa konfigurasi dasar di BlankOn disalin oleh debootstrap sehingga saya terbantu.
  4. Saya ingin mencoba yang baru dan proses ini mengedukasi saya.
  5. Saya kurang kerjaan dan pengen iseng-iseng.

Persiapan Sebelum Debootstrap

Ada beberapa langkah persiapan:

  1. Memasang paket debootstrap dari Ubuntu Precise.
  2. Mempersiapkan partisi yang dibutuhkan.

Memasang Paket Debootstrap dari Ubuntu Precise

Paket debootstrap dari Pattimura belum memuat Precise. Untuk itu, kita perlu memasangnya dari repositori Precise. Hal ini bisa dilakukan karena debootstrap dapat dipasang di semua arsitektur (arch=All). Anda dapat mengunduh sendiri lalu menggunakan dpkg atau cukup klik tautan ini di peramban Anda agar otomatis terpasang. Kalau saya, sih, memilih cara yang kedua. :)

Mempersiapkan Partisi

Saya asumsikan partisi telah tersedia. Dalam contoh saya, saya memberi partisi sebagai “/dev/mapper/Linux_LVM-UbuntuLucid”. Biasalah, sebelumnya saya coba-coba Ubuntu Lucid. Biar afdol, format dengan sistemberkas kesukaan: [Hati-hati, perintah ini menghapus isi partisi. PASTIKAN TIDAK ADA DATA PENTING]

$ sudo mkfs.reiserfs /dev/mapper/Linux_LVM-UbuntuLucid -l "Ubuntu 12.04"

Saya suka sekali memberi label pada setiap partisi. Praktik ini sangat berguna bila Anda bekerja di Pusat Data dan melibatkan banyak partisi. Kali ini saya memberi label “Ubuntu 12.04″ untuk membedakan Pattimura dengan Precise.

Lanjut Debootstrap

Lakukan langkah-langkah yang biasa dilakukan saat debootstrap, yakni:

  1. Mengaitkan (mount) partisi yang mau dipakai ke sebuah direktori.
  2. Melakukan debootstrap ke direktori tersebut.
  3. Mengaitkan sistemberkas khusus ke sub-sub direktori yang diperlukan.

Mengaitkan Partisi

Kaitkan partisi yang telah dipersiapkan ke sebuah direktori kosong; saya menggunakan “/mnt”:

$ sudo mount /dev/mapper/Linux_LVM-UbuntuLucid /mnt/

Pasang Paket Dasar Ubuntu

Memasang paket-paket dasar Ubuntu Precise dengan debootstrap.

sudo debootstrap precise /mnt/ http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/

Kaitkan Sistemberkas Khusus

Sebelum melakukan modifikasi lebih lanjut, pasang sistemberkas khusus. Hal ini diperlukan karena ada beberapa paket yang membutuhkan informasi kernel yang berjalan. Mereka memerlukan akses ke perangkat keras agar dapat terpasang dengan baik. Untuk itu, ada tiga buah sistemberkas khusus yang diperlukan:

dev
Dulu ada sistemberkas devfs yang mengonfigurasi direktori dev. Lalu ada juga skrip MAKEDEV yang mengisi direktori tersebut dengan berkas-berkas khusus. Sekarang, kita hanya perlu menautkan /dev saja karena sistem modern sudah menggunakan udev.
devpts
Sistem berkas ini digunakan untuk mengemulasi lingkungan terminal. Biasanya digunakan oleh XTerm, SSHd, dan bahkan aplikasi pemaket Debian untuk membaca terminal.
proc
Sistemberkas ini berisi informasi kernel. Informasi itu misalnya proses yang berjalan dan propertinya, sistemberkas yang terpasang, dan lain sebagainya.
sysfs
Sysfs adalah sebuah sistem berkas yang disediakan untuk aplikasi-aplikasi dapat mengakses perangkat-perangkat keras yang ada.

Mari pasang keempat sistemberkas tersebut:

$ sudo mount /dev/ /mnt/dev -o bind
$ sudo mount none /mnt/dev/pts -t devpts
$ sudo mount none /mnt/proc -t proc
$ sudo mount none /mnt/sys -t sysfs

Partisi “/mnt” sampai saat ini telah siap untuk digunakan sebagai partisi utama (root partition).

Masuk Ke Direktori Tersebut

Mari masuk ke direktori tersebut untuk konfigurasi lebih lanjut. Untuk masuk, digunakan chroot yang mengemulasi lingkungan konsol dengan menjadikan sebuah direktori menjadi lingkungan tersendiri. Lingkungan yang berjalan tergantung direktori tersebut. Banyak sistem operasi baru (termasuk Ubuntu) menggunakan Dash dari pada BASH sebagai program konsolnya. Kebetulan saya lebih suka BASH.

Mari masuk ke lingkungan sistem baru kita dengan menggunakan BASH yang terpasang di sana.

$ sudo chroot /mnt /bin/bash

Pemasangan Lingkungan Dasar

Ada beberapa langkah untuk memasang Precise:

  1. Mempersiapkan repositori (opsional karena yang utama ditambahkan otomatis oleh debootstrap).
  2. Memasang dukungan Bahasa Indonesia
  3. Mengonfigurasi waktu sistem.
  4. Memasang perkakas sistem berkas.
  5. Memasang desktop.
  6. Menambah pengguna baru.
  7. Memasang kernel Linux.

Memasang Repositori Cadangan (Opsional)

Ubuntu Precise saat ini masih versi alfa. Artinya, banyak sekali perubahan yang terjadi sehingga repositori masih belum stabil. Perubahan-perubahan ini menyebabkan pencerminan lokal seperti Kambing dan Indika membutuhkan waktu lebih lama untuk sinkronisasi dengan repositori utama.

Kalau Anda memiliki akses Internet lumayan, silakan kunjungi daftar pencerminan Ubuntu dan periksa situs-situs yang Up-to-date. Saya memilih menggunakan situs dari Jepang, JAIST sebagai situs cermin tambahan.

Setelah memutuskan, saya menambahkan situs pencerminan tersebut ke berkas sources.list saya. Di dalam informasi tentang JAIST, saya ubah “Display sources.list entries for: ” menjadi “Precise (12.04)”.Lalu setelah itu saya menyalin dua baris di bawahnya yang berubah menjadi konfigurasi sources.list untuk Precise.

Langkah selanjutnya menambahkan dua baris tersebut ke sources.list. Saya tetap menggunakan Kambing sebagai situs utama, sehingga saya menambahkannya dua baris tersebut di akhir baris.

BONUS: Karena ViM belum terpasang, saya memberikan dua opsi untuk memasang repositori cadangan.

Cara L33t

Lakukan langkah berikut di dalam lingkungan chroot.

# cat >> /etc/apt/sources.list << PUTUS

deb http://ftp.jaist.ac.jp/pub/Linux/ubuntu/ precise main
deb-src http://ftp.jaist.ac.jp/pub/Linux/ubuntu/ precise main
PUTUS

Cara Biasa

Buka terminal satu lagi dan tambahkan dua baris entri deb dan deb-src tersebut.

$ sudo gedit /mnt/etc/apt/sources.list

Tambahkan dua entri setelah entri repositori utama dan simpan berkas tersebut.

Perbaharui Daftar Paket

Setelah masuk ke dalam lingkungan chroot, entah Anda memutuskan untuk menambah repositori atau tidak, jangan lupa memperbaharui daftar paket.

# apt-get update

Pasang Bahasa Indonesia

Sebagai seorang Indonesia, saya cinta Bahasa Indonesia. Saya lebih suka melihat kata “Sedang memproses pemicu untuk gnome-menus … ” dari pada versi bahasa Inggrisnya. Itu sebabnya, saya tidak ingin langkah ini opsional.

# apt-get install language-pack-id

Konfigurasi Waktu

Untuk mengonfigurasi waktu, lakukan langkah berikut:

# dpkg-reconfigure tzdata

Lalu pilih Asia.

Memilih Asia

Pilih Asia

kemudian Jakarta.

Memllih Jakarta.

Memilih Jakarta.

Untuk Anda yang berada di zona waktu selain Indonesia Barat (WIB), pilih Jayapura untuk Indonesia Timur (WIT) atau Makassar untuk Indonesia Tengah (WITA).

Memasang Perkakas Sistemberkas

Secara baku Ubuntu hanya memasang perkakas untuk EXT3, EXT4, NFS, CRAMFS, dan FAT32. Padahal, saya menggunakan LVM dan di atasnya terpasang ReiserFS. Agar sistem dapat digunakan saat nanti di-boot, saya harus memasang perkakas untuk LVM dan ReiserFS.

# apt-get install lvm2 reiserfsprogs

Mungkin jika Anda menggunakan XFS:

# apt-get install xfsprogs

Atau ada partisi NTFS:

# apt-get install ntfs-3g

Memasang Desktop

Sekarang saatnya memasang desktop Ubuntu. Anda bisa memasang Kubuntu, Lubuntu, Xubuntu, atau bahkan megonfigurasi sendiri. Tetapi, untuk kesederhanaan saya memilih untuk memasang yang baku dari Ubuntu.

# apt-get install ubuntu-desktop

Saat proses pemasangan ini berlangsung Anda jangan lupa ngopi, salam ke tetangga, ajak main anak Anda, atau lihat-lihat status gebetan di media sosial. Oh, sudah makan, belum?

Menambahkan Pengguna Baru

Tambahkan satu atau dua pengguna baru. Misalnya saya menambahkan satu pengguna baru:

# adduser jp
Menambhakan pengguna 'jp' ...
MEnambah grup baru /etc/skel' ...
Masukkan sandi lewat UNIX baru:
Masukkan ulang sandi lewar UNIX baru:
passwd: password updated successfully
Changing the user information for jp
Enter the new value, or press ENTER for the default
        Full Name []: Jan Peter Alexander Rajagukguk
        Room Number []:
        Work Phone []:
        Home Phone []:
        Other []:
Apakah informasi ini benar? [y/N] y

Tambahkan hak administrator kepada pengguna yang berhak. Misalnya akun saya.

# adduser jp sudo

Ubuntu Desktop sudah memasang sudo dan grup “sudo” otomatis ditambahkan sebagai grup administrator. Silakan cek dengan perintah “visudo” untuk mengetahui grup apa saja yang dikonfigurasi demikian.

Memasang Kernel

Langkah selanjutnya adalah memasang kernel. Saya pilih yang generik saja.

# apt-get install linux-image-generic

Proses pemasangan ini juga memasang GRUB PC (alias GRUB2). GRUB PC akan menanyakan partisi khusus yang hendak Anda pasang. Pilihkan cakram utama Anda, biasanya sih “/dev/sda”. Gunakan tombol panah atas dan bawah untuk navigasi. Tekan tombol spasi untuk memilih.

Pilih /dev/sda

Pilih /dev/sda (cakram keras utama)

Sampai tahap ini sistem sudah siap untuk digunakan. Selanjutnya kita akan bersih-bersih.

Bonus: Beberapa Langkah Tambahan

Saya menyertakan bonus untuk beberapa langkah tambahan untuk menyempurnakan pemasangan Precise ini, yakni:

  1. Memasang aplikasi-aplikasi dasar favorit.
  2. Memasang SSH.
  3. Mengonfigurasi direktori rumah (home) dan direktori lainnya.

Memasang Aplikasi Favorit

Saya suka memakai ViM.

# apt-get install vim

Memasang SSH

SSH server seringkali tidak dipasang, tetapi, saya suka mengakses laptop saya untuk menyalin berkas-berkas penting (misalnya anime, dokumen kantor, dll.) dari komputer lain.

# apt-get install ssh

Langkah berikut opsional, tetapi saya ingin agar konfigurasi SSH saya di BlankOn dan di Ubuntu ini sama. Untuk itu, buka jendela terminal lain dan salin berkas-berkas konfigurasi SSH.

$ sudo cp /etc/ssh/* /mnt/etc/ssh/

Saya lakukan ini supaya kunci SSH di BlankOn dan Ubuntu sama. Dengan ini kalau mau masuk dari mesin lain, klien tidak mencurigai kunci yang berbeda setiap kali berganti sistem operasi.

Mengonfigurasi Partisi Lain

Untuk lebih gampang, silakan gunakan GEdit untuk memodifikasi fstab. Misalnya, di terminal lain Anda gunakan perintah:

$ sudo gedit /etc/fstab /mnt/etc/fstab

Lihat baris mana saja yang perlu ditambahkan. Kecuali partisi dasar, yang lainnya tambahkan saja. Saya menambahkan partisi rumah ke dalam fstab. Kebetulan saya memisahkan partisi rumah “/home” ke dalam partisi yang berbeda.

Pembenahan Sebelum Masuk Ke Ubuntu

Langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum komputer dinyalaulangkan untuk masuk ke dalam sistem baru.

Cara Malas

Langsung nyalaulangkan komputer Anda.

Cara Aang Anak Baik

Berikut langkah-langkah yang baik:

  1. Keluar dari lingkungan chroot dengan menekan tombol CTRL-D.
  2. Lepaskan kaitan sistemberkas yang telah kita pakai.oun
    $ umount /mnt/dev/pts /mnt/proc /mnt/sys /mnt/dev
  3. Baru nyalaulangkan komputer Anda.

Perbaikan Di Dalam Ubuntu Precise

Ada beberapa hal yang perlu diperbaiki:

  1. Dukungan Bahasa
  2. Entri GRUB untuk Opera

Dukungan Bahasa

Terus terang saya tidak tahu apa yang saya lakukan, karena Ubuntu ini versi masih alfa.

Saya masuk ke dalam Language Support dan memasang dukungan Bahasa Indonesia. Entah mengapa, Ubuntu malah memasang bahasa Inggris. Akhirnya, saya pancing dengan mengaktifkan bahasa Inggris dan memilih “Apply System-wide”. Kemudian, saya pilih Bahasa Indonesia dan Apply System-wide. Terakhir, saya membuang dukungan bahasa Inggris. Lalu saya menyalaulangkan Ubuntu saya.

Membetulkan GRUB

Saya ketika memasang Ubuntu Precise hanya menjumpai Ubuntu dan Windows XP saja pada entri GRUB. Untuk mendapatkan entri BlankOn, saya melakukan ini:

$ sudo dpkg-reconfigure grub-pc

Dan lanjutkan saja terus, nanti di akhir konfigurasi GRUB PC akan mencari kembali partisi-partisi yang ada sistem operasinya.

Sekian

Demikian adanya.

Ubuntu Baru

Ubuntu Baru Saya

on 17 Feb 2012 03:43 AM

16 Feb 2012

A. Apa itu piranti lunak bebas dan sumber terbuka (FOSS) ? FOSS merupakan lisensi bebas yang memberikan pengguna hak untuk menggunakan, menyalin, mempelajari, mengubah, dan memperbaiki desain melalui ketersediaan dari kode sumber. B. Bagaimana itu konsep FOSS? FOSS atau Free Open Source Software dalam konteks piranti lunak bebas dan sumber terbuka kata “bebas” atau [...]
on 16 Feb 2012 06:00 PM

Menelepon gratis melalui android

Rolly Maulana Awangga

Teleponan gratis via android? kenapa tidak? teknologi yang sudah berkembang saat ini makin mudah untuk kita membuat sentral telepon sendiri dengan regulasi ala sendiri. Mudah saja yang kita butuhkan adalah dua hal, yaitu server sebagai sentralnya dan dari sisi pengguna cukup menggunakan androidnya . Dan sebagai media untuk melakukan komunikasi cukup hanya akses hotspot lokal yang ada di institusi atau kampus atau sekolah.

Saya akan menjelaskan bagaimana dari mulai instalasi dan konfigurasi dua hal tersebut :

Membuat sentral telepon

1. Instalasi asterisk

Asterisk dikembangkan di unix/linux, sehingga memang disarankan diinstall pada sistem operasi tersebut. tapi kali ini saya akan menjelaskan cara instalasi pada komputer windows dengan menggunakan asteriskwin32 bisa anda dapatkan di link ini. download saja dan install seperti biasa. Ingat catat IP komputernya untuk digunakan di konfigurasi android.

2. Konfigurasi asterisk

Buka icon “PBX Manager & Console” yang ada di desktop kemunidian klik tools>PBX Start, maka konsol akan keluar service asterisk sudah berjalan. nah sudah selesai secar defaultnya akun yang disediakan tanpa password yaitu 3000,3001, dan 3002

Setting Android

1. Instalasi sipdroid

Buka saja di sini dan download aplikasinya, atau bisa scan qr code berkut ini dari android anda untuk langsung mendownload aplikasi sipdroid melalui android anda sehingga bisa langsung diinstal.

2. Konfigurasi sipdroid

sekarang tinggal masuk ke sipdroid dan lakukan setting account 1, isi username dengan 3000 dan server dengan IP address dari komputer yang telah kita jadikan sentral telepon sebelumnya, lakukan hal yang sama dengan android rekan anda dengan memasukkan username 3001 atau 3002.

Selesai sampai disini, pastikan setiap android terkoneksi pada jaringan wifi satu kampus, institusi atau sekolah. nah sekarang tinggal panggil dari username yang masing-masing dimasukkan tadi dari salah satu android yang sudah di konfigurasi.


on 16 Feb 2012 08:45 AM

Redirect stderr ke File

Rotua Damanik

Kebetulan dapat tugas untuk mendampingi seorang rekan di kantor yang sedang mengurusi aplikasi pembayaran daring dengan salah satu bank terbesar di dunia. Setelah minggu sebelumnya harus ke Jakarta untuk membereskan masalah SMimeTool yang digunakan untuk enkripsi di aplikasi ini, yang ternyata masalahnya sepele: SMimeTool tidak dapat berjalan baik pada Java Runtime Environment bawaan CentOS yang menggunakan gcj. Nah cerita berlanjut, demi mempermudah proses enkripsi berkas yang akan dipertukarkan maka saya buatkan shell script kecil yang nantinya akan dipanggil dari PHP menggunakan fungsi shell_exec(). Isi skrip ini sangat sederhana, ia akan memanggil program berbasis Java untuk mengenkripsi berkas teks yang dikirim oleh SAP, lalu menghapusnya setelah enkripsi berhasil dijalankan.

Ketika dicoba dijalankan dari baris perintah sudah tidak ada masalah, namun hasilnya nihil ketika dicoba dijalankan dari PHP. Program PHP berjalan dengan mulus dan tidak ada pesan error sama sekali. Wajarnya shell script itu harus mengirimkan pesan error ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Awalnya saya curiga dengan masalah permission, terutama ketika saya sadar bahwa saya mencoba menjalankan skripnya di terminal menggunakan root. Benar saja, ada error ‘Permission denied’ ketika skrip dijalankan oleh user biasa. Setelah membereskan masalah permisi ternyata hasilnya masih sama, nihil.

Otakpun berputar, lalu sebuah kata muncul: ‘redirect’. Ya, mengapa tidak me-redirect message error yang dihasilkan program Java tadi ke suatu berkas log? Saya yakin pasti ada pesan galat ketika program itu tidak berjalan dengan semestinya. Akhirnya setelah Googling sebentar untuk memastikan cara me-redirect stderr ke file, saya minta rekan saya untuk mengubah program yang dipanggil di PHP menjadi

/opt/enkripsi/run_enkripsi.sh > error.log 2>&1

Dengan membaca error.log, saya akhirnya tahu bahwa program Java tadi harus dijalankan dari direktori tempat ia disimpan. Masalah ini diselesaikan dengan mengubah run_enkripsi.sh untuk masuk terlebih dahulu ke direktori di mana Java class yang akan dijalankan disimpan.


on 16 Feb 2012 03:45 AM

15 Feb 2012

LibreOffice 3.5 telah diluncurkan kemarin di hari Valentin! Beberapa fitur yang ditunggu-tunggu:

  • Impor dokumen Visio.
  • Diagram-diagram yang kompatibel dengan M$ Office.
  • Pemilihan huruf.
  • Semakin konsisten dengan perbaikan impor berkas RTF dan DOCX.

Untuk lebih lengkapnya, silakan kunjungi situsnya. Saya sendiri telah mengunduh dan mencobanya untuk membuka berkas presentasi Microsoft untuk DirectX 11 dari GameFest 2010 (tautan sengaja tak diberi). Saya adu dengan Microsoft Powerpoint Viewer dan menemukan bahwa keduanya cukup identik. Hanya beberapa animasi lebih bagus di MPV. Tetapi, keduanya memiliki penempatan yang sama. Saya jadi yakin untuk mengganti M$ Office di laptop ayah saya dengan LibreOffice. (Doakan saya biar adik saya tidak protes :P )

Mendapatkan LibreOffice

Untuk dapat memasang LibreOffice, kunjungi laman unduhan LibreOffice. Laman ini mendeteksi sistem operasi dan menyarankan berkas yang kita perlu. Saya ditawarkan 6 berkas instalasi, tetapi saya hanya mengambil 3 saja, yakni:

Untungnya KAMBING.ui.ac.id merupakan salah satu situs cermin LibreOffice, jadi mereka secara otomatis mengarahkan saya ke KAMBING.

Membuang yang lama

Supaya tidak bentrok, buang paket-paket yang lama

$ sudo apt-get remove openoffice-* libreoffice-*

Hati-hati, perintah ini membuang semua produk LibreOffice yang lama. Mohon diperiksa kalau-kalau ada paket aplikasi lain yang juga ikut terbuang akibat membuang LibreOffice. Hal ini dapat terjadi bila aplikasi tersebut membutuhkan LibreOffice/OpenOffice.org untuk berjalan.

Memasang LibreOffice

Buka berkas LibreOffice yang telah diunduh:

$ tar xvfz LibO_3.5.0_Linux_x86_install-deb_en-US.tar.gz

Pasang semua berkas Debian:

$ sudo dpkg -i LibO_3.5.0rc3_Linux_x86_install-deb_en-US/DEBS/*.deb

Setelah itu pasang integrasi dengan desktop agar tercipta pintasan-pintasan di menu BlankOn:

$ sudo dpkg -i LibO_3.5.0rc3_Linux_x86_install-deb_en-US/DEBS/desktop-integration/libreoffice3.5-debian-menus_3.5-13_all.deb

Selanjutnya memasang dukungan Bahasa Indonesia.

Memasang dukungan Bahasa Indonesia

Buka berkas dukungan Bahasa Indonesia:

$ tar xvfz LibO_3.5.0_Linux_x86_langpack-deb_id.tar.gz

Pasang semua paket Debian:

$ sudo dpkg -i LibO_3.5.0rc3_Linux_x86_langpack-deb_id/DEBS/*.deb

Memasang berkas pertolongan edisi Bahasa Indonesia

Buka berkas pertolongan:

$ tar xvfz ~/Unduhan/LibreOffice/LibO_3.5.0_Linux_x86_helppack-deb_id.tar.gz

Pasang paket Debian:

$ sudo dpkg -i LibO_3.5.0rc3_Linux_x86_helppack-deb_id/DEBS/libobasis3.5-id-help_3.5.0-13_i386.deb

Selesai.

Terakhir

Berhubung ini baru saya pakai, saya belum dapat memberi tahu kesan apa yang timbul setelah menggunakan produk ini. Yang pasti, LibreOffice 3.3 besutan tim BlankOn sudah sangat membantu. Mungkin ini paket lebih dahsyat lagi.

Oh, iya, berhubung paket ini dipasang di “/opt/libreoffice3.5/”, Anda bisa saja tak perlu membuang paket yang ada. Tetapi, supaya tidak bingung, lebih baik dibuang salah satu.

Terakhir, berhubung LibreOffice merupakan aplikasi kritikal untuk banyak orang, bagi Anda yang bergantung penuh lebih baik menunggu tim pemaket BlankOn memaketkan aplikasi ini.

Selamat mencoba.

on 15 Feb 2012 03:47 AM
This is a patch code for python-nmap module, to parse product and product version output from nmap result; Or we can simply develop yet-our-own-and-another XML parser, but why bother reinveting the wheel, we can just modify python-nmap to meet our needs. So, thanks to Alex for python-nmap module, and here is the patch to get product and product version. *** nmap.py.ori 2011-10-09 14:21:55.000000000 +0700 --- nmap.py 2011-12-17 22:33:13.000000000 +0700 *************** *** 7,12 **** --- 7,13...
on 15 Feb 2012 02:44 AM

14 Feb 2012

Mungkin ini fakta yang agak mengejutkan tapi sedang menjadi tren, terutama di luar negeri sana. Berita selengkapnya ada di sini.


on 14 Feb 2012 10:07 AM

mm


on 14 Feb 2012 09:09 AM

Tak Harus Cokelat kan?

Dedy Hariyadi

Hari ini (14/02) saya tidak harus membeli kue cokelat kan? Tahu Gejrot pun jadi. Yaa paling tidak warna gerobak sama dengan para penjual kue cokelat. Biasanya di bulan Februari banyak toko atau gerai menghiasi dengan warna merah muda dan menjual paket-paket kue cokelat. Njuk ini postingan tentang apa? Ini sekedar update blog saja. Setelah sekian lama saya tinggal di Jogja baru kali ini saya makan Tahu Gejrot khas Cirebon. Penjual Tahu Genjrot ini keliling disekitar Bulak Sumur. 1 porsi seharga Rp. 3500 yang disajikan diatas cobek yang terbuat dari tanah lempung (mungkin karena saya tidak tahu pasti). Lumayan untuk menambah khasanah jajanan sore, biar gak bosen dengan menu yang itu-itu saja. 


on 14 Feb 2012 08:47 AM

Klik...Terkoneksi Semua

Dedy Hariyadi

Fitur ini yang saya suka dari Gnome Connection Manager, 1 klik bisa login ke semua server. Tentunya selain fitur lisensi yang memudahkan kita. Saya menggunakan Gnome Connection Manager untuk memudahkan saya untuk me-remote semua server. Fitur-fitur lain anda dapat baca pada situs resminya :
- Gnome Connection Manager is licensed under the GNU General Public License version 3
- It's designed in Glade and written in python, so it just need PyGTK to run in any linux environment
- Can store passwords for easy access to hosts
- Supports multiple ssh tunnels for each host Unlimited vertical/horizontal window splitting. - - You can have as many visible consoles as you want
- Drag & Drop tabs between consoles
- Connect to multiple hosts with just one click
- Grouping hosts
- Cluster mode. Work on several hosts at the same time
- Customizable shortcuts
- Send custom commands to hosts
- It's free, and the source is included in the download
Cara installasinya, unduh versi terbaru di http://kuthulu.com/gcm/?module=download&lang=. Install menggunakan perintah sudo dpkg -i gnome-connection-manager_0.9.8_all.deb. Jika mucul pesan galat ketik sudo apt-get install -f. Selanjutnya selamat me-remote.
sumber : http://kuthulu.com/gcm/?module=screenshots&lang=


on 14 Feb 2012 01:52 AM

13 Feb 2012

Terkunci!

Arif Syamsudin

Keinginan pertama kali memang hanya mengunci si papankunci (keyboard). Kenapa? Entah, terlintas begitu saja. Sepertinya asyik kalau bisa mengunci si papankunci tanpa harus ikut memadamkan tampilan destop. Saya menggunakan Linux Mint 12. Kalau mau mengunci destop, kombinasi kunci yang saya tekan adalah ctrl+alt+l. Hasilnya destop padam, dan papankuncinya terkunci. Dengan kata lain tidak bisa melakukan apa-apa kecuali terlebih dahulu memasukkan kata sandi untuk bisa kembali ke lingkungan destop.

Bagaimana kalau hanya ingin mengunci papankunci, tanpa memadamkan destop? Tentu bisa! Ada beberapa solusi kalau kita cari di Google. Tapi solusi yang saya gunakan adalah dengan memasang satu aplikasi kecil yang bernama xtrlock. Aplikasi ini ada di repositori. Kalau terhubung dengan internet, bisa langsung dipasang dengan perintah: 

$ sudo apt-get install xtrlock

Sudah? Kalo sudah, penggunaannya tinggal menjalankan perintah xtrlock dari terminal. Atau buat kunci jalan pintas :) atau kalau menggunakan gnome3 (gnome-shell, kskss) tekan alt+f2 lalu masukkan perintah xtrlock. Jreng! itu papankuncinya sudah terkunci tanpa memadamkan destop :). Hnah, bagian terpenting adalah agaimana cara membuka kuncinya? Ini yang membuat saya panik waktu kali pertama mengaktifkan aplikasi ini. Begitu dapat informasinya yang dimaksud (cari tahu lewat Google tentunya) ternyata ... cukup memasukkan kata sandi yang kita gunakan waktu login. Viola! Gemboknya bisa terbuka lagi :). Terlampir adalah rekaman destop yang saya buat untuk sedikit menjelaskan penggunaan aplikasi xtrlock.


a. rekaman destop dibuat menggunakan gtk-recordmydesktop
b. penyuntingan rekaman destop menggunakan pitivi

on 13 Feb 2012 07:52 AM

11 Feb 2012

Kalau kita mengakses Internet melalui proxy maka segala aktivitas di terminal, semisal melakukan apt-get update atau apt-get install atau bahkan browsing menggunakan w3m, lynx, atau elinks, juga harus melewati proxy. Lalu bagaimanakah cara setting proxy untuk aplikasi-aplikasi yg berjalan di terminal ini? Caranya gampang, jalankan saja perintah berikut dari terminal.

export http_proxy=http://proxy.kampusku.com:3128

Kalau proxy yang digunakan mengharuskan autentikasi user dan password, perintahnya menjadi:

export http_proxy=http://user:password@proxy.kampusku.com:3128

Demikianlah posting singkat ini, tujuannya tidak lebih sekedar update blog yang sudah hampir sebulan tidak ada tulisan baru.


on 11 Feb 2012 10:56 AM
http://www.youtube.com/watch?v=cJ8hro-mN40 Berdasarkan panduan : http://dev.blankonlinux.or.id/wiki/Pemaket/PanduanPembuatanPaketMotu
on 11 Feb 2012 12:17 AM

10 Feb 2012

http://www.youtube.com/watch?v=JKYuZrVDR_A
on 10 Feb 2012 03:35 PM
Tiba-tiba di Youtube muncul video tentang penggunaan Cinnamon di BlankOn Rote. Apakah ini artinya BlankOn Linux dengan kode nama Rote bakal menggunakan Cinnamon ? Harapan saya jika Cinnamon tidak "ditanam" di BlankOn Linux paling tidak tersedia paket Cinnamon di repositori. Jadi pengguna BlankOn Linux bisa bebas memilih desktop environment. Walaupun yang didalam kemasan bawaannya adalah BlankOn Panel. Inilah enaknya menggunakan Linux. Saat kita tidak atau kurang cocok dengan desktop environment bawaan kita bisa mengganti sesuai selera. Saya sendiri saat ini menggunakan Cinnamon di Linux Mint 12. 


Referensi :
http://www.adzymaniac.web.id/blankon-dan-lingkungan-desktop/
http://aftian.wordpress.com/2012/02/09/cinnamn-mantap-ambil-psikologi-pengguna-windows/


on 10 Feb 2012 07:57 AM

09 Feb 2012

BlankOn dan lingkungan desktop

Aji Kisworo Mukti

Belakangan ini banyak distribusi Linux sudah mulai menggunakan desktop enviroment yang digadang-gadang merupakan desktop modern. Desktop berbasis shell seperti Gnome3 merupakan hal yang baru bagi pengguna, walaupun perlu beradaptasi lebih tapi pengguna biasanya memaksakan diri untuk menggunakan karena kesan pertama yang sudah mencengangkan. Tidak dipungkiri, penampilan grafis dan “pengalaman pengguna” dalam pengoperasian desktop lah yang [...]
on 09 Feb 2012 06:41 PM

04 Feb 2012

Seandainya kita telah membuat sebuah tabel tanpa unik key untuk kepentingan data warehousing, maka untuk mengolahnhya kembali tentulah harus kita lakukan pemilihan  row data serta menyingkirkan dari duplikasi data, saya dapatkan tutorialnya disini dan disini maka cara terbaik adalah menggunakan fungsi concat(ada juga menggunakan distinct), setelah itu agar query lebih efisien maka dibuat juga tabel view, sehingga menghasilkan SQL sebagai berkut :
create view con_photo_tag_view as
select * 
from con_photo_tag
where (subject is NOT NULL or object_id is NOT NULL)
group by concat(pid,subject)

Yup satu masalah redundansi data telah kita selesaikan, mari kita lanjutkan kepada langkah selanjutnya. Sebagai tambahan pengetahuan, perlu diketahui juga, tabel view akan seperti berkut :
select `con_photo_tag`.`pid` AS `pid`,`con_photo_tag`.`subject` AS `subject`,`con_photo_tag`.`object_id` AS `object_id`,`con_photo_tag`.`text` AS `text`,`con_photo_tag`.`xcoord` AS `xcoord`,`con_photo_tag`.`ycoord` AS `ycoord`,`con_photo_tag`.`created` AS `created` from `con_photo_tag` where ((`con_photo_tag`.`subject` is not null) or (`con_photo_tag`.`object_id` is not null)) group by concat(`con_photo_tag`.`pid`,`con_photo_tag`.`subject`)


on 04 Feb 2012 06:40 AM

03 Feb 2012

Exchange Client di Linux

Kurnia Ramadhani

Hampir di setiap perusahaan memiliki email perusahaan sendiri, atau yang sering disebut email korporat. Dan tidak sedikit pula perusahaan yang email korporatnya menggunakan produk dari Microsoft, yaitu menggunakan Microsoft Exchange, termasuk kantor saya sekarang damn but it’s true. Dalam menggunakan email tak jarang dari kita yang suka menggunakan program email client daripada mengakses melalui browser, dikarenakan kemudahan penggunaannya dan fitur yang bisa digunakan lebih banyak.

Bagi pengguna exchange, yang sistem operasi komputernya windows, email client yang digunakan sudah hampir pasti outlook, yang sudah satu paket dengan produk office. Permasalahannya adalah bagi mereka yang kurang terlalu suka menggunakan sistem operasi windows seperti saya agak kesulitan mencari program exchange client yang cocok.

Walaupun hampir di semua komputer di kantor menggunakan windows, tapi saya tetap menggunakan linux. Windows memang ada saya gunakan tapi itu di dalam kotak baca virtualbox. Menggunakan outlook memang enak, cuman saya ndak sreg saja, karena saya lebih suka bekerja di linux. Setelah searching-searching, ternyata ada program exchange client untuk linux.

Salah satu exchange client di linux adalah Evolution. Mail client open source satu ini memiliki dukungan untuk exchange. Namun Evolution harus ditambah plugin exchange supaya bisa digunakan sebagai exchange client. Cuman yang menggunakan ubuntu evolution tidak disertakan secara default, karena versi terbaru default mail client ubuntu menggunakan thunderbird.

Nah, untuk menggunakan evolution di ubuntu, kita harus menginstall dua paket terlebih dahulu dari repository, yaitu paket evolution dan evolution-exchange. Evolution untuk program utamanya, evolution-exchange untuk plugin exchange-nya. Cara menginstallnya bisa melalui synaptic (bagi yang menginstall synaptic) atau melalui terminal dengan perintah berikut:

sudo apt-get install evolution evolution-exchange

Sesudah itu buka program evolution. Selanjutnya kita buat akun mail client kita melalui menu Edit -> Preferences. Pilih Mail Accounts, kemudian pilih Add. Isi Required Information sesuai dengan data yang kita punya, lalu pilih Continue. Selanjutnya atur konfigurasi seperti gambar di bawah ini.

Untuk username harus disertakan nama domain yang kita gunakan. Formatnya sama dengan gambar yaitu domain\username. Sedangkan OWA url adalah alamat outlook web access. Bisa menggunakan alamat web maupun alamat ip. Kemudian cek melalui authenticate, baru habis itu tekan Continue. Selanjutnya tinggal continue-continue saja, set sesuai keperluan kita.

Selanjutnya tinggal tunggu si evolution melakukan sinkronisasi dengan exchange server. Dan yap, setup exchange client selesai sudah. Dan sekarang kita bisa kirim2an email exchange di linux dengan mudah. Dan sedikit-sedikit kita bisa bermigrasi, walau baru client saja. Happy emailing. :-)

on 03 Feb 2012 09:14 AM

02 Feb 2012

Trinity

Arif Syamsudin

trinity homepage
Familiar dengan banner di atas? Mungkin saya baru melihatnya. Atau jangan2 sebelumnya sudah pernah tapi lupa. Eee...ngga' penting sich, yang penting adalah situs ini menyediakan  sesuatu yang (mungkin) bisa menyelamatkan hari :D. Lebay yach? :p Maksud saya, Trinity ini menyediakan yang namanya Trinity Rescue Kit atau TRK.

Apa itu TRK? Yang saya tau, TRK bisa digunakan untuk mereset kata sandi pada sistem operasi, salah satunya Microsoft Windows. Sejauh ini tidak banyak cara yang saya coba untuk mereset kata sandi sistem operasi (sisop) Windows. Satu2nya cara yang pernah saya lalukan dan GAGAL adalah dengan membuat semacam rescue disk menggunakan flashdisk USB.

tampilan trinity rescue kit
Sudah pernah mencobanya? Siapa? Saya? Belum :D. Baru saja saya kelar mengunduh ketika teman yang kata sandi komputernya mau direset akhirnya ingat kata sandi apa yang digunakan :D. Dan akhirnya, jadilah TRK ini ngendon di cakramkeras menunggu untuk pergerakan berikutnya, siapa tahu ada lagi yang kelupaan sama kata sandi untuk masuk ke sisop pada pc nya.

Oia, TRK itu merupakan distribusi Linux yang dibuat khusus untuk perbaikan sisop khususnya Windows. Tapi tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan TRK pada sisop lainnya. Jadi, karena ini distribusi Linux, dan hasil unduhnya berbentuk berkas image (.iso), TRK ini bisa di:
  1. Bakar ke dalam CD
  2. Dijadikan liveUSB
  3. Boot dari jaringan
Silahkan pilih metode yang paling cocok menurut Anda. Baiklah selamat mencoba. Kalau ada yang sudah mencoba, dan SUKSES, tolong dibagi ke mari cerita suksesnya :). 

*semua gambar diambil langsung dari situs trinity.

on 02 Feb 2012 06:41 AM

01 Feb 2012

It’s not that hard. In fact, I’ve found that it wasn’t like the documentation stated. Let’s use KMix 4.8.0 as an example.

According to Bug 292595, KMix failed to compile with the new OSS4. I too affected by this. Luckily, the bug provide a patch as an attachment:

diff -ur kdemultimedia-4.8.0.orig/kmix/backends/mixer_oss4.cpp kdemultimedia-4.8.0/kmix/backends/mixer_oss4.cpp
--- kdemultimedia-4.8.0.orig/kmix/backends/mixer_oss4.cpp 2012-01-27 22:02:21.368720442 +0800
+++ kdemultimedia-4.8.0/kmix/backends/mixer_oss4.cpp 2012-01-27 22:10:27.844842363 +0800
@@ -430,7 +430,7 @@
 {
 Volume vol(ext.maxvalue, ext.minvalue,
 false, isCapture);
- vol.addVolumeChannel(VolumeChannel(Volume::MLEFT));
+ vol.addVolumeChannel(VolumeChannel(Volume::LEFT));
 
 MixDevice* md = new MixDevice (_mixer,
 QString::number(i),

Those lines are verbatim copies from the attachment and I save it to “$PORTAGE_TREE/kde-base/kmix/files/kmix-4.8.0-oss4-fix.patch”. I have $PORTAGE_TREE in “/usr/local/portage”; that might vary on you.

Then, in the “$PORTAGE_TREE/kde-base/kmix/kmix-4.8.0.ebuild” I add these lines before “src_configure”:

PATCHES=( 
 "${FILESDIR}/kmix-oss4.patch"
)

And generate the new checksum for it so that Gentoo won’t complain:

# ebuild /usr/local/portage/kde-base/kmix/kmix-4.8.0.ebuild digest

Voila! We do the routine as usual. No need to make “src_unpack()” function.

on 01 Feb 2012 08:06 AM

Fastboot salah satu alat untuk flashing rom android dari mode fastboot. mode fastboot ini mempunyai banyak fungsi seperti memasukkan kernel android dan recovery mode. Mode fastboot ini pada beberapa type android memang ada seperti HTC, Nexian A890, ZTE Blade, dan masih banyak lagi fastboot mode terbuka pada perangkat android. Untuk masuk ke fastboot mode biasanya menggunakan kombinasi tombol. Pada kebanyakan perangkat HTC adalah menekan Vol Down + Power, Untuk Nexian Journey End Call + Vol Down + Power untuk perangkatlainnya silahkan cari sendiri pada mesin pencari :D. Fastboot pada Mac OSX ternyata installasinya lebih mudah dari pada Fastboot di Linux Ubuntu tanpa otak atik berkas Udev, perangkat Android pada Mac OSX sudah bisa berjalan lancar jaya. Untuk lankah-langkah installasi Fastboot Android pada Mac OSX sebagai berikut : 

Unduh berkas Fastboot pada tautan ini
Buka Terminal, buat drirektori android-sdk_mac
mkdir Library/android-sdk_mac-osx/platform-tools 
kemudian salin berkas fastboot ke dalam direktory Library
cp fastboot Library/android-sdk_mac-osx/platform-tools/
Setelah menyalin berkas fastboot kemudian berikan hak akses berkas fastboot pada direktori Library/android-sdk_mac-osx/platform-tools/
sudo chmod 755 Library/android-sdk_mac-osx/platform-tools/fastboot
Kemudian dilanjutkan membuat berkas profile bash konsole pada direktori user anda dengan mengetikkan perintah berikut :
touch .profile
Sunting berkas .pofile, dengan perintah berikut :
open .profile
Kemudian tambahakan baris path berikut :
PATH=${PATH}:/Users/namauser/Library/android-sdk_mac-osx/platform-tools/
Untuk perintah dasar Fastboot Mode pada Android 

 update reflash device from update.zip
 flashall flash boot + recovery + system
 flash [ ] write a file to a flash partion
 erase erase a flash partition
 getvar display a bootloader variable
 boot [ ] download and boot kernel
 flash:raw boot [ ] create bootimage and flash it
 devices list all connected devices
 continue continue with autoboot
 reboot reboot device normally
 reboot-bootloader reboot device into bootloader

options:
 -w erase userdata and cache
 -s specify device serial number
 -p specify product name
 -c override kernel commandline
 -i specify a custom USB vendor id
 -b specify a custom kernel base address
 -n specify the nand page size. default:2048

on 01 Feb 2012 06:26 AM

Kembali Ke Dasar

Jan Peter

Saya diberitahu bahwa FOSS masuk ke dalam mata ajar sekolah. Katanya, sih, Pak Onno dan kawan-kawan memperjuangkannya. Baguslah, FOSS memang penting untuk kemajuan bangsa. Lumayanlah, mungkin bangsa ini bisa mengejar ketertinggalan dari Brazil.

Saya sempat berbincang-bincang dengan seorang pimpinan LSM. Orang-orang suka mempertanyakan keputusan LSM yang dia pimpin untuk selalu mengedepankan FOSS; bahkan berseloroh untuk tambahkan logo pinguin di LSM tersebut. Lalu dia bilang, “Semangat FOSS adalah semangat berbagi. Kebanyakan orang FOSS-lah yang turun ke daerah dan berbagi. Lagipula, kami percaya, Indonesia butuh software legal dan saat ini FOSS-lah jawaban untuk sebagian besar kita.”

Lalu kemarin saya pergi ke Gramedia Margonda untuk mencari buku panduan tentang Drupal. Saya tidak menemukannya, tetapi betapa terkejut saya melihat buku komputer yang ditawarkan. Mayoritas buku tentang cara pakai perangkat lunak tertutup yang saya yakin mayoritas kita hanya dapat didapatkan secara membajak. Hanya ada satu buku mengenai GNU/Linux Debian.

Saya tidak menemukan buku tentang Drupal. Yang ada hanya buku Joomla, Prestashop, dan buku-buku mencari uang di Internet. Ada juga buku membuka akun di WordPress, Blogger, dan Tumblr. Ya, sudah, saya pasrah dan pulang dengan tangan kosong.

Saya tidak tahu, apakah ini pertanda dari Tuhan mengenai hal-hal yang berhubungan ini, percaya atau tidak, terjadi dalam waktu secara kronologis pada hidup saya. Tetapi, tampaknya ini mengingatkan saya betapa kurangnya buku dan panduan mengenai aplikasi FOSS berbahasa Indonesia.

Dahulu, pernah ada isu di dunia FOSS tentang perlunya ada pengguna menengah. Waktu itu, ada jarak antara pengguna baru dan pengguna lanjut (suhu, guru, dsb.). Bagaimana mungkin suhu-suhu yang telah memasang Debian beberapa tahun lalu ingat cara memasang pada mesin baru? Mereka yang terbiasa dengan sed dan awk takkan bisa mengajarkan kepada pengguna baru. Apalagi, Debian menyediakan dokumentasi teknis lengkap di /usr/share/doc.

Dan di Indonesia sepertinya diperlukan pengguna-pengguna yang menggunakan aplikasi FOSS untuk keperluan sehari-hari. Saya belum menemukan buku-buku panduan aplikasi Blender3D, GIMP, mau pun Inkscape dalam Bahasa Indonesia. Saya tidak tahu tentang panduan OpenOffice/LibreOffice. Saya juga tidak tahu apakah ada yang pernah membahas Redmine dalam Bahasa Indonesia.

Saya sadari, saya hanya mengerti Smart Card, Pemrograman Java, dan Kompilasi Aplikasi. Saya mengerti bagaimana membuat sebuah sistem yang terkustomisasi. Saya mengerti optimasi sistemberkas. Tetapi, saya tidak mengerti bagaimana menggunakan aplikasi-aplikasi biasa. Dan ini menyulitkan saya ketika saya hendak membantu orang-orang.

Mungkin, di tahun 2012 ini saya harus menyempatkan waktu menggunakan aplikasi-aplikasi seperti LibreOffice, GIMP, KDENLive, dan sebagainya. Mungkin menuliskan beberapa tips. Menaruhnya di sebuah WIKI atau mungkin buku daring.

Sedikit pertanyaan, adakah dokumentasi Bahasa Indonesia mengenai aplikasi-aplikasi tersebut? Sudikah kiranya Anda untuk membagikannya?

Oh, iya, saya sudah menyiapkan laman komparasi di sini.

on 01 Feb 2012 03:46 AM

29 Jan 2012

Full Circle Magazine #57

Fakhrul Rijal

Sambil baca Majalah Full Circle edisi bulan depan, yang sudah hadir prematur pada akhir bulan ini.. ;)

silakan klik pada gambar sampul majalah untuk mendapatkannya. ;)

Created using WordPress 2.0.4 for Android 2.3.7

on 29 Jan 2012 12:41 AM

28 Jan 2012


Tidak terasa blog ini sudah berumur 4 tahun, tidak ada tanggal special kapan blog ini lahir, namun tandanya adalah tagihan registrant sudah mulai memenuhi inbox yang selalu mengingatkan saya untuk memperpanjang domain blog ini. ;-)

Hampir atau mungkin lebih dari setengah tahun blog ini tidak diupdate. Kesibukan saya akhir-akhir ini sangat sulit ditolerir, bahkan update status atau post ke situs microblogging lain pun tidak sempat.

Perubahan yang jelas dalam hidup saya adalah kembali ke pulau Jawa. Setelah merantau lebih dari 5 tahun di pulau Kalimantan. Ini berkaitan dengan profesi baru saya sebagai Java Developer di salah satu perusahaan swasta yang bergerak dalam pembuatan sistem untuk perbankan.

Setelah dibekali pelatihan selama satu bulan, saya langsung ditempatkan di project. Disinilah kesibukan itu bermula karena bekerja di Jakarta, tidak seperti di Samarinda. Sulit sekali mengatur waktu pada hari kerja karena sebagian waktu kita pun habis di jalan raya. Saya lebih baik mengambil extra jam kerja sekalian daripada pulang tepat waktu dan kena macet di jalan.

Untuk saat ini, sebagai programmer jalanan (pemulung ilmu), istilah saya untuk programmer autodidak yang tidak pernah mendapat pelatihan programming atau ikut kursus, ini merupakan pencapaian yang baik. Karena dengan terjun langsung ke dunia kerja, kita langsung berhadapan dengan kondisi real yang pada akhirnya memaksa kita untuk mampu dan secara tidak langsung mengasah kemampuan kita sendiri.

Banyak orang yang kurang berani mengambil resiko seperti ini. Kalo istilah pengusaha "modal dengkul", bagi saya mungkin istilah "modal nekad" lebih tepat. Dengan modal ilmu pas-pasan dari proses belajar autodidak, saya nekad melamar ke perusahaan ini. Dan menurut saya perusahaan ini juga cukup nekad menerima programmer otodidak seperti saya :-)

Tapi nyatanya begini, kalau kita pernah mengerjakan project software sendiri, bekerja di sebuah perusahaan software cenderung lebih mudah. Contohnya, dalam mengerjakan project sendiri, kita dituntut menjadi Business Analyst, System Analyst, Programmer, Quality Assurance, Sales dan bahkan ketika production kita juga berperan menjadi System Engineer dan Host Integrator. Sedangkan di perusahaan software, setiap peran ini sudah ada bagiannya masing-masing.

Ketika saya masih bekerja dimana Samarinda, perusahaan tempat saya bekerja mencari programmer tambahan. Satu pertanyaan yang saya berikan pada pelamar adalah "Sudah pernah membuat program yang bisa anda jual dan masih dimaintain hingga sekarang?". Jawaban dari pertanyaan tersebut sudah cukup bagi saya untuk melakukan seleksi. Tentu saja harus juga dibuktikan dengan demo program dan source codenya.

Perbedaan lainnya yang saya rasakan antara di daerah dan di Jakarta adalah disini saya akhirnya bisa menemukan komunitas. Di kantor, pada akhirnya saya memiliki rekan seprofesi yang bisa saling menyempurnakan ilmu yang kita peroleh dengan jalan memulung tadi ;-) Karena kalau kita tidak memiliki biaya untuk belajar, maka bergabunglah dengan komunitasnya. Sehingga kita bisa memperoleh ilmu itu secara cuma-cuma.


on 28 Jan 2012 10:32 AM

25 Jan 2012

Here’s some more information on the Singleton design pattern from wikipedia class Foo { Foo () {} static Foo instance; public Foo get () { if (instance == null) { instance = new Foo (); } return instance; } }
on 25 Jan 2012 11:05 AM

23 Jan 2012

Posting via Email

Okto Silaban

Tolong diabaikan. Dari dulu pengen coba fitur posting via email di WordPress tapi baru kali ini kesampean buat setupnya. Kalau anda membaca tulisan ini, berarti testingnya berhasil :P

on 23 Jan 2012 03:53 PM

21 Jan 2012

Hampir terkaget ketika keluar error:

Error MySQL : #1033 incorrect information in file xxx.frm

di halama unta page kreatif.co.id

alhasil cek en ricek ketika masuk cpanel bagian phpmyadmin, ternyata tabelnya rusak. sedih memang rasanya data sudah banyak tapi ternyata tabelnya rusak. Selidik demi selidik tabel yang rusak hanyalah tabel yang menggunakan InnoDB, saya belum terlalu paham benar kenapa bisa ada tabel yang saya buat ada InnoDB, dan memang saya masih awam tentang InnoDB. tampilannya seperti berikut jika di phpmyadmin

Cari cari saya di paman google temukan artikel ini, tapi kendalanya adalah ketika kita sudah ada di shared hosting. Sudah tidak mungkin lagi untuk restart mysql nya, kecuali minta sama admin shared hostingya. tapi takdir telah menjadikan table tersebut benar sendiri dengan sendirinya pada esok lusanya, akhirnya saat ini saya migrasikan saja buat tabel baru daripada kacau lagi gara gara InnoDB.


on 21 Jan 2012 08:57 AM

20 Jan 2012

biar ngga' lupa

Arif Syamsudin


juga tindakan pengamanan kalo sewaktu-waktu berkas aslinya hilang baik disengaja maupun tidak disengaja.
on 20 Jan 2012 03:28 PM

17 Jan 2012

Saya sering sekali mengalami bahwa banyak proses di system yang musti di kill tapi agak susah karena jumlahnya banyak padahal nama prosesnya sama, nah mungkin ini sekedar catatan bagaimana kill multiple process yang namanya sama hanya dengan satu kali command.

# kill -9 `ps -ef | grep namaproses.sh | grep -v grep | awk ‘{print $2}’`

Yah maklumlah udah berumur, jadi musti dicatat biar bisa dicontek sewaktu-waktu :D


Filed under: Solaris
on 17 Jan 2012 03:23 AM