29 Jan 2015

Yanis Varoufakis baru saja dilantik menjadi Menteri Keuangan Yunani yang baru. Dia dikenal sebagai seorang ekonom yang menentang bail-out Yunani. Yang menarik, dia sebelumnya adalah ekonom yang disewa Valve untuk pengembangan sistem ekonomi Steam.

Dia mendeskripsikan dirinya sebagai Marxist Libertarian. Pantas saja Steam dibuat menjadi lebih sebagai ekosistem yang dibangun secara bebas untuk para pengembang dan pemain. Valve sebagai penyedia ekosistem memastikan partisipasi aktif setiap orang yang tergabung dalam ekonomi digital yang dibangunnya.

Sebagai seorang ekonom, tentunya dia lebih berpengalaman dibandingkan yang lain. Dengan menggunakan Steam, dia dapat menerapkan berbagai model ekonomi. Ditambah lagi, Valve punya kendali khusus untuk menambah/mengurangi jumlah parameter atau menetapkan konstanta-konstanta dalam menjadikan Steam sebagai pasar yang unik.

Pandangan dia yang lain yang menarik adalah mengenai ekonometrik. Bahwa ekonomi sering kali dipandang sebagai sebuah peristiwa yang dapat dicocokkan dengan berbagai teori yang mana teori-teori tersebut bisa jadi saling berkompetisi/bertentangan. Sehingga, apabila ada dua atau lebih teori yang bertentangan, setiap ekonom harus memilih salah satu dari teori yang bertentangan dan mengabaikan teori yang lainnya. Itulah sebabnya, teori-teori tersebut hanya mampu menjelaskan secara empiris fenomena-fenomena ekonomi dengan asumsi ceteris paribus.[1]

Yang menarik dari Steam adalah perubahan paradigma bahwa nilai ekonomis tidak saja dipengaruhi oleh permintaan, penawaran, dan kekuatan menawar. Adanya sistem barter yang diterapkan oleh Valve di dalam Steam membuat perhitungan ekonomis menjadi kacau. Ada faktor sosial, terutama persepsi pengguna tentang barter sebagai sarana memberikan hadiah dan barter sebagai alat tukar.

Hal ini dijelaskan lebih lanjut dengan adanya salah tafsir dalam fondasi ekonomi barter dan mengapa ada suatu nilai tukar. Setidaknya, dari penemuan-penemuan arkeologis, diketemukan bahwa uang awalnya bukan sebagai murni alat tukar semata, tetapi sebagai penanda utang. Uang baru menjadi penting ketika ada pemaksaan sosial dalam mengatur produksi dan distribusi. Pemaksaan sosial melalui strata sosial (hierarki, kasta),  kewajiban, dan kekerasan terorganisasi membentuk konvensi sosial tersebut. Hal inilah yang melahirkan nilai-nilai sosial dalam masyarakat modern saat ini, termasuk penggunaan uang sebagai nilai tukar.

Ada faktor filosofis yang membentuk pertukaran ekonomi. Saya jadi teringat mengenai perbedaan antara pasar (in-game market) dalam  permainan-permainan Asia Timur dengan pasar permainan Masyarakat Barat. Nanti saya tulis, deh. Tapi, syaratnya jangan tertawakan saya bila ilmu saya masih kurang.

Aduh, saya perlu berhenti sebelum tulisan ini jauh dari ranah pengetahuan saya. Saya cuma mau bilang bahwa ekonom dibalik Steam sekarang menjadi Menteri Keuangan Yunani yang baru. Intinya, ya, itulah alasan mengapa saya memakai Steam setiap malam.

Ahem, maksud saya, penelitian Steam sebagai pasar permainan membuktikan bahwa suatu ekosistem ekonomi dibangun dengan multi-dimensi yang mana TIK salah satu pemeran di dalamnya. Saya berharap rekan-rekan dengan ranah sosial bisa menjelaskan beberapa faktor dalam Steam.


  1. Saya tidak tahu bagaimana menjelaskan empirical regularities dengan bahasa manusia. Tulisan ini jauh di luar ranah saya. ^

Bacaan Lebih Lanjut

on 29 Jan 2015 09:27 AM

Jadi karena baca tulisan si Zam, kepikiran nulis ini. Kebetulan saya pernah survey langsung ke Graha Raya Bintaro.

Akses

Marketingnya pasti bilang dekat tol, aksesnya gampang, dll. Kalau pengalaman gue sih cukup sengsara ya.

Pintu tol yang terdekat (setahu saya) ada 2, Tol Alam Sutra, dan yang di JORR W2 (entah apa nama gerbangnya). Nah masalahnya kalau ke Tol Alam Sutra, kudu lewat Alam Sutranya. Sementara jalan tembus dari Graha Raya Bintaro ke Alam Sutra itu kecil banget. Saya naek angkot disitu, papasan angkot lain, keduanya harus saling melipir, padahal jumlah kendaraan yang lewat banyak banget. Macet lah pokoknya.

Jarak ke tol JORR W2 jauh juga. Harus melewati Pasar Ciledug, lalu via jalan Ciledug Raya. Ini jalur neraka deh. Macetnya parah beut.. Saya aja ya, waktu itu naik angkot putih kecil itu, dari pasar Ciledug ke arah Kebayoran Lama. Di tengah jalan, saking macetnya, si sopir ngomong ke kami para penumpangnya: “Maaf ya.., sampai sini saja. Nyambunga aja angkot belakang. Saya gak kuat lagi. Mau istirahat aja..”. Padahal itu angkot penuh ! Bayangin deh, sopir angkot yang hidupnya dari situ aja sampai nyerah. Dan setelah pindah ke angkot belakangnya, saya tertidur, bangun, tidur lagi, bangun lagi, dst, sampai akhirnya tiba di Kebayoran Lama. Dan sepanjang jalan itu emang gak ada apa-apa. Gak ada banjir, gak ada kecelakaan, gak truk nyangkut. Ya emang macet aja. Itu Minggu sore sekitar jam 4-an.

Kata seorang teman yang membeli rumah di sini sih, ada alternatif lain via Joglo. Nanti tembus ke Jalan Panjang. Joglo ini memang row jalan nya lebar sih, enggak kaya jalan Ciledug Raya. Tapi kalau musim hujan sering ada genangan air (baca: banjir) di situ.

Dari Graha Raya ada semacam bis shuttle nya. Tapi jumlah dan jam nya sangat terbatas. Tujuan akhirnya pun sangat terbatas. Kalau cuma buat iseng-iseng jalan-jalan di weekend mungkin cocoklah.

Nah ini terkait tulisan saya sebelumnya. Kalau andalannya cuma tol ya gini. Kalau udah macet, semua akses mati. Percuma mau naik angkot kek, shuttle bis kek, sepeda motor kek, mobil pribadi pun sama. Karena jalan yang dilalui ya sama, itu-itu juga. Alternatif KRL gak ada disini. Harus ke BSD atau ke Bintaro Jaya (Sudimara, Jurangmangu), yang jaraknya hampir sama aja dengan ke Jakarta. Kecuali kalau kalian aktifitas sehari-hari gak ke Jakarta sih ya gpp.

Lingkungan

Nah kalau soal lingkungan sih lumayan OK. Kesannya tidak se-elit BSD, atau Bintaro Jaya yang cluster mewahnya, lebih mirip ke Bintaro Jaya sektor 1-3 tapi yang cluster menengahnya. Kayakna kebutuhan sehari-hari juga sudah lengkap ya. Minimarket, resto cepat saji, makanan dan jajanan lucu-lucuan, tempat olahraga, dll cukup lengkap. Cukup bersih juga lingkungannya.

Tapi ada testimony juga dari teman yang lain. Waktu itu dia sudah mau beli rumah di sini. Sudah nego-nego, sudah janjian sama marketingnya, bahakan sudah bawa surat-surat yang diperlukan. Uang DP pun sudah siap. Dalam perjalanan menuju marketing office, dia melihat beberapa spanduk gede terpasang di lingkungan komplek tersebut yang bertuliskan “Kami menolak pembangunan [tempat ibadah] di lingkungan ini..!!!”. Ya apapun [tempat ibadah] nya itu, yang jelas teman saya langsung mati rasa seketika. Berputar haluan, dan mencari rumah lagi di lokasi lain. Kejadian ini sudah hampir 2 tahun lalu sih. Entahlah sekarang. Sewaktu saya kesana sih gak ketemu beginian.

Harga

Teman saya yang beli di kompleks Fortune, Februari 2014, tanah sekitar 85 atau 90 gitu, 2 lantai, dapat harga 800jt. Sewaktu saya kesitu (akhir 2014), mereka membuka cluster baru di kompleks yang sama. Dengan tipe yang sama persis, harganya sudah naik jadi 1,050 M (cash). Kalau KPR jadi sekitar 1,25 M. Sebagai perbandingan saja, di BSD City, cluster-cluster lama, dengan budget segitu, bisa dapat rumah dengan luas tanah 119. Tapi bangunan 1 lantai sih, dan usia bangunan sudah sekitar 7 tahun.

Ini review saya setelah 1 kali kunjungan ke lokasi ya. Ya gak beli juga sih, iseng aja, itung-itung jalan-jalan murah, ketimbang ke Bandung atau ke Jogja, haha.

on 29 Jan 2015 08:41 AM

28 Jan 2015


Saya hanya mencoba menjalankan via live CD tidak berminat untuk memasang Ubuntu sebagai pendamping OS X di MacBook Pro 11.2 ini karena seluruh kebutuhan pekerjaan sudah ada di OS X. Jika keinginan memasang Ubuntu di MacBook Pro 11.2, silahkan ikuti petunjuk tautan dibawah.

https://help.ubuntu.com/community/MacBookPro11-1/Saucy

Beberapa perangkat keras di MacBook Pro 11.2 setelah pemasangan ubuntu selesai, banyak yang belum support tapi dapat disiasati dengan beberapa konfigurasi dibawah, selain beberapa isu perangkat keras dibawah sudah bisa berjalan lancar di MacBook Pro 11.2.
  • Pemasangan Ubuntu melalui Live CD USB flash drive ( Unetbootin atau Startup Disk Creator ) 
  • Boot EFI : konfigurasi lebih lanjut, silahkan mengikuti di tautan ini 
  • AirPort Wireless BCM4360 - perlu pemasangan driver dan konfigurasi ikuti petunjuk pemasangan tautan ini, saya sarankan menggunakan koneksi modem GSM, karena tidak ada lagi LAN Port kecuali anda punya converter LAN Port ke port Thunderbolt atau port USB, yang terpenting adalah cari cara untuk terkoneksi dengan repository Ubuntu.
  • Speaker : Sudah berjalan lancar jaya, tanpa konfigurasi lagi.
  • Touchpad Multitouch : konfigurasi lebih lanjut, silahkan mengikuti  tautan ini 
  • Retina Display : konfigurasi lebih lanjut, silahkan mengikuti tautan ini.
  • Keyboard : lancar jaya perlu sedikit konfigurasi untuk mengaktifkan FN mode ikuti tautan ini.
  • Port HDMI : sudah dapat digunakan baik menampilkan gambar dan mendengarkan sound dari port HDMI.
  • iSight Camera : sudah bisa berjalan sejak ubuntu 14.10, untuk ubuntu 13.10 tidak berjalan.

Selamat mencoba hacking MacBook Pro Retina 15 :)

on 28 Jan 2015 05:29 PM

wine: Bad EXE format

Dedy Hariyadi

Dobel klik installer MS Windows yang berekstensi .msi tidak muncul. Begitu pula saat klik kanan jalankan melalui Wine juga tidak muncul apa-apa. Akhirnya buka terminal ketik wine aplikasi-win.msi ternyata muncul galat wine: Bad EXE format.

Setelah uprek-uprek ketemu cara menginstall berkas .msi melalui Wine, caranya: wine msiexec /i aplikasi-win.msi. Proses installasi berjalan cukup lancar namun masih ada beberapa kendala yang mungkin menghantui saya. 

Semoga catatan ini bermanfaat ketika Anda menginginkan install .msi melalui Wine. Perlu diingat menginstall aplikasi MS Windows di Linux menjadi resiko Anda sendiri :)

on 28 Jan 2015 10:40 AM

27 Jan 2015

Cerita dari Pengembang: Our Story In 1994, two programmers started working on a web browser. Our idea was to make a really fast browser, capable of running on limited hardware, keeping in mind that users are individuals with their own requirements and wishes. Opera was born. Our little piece of software gained traction, our group […]
on 27 Jan 2015 10:16 PM

Phoronix mengumumkan tentang Vivaldi, sebuah peramban baru. Vivaldi dibangun oleh mantan CEO Opera dengan tujuan membangkitkan fitur-fitur Opera seperti dahulu. Fitur seperti mendengar para kontributor dan pengguna.

Seperti peramban baru lainnya, Vivaldi dibangun dengan menggunakan Chromium. Setelah beberapa kali mencoba, saya menemukan beberapa fitur unik:

  • Penggunaan papan ketik didukung. Pintasan-pintasan papan ketik cukup kuat untuk para pengguna mahir. Setidaknya itu yang saya lihat dari daftar pintasan papan ketik.
  • Warna dasar peramban berubah mengikuti situs yang dikunjungi. Ini menimbulkan efek immersive experience.
  • Tampilan sederhana.

Yak, kira-kira TL;DR-nya seperti itu.

Cara Pasang

Vivaldi menyediakan paket RPM dan Debian untuk dipasang. Silakan gunakan cara yang disarankan pada masing-masing sistem operasi Anda. Berhubung saya menggunakan Gentoo, cara saya berbeda. Saya asumsikan Anda sudah mengunduh berkas Debian Vivaldi_TP_1.0.83.38-1_amd64.deb (versi terbaru saat penulisan). Silakan ganti dengan versi yang lain.

Ekstraksi Vivaldi.

ar p Vivaldi_TP_1.0.83.38-1_amd64.deb \
  tar xvfJ -

Lalu pindahkan ke sistem.

sudo mv opt/vivaldi /opt
sudo mv usr/bin/vivaldi-browser /usr/bin

Jangan lupa sandbox Chromium harus punya setuid.

sudo chmod 4755 /opt/vivaldi/vivaldi-sandbox

Selesai.

Cuplikan

Tidak enak tanpa cuplikan. Omong-omong, saya ubah-ubah sedikit sebelum ambil cuplikan. Saya menyesuaikan tata letak dengan Opera saya yang dulu.

About Vivaldi browser My Blog on Vivaldi Browser Vivaldi Bookmarks Vivaldi Contacts Downloads sidebar and download modal. Vivaldi Mail coming soon Vivaldi Notes

 

on 27 Jan 2015 03:59 PM
Besok (28/01) KSL El Rahma bekerjasama dengan KPLI Jogja mengadakan diskusi santai dengan topik Pendekatan Forensik Digital dalam Pembelajaran GNU/Linux. Direncanakan acara akan diselenggarakan di depan kampus STMIK El Rahma pada pukul 18.30. Bagi yang berminat mengikuti diskusi langsung saja ke kampus STMIK El Rahma yang lokasinya dapat dilihat https://www.google.com/maps/place/STMIK+EL+RAHMA/@-7.8226665,110.3735865,16z

Acara ini sifatnya santai tidak terlalu formal hanya serius. Jika dilihat dari topiknya sebaiknya membawa notebook atau minimal membawa ponsel yang dapat terkoneksi dengan internet. Saya dapat bisikan dari panitia, diskusi ini akan ada sedikit kejutan yang asik. Bagi tertarik silahkan tambahkan daftar acara "Rabu Bergaulmu" ke STMIK El Rahma.
on 27 Jan 2015 12:36 AM

26 Jan 2015

Banyak yang mengatakan usaha warnet saat ini sudah mulai redup. Dari pengalaman saya menjadi pengusaha warnet sejak tahun 2003-an, dibandingkan dengan masa lalu saat internet masih merupakan barang “mewah”, memang usaha warnet sendiri sudah turun pamor, dengan murahnya koneksi pribadi dan murahnya laptop.

Akan tetapi bukan berarti tidak ada peluang untuk mengembangkan warnet/gamecenter dengan menambah fasilitas dan usaha-usaha sambilan yang lain. Sebagai pengusaha, kita dituntut untuk jeli dalam mencari peluang untuk bertahan hidup dan beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi saat ini.

Berikut ini saya tuliskan fasilitas penunjang warnet dan usaha sambilan yang mungkin bisa kita kembangkan:

Printer dan Scanner: ini mungkin fasilitas standar, tetapi karena printer merupakan barang yang gampang rusak/trouble, kadang kita tidak cepat tanggap. Saran saya, jangan biarkan printer/scanner dalam keadaan trouble, kalau perlu sediakan printer cadangan bila printer utama trouble, sebab mungkin banyak orang yg punya laptop dan komputer pribadi atau bahkan gadget, tapi kebutuhan akan printer yang jarang dan biasanya mendesak membuat banyak orang mencari tempat ngeprint di luar daripada beli printer sendiri. Demikian juga scanner.

Jualan pulsa : ini juga fasilitas sederhana tetapi cukup membantu pemasukan, sebab, banyak pelanggan warnet yang kadang perlu isi pulsa tetapi malas untuk keluar. Cari agen pulsa all in one, yang memiliki fasilitas transfer dana di ATM dan bisa di akses melalui messenger, misalkan yahoo messenger dan lain sebagainya.

- Jualan Voucher Game : Ada banyak voucher game yang sekarang beredar, untuk voucher yang sering diminati oleh pemain, lebih baik beli langsung ke agennya, misalkan voucher gemschool, lyto dan megaxus, untuk voucher yang lainnya juga bisa dijadikan satu dengan agen voucher all in one misalkan gudangvoucher atau yang lainnya.

Jasa Pengetikan dan Terjemahan: Ini juga merupakan fasilitas tambahan yang mungkin juga standar, tetapi sering juga menambah pemasukan, biasanya merupakan tambahan bagi operator juga. Tips untuk jasa terjemahan ini, yaitu gunakan google translate :) , karena saat ini mutu terjemahan dari google translate semakin baik, cuman memang masih perlu perbaikan sedikit-sedikit.

- Jualan Flashdisk, Memory Card, Kertas, CD, Keyboard, Mouse dan aksesoris komputer lainnya.

Jasa Desain Grafis : Untuk keperluan-keperluan sederhana, misalkan buat undangan, banner sederhana dan lain sebagainya.

Mungkin masih banyak lagi usaha yang bisa dilakukan sebagai tambahan usaha warnet, tetapi saya pribadi belum pernah mencobanya misalkan jual tiket pesawat/hotel/kereta dll atau jualan voucher-voucher yang lainnya. Karena kelebihan usaha warnet adalah bisa numpang koneksi gratis.

Kunci sukses dalam usaha adalah mampu beradaptasi dengan kondisi saat ini serta perhitungan yang matang dan tidak terburu-buru dalam mengambil keputusan. Semoga tips diatas bisa menjadi pandangan dalam mengembangkan usaha warnet anda.


on 26 Jan 2015 10:43 PM

25 Jan 2015

Jakarta macet penyebab utamanya sih menurut saya bukan regulasi, pengemudi ugal-ugalan, angkot ngetem sembarangan, dll. Faktor paling besar sederhana sih: jumlah kendaraan. Baik itu sepeda motor maupun mobil. Penyebab jumlah kendaraan banyak? Properti.

Membeli tempat tinggal yang layak di Jakarta sangat mahal. Bagi sebagian besar pekerja di Jakarta sampai generasi ketiga pun mungkin rumah yang layak (secara lingkungan, lokasi, keamanan, akses, dll) tidak akan terbeli. Jadilah orang-orang membeli rumah di pinggir Jakarta (Serpong, Cibubur, Ciputat, Tangerang, Bekasi dll). Dengan geser ke pinggir Jakarta, anda bisa mendapatkan rumah dan lingkungan yang jauh lebih baik (setidaknya untuk sekarang) dengan harga yang mendingan.

Dengan lokasi rumah yang begitu jauh, timbul masalah baru: transportasi. “Ahh, gampang, naik mobil saja”, biasanya begitu kata marketer perumahan. Toh sudah banyak tol kan? Sayangnya tidak anda sendiri yang berpikiran seperti itu. Ada ratusan ribu pemilik mobil lain (mungkin jutaan) yang berpikiran sama. Jadilah orang-orang mengendarai mobil masing-masing dari pinggir Jakarta, lalu berkumpul di pintu tol, dan puncak pestanya di jalur-jalur pusat perkantoran; Kuningan, Sudirman, Senayan, dll.

Sekarang coba lihat, perumahan-perumahan di pinggir Jakarta mungkin 98% nya pasti menjual kalimat: “Dekat ke pintu tol”. Iya, akses ke pintu tol mungkin cuma butuh 5 menit, tapi keluar tolnya berapa lama?

Sepeda Motor

Oke, naik mobil sudah makin gak masuk akal. Sebagian akhirnya “mundur”, memilih naik sepeda motor saja dari pinggir Jakarta. Sebagian lagi malah dari awal tidak pernah punya opsi naik mobil. Awal-awal lancar, banyak jalan tikus. Tapi mereka yang “mundur” dari pengguna mobil ini pun harus bergabung dengan mereka yang dari awal memang menggunakan sepeda motor. Jadi jalan tikus yang sejatinya memang untuk dilewati “tikus”, akhirnya dilewati “kambing”, dan belakangan jadinya “gajah”. Alias, jalan tikusnya pun sudah macet tak bergerak saking penuhnya sepeda motor yang lewat.

Bukan itu saja, tidak semua orang kuat setiap pagi naik sepeda motor 1 jam, panas-panasan, selip-selipan, makan asap dan debu, plus ribetnya urusan parkir. Karena parkiran sepeda motor sering dianaktirikan di gedung-gedung mewah.

*makanya kadang saya sedih juga mendengar para pengendara mobil (yang notabene gak pernah naik sepeda motor seumur hidupnya), mengatakan: “Gue setuju sih kalau semua sepeda motor dilarang lewat di Jakarta..!”. Kesian tauk. Iya, pengendara motor yang bajingan memang banyak sih, toh pengendara mobil yang bangsat juga gak sedikit kan?

Bis

Oke, sebagian memilih naik kendaraan umum aja akhirnya. Bis misalnya. Tapi ini masalah juga. Jangkauan bis itu terbatas. Jelas bis gak masuk ke perumahan. Jadi harus naik ojek dulu ke tempat bis lewat. Lalu bisnya juga belum tentu lewat tujuan akhir kita. Bisa jadi harus lanjut busway, ojek atau malah taksi kalau kepepet. Ini belum lagi jumlah bis yang terbatas, lewat sedikit habis lah sudah. Jadwalnya tak tentu. Dan.., karena sama-sama masuk dan keluar tol, ya kena macet juga.

Oh iya, secara biaya juga tidak murah. Naik ojek dari kompleks perumahan ke tempat naik bis anggap saja misal 10rb, bisnya 14rb (TransBSD misalnya), lalu sambung ojek lagi di Jakarta, 10rb. Totalnya 34rb, pulang pergi jadi 68ribu (dibulatin 70rb lah ya). Sebulan jadi Rp 1.750.000,-. Nah, nambah dikit lagi bisa kredit mobil Ford Fiesta tuh.. :D

Kereta

Beruntunglah kita punya orang seperti Pak Ignasius Jonan. Sewaktu dia menjabat dirut, PT. KAI direvolusi. Walau ada sedikit kontroversi disana-sini, tidak bisa dipungkiri kereta api kita sekarang sudah lebih baik, begitu juga KRL. Nah, KRL ini akhirnya jadi pilihan setelah mobil, sepeda motor, dan bis. Banyak juga orang yang dari awal memilih moda transportasi ini. Sudah *lumayan* nyaman (di jam tertentu ya parah sih padatnya), tidak ada macet-macetan (kecuali kalau ada gangguan), dan biayanya murah. Rawa Buntu, BSD – Kebayoran Lama hanya 2000 rupiah saja, lebih murah dari sebotol air mineral. Apalagi air mineral di club seperti Equinox atau Blowfish. *eh.. :P

Tapi, ya ini bukan tanpa tantangan juga. Bis saja (yang biasanya) bisa berhenti sembarang di pinggir jalan, belum tentu melewati tujuan akhir kita, apalagi KRL yang stasiunnya sudah pasti. Banyak orang yang tetap harus melanjutkan perjalanan dengan ojek setelah turun di stasiun. Karena ojeknya sadar posisi tawarnya tinggi, kadang harganya jadi gak masuk akal.

Dan PR yang paling besar dari KRL ini adalah integrasinya dengan moda transportasi umum lainnya. Stasiun Kebayoran Lama contohnya, keluar dari stasiun yang ditemui adalah.. pasar basah (err..becek sih lebih tepatnya). Ya ada sih angkot lewat, tetapi itu artinya harus naik angkot ini, lalu lanjut lagi naik busway atau ojek. Dan seperti stasiun Kebayoran Lama, stasiun Palmerah maupun Tanah Abang juga tidak terintegrasi dengan busway.

Bus Gratis

Jadi saya bisa mengerti kenapa ketika sepeda motor dilarang lewat di Thamrin, sedikit sekali yang mau naik bis gratis yang disediakan pemda DKI. Ya, orang naik motor dari Cisauk, terus harus parkir (misal di sekitar Senayan), lalu naik bis atau ojek ke Thamrin, baru naik bis gratis. Ini artinya, gak “gratis” lagi sih. Entahlah kalau pemda DKI punya pertimbangan lain ya.

Apartemen

Baiklah, sepertinya moda transportasi tidak ada yang betul-betul nyaman dari pinggir Jakarta. Sebagian orang bakal bilang “Oke, gue tinggal di Jakarta aja. Gak harus rumah kok. Gue di apartemen juga gak apa-apa sih. Yang penting ntar gak ribet lagi urusan transportasi”.

Nah, apartemen juga belum jadi solusi sempurna sih. Apartemen di lokasi strategis harganya tidak murah juga. Belum lagi masalah parkiran. Belakangan saya dikasih tahu marketing salah satu apartemen bahwa rata-rata apartemen kelas menengah di Jakarta itu, perbandingan jumlah unit dan parkirannya adalah 6:1 s/d 8:1. Iya, untuk 6 sampai 8 unit apartemen, hanya ada 1 space parkir. Saya sudah lihat sendiri, ada apartemen di sekitar Kebayoran Lama, yang penghuninya baru sekitar 30%-an, tetapi parkirannya sudah 80% habis. Padahal parkiran ini berbayar loh.

Ini belum lagi karena nakalnya developer apartemen. Sepertinya banyak developer yang memang membangun apartemen tidak dengan mindset untuk dihuni, tetapi sebagai instrumen investasi saja. Jadi makanya dia tidak perduli dengan space parkir yang tidak memadai, maintenance yang asal-asalan, fasilitas-fasilitas yang tidak kunjung dibangun setelah serah terima unit, dll. Karena mereka tahu, sebagian besar konsumennya adalah investor yang juga tidak akan melakukan pengecekan detail seperti penghuni akhir.

Yaa.., bisnis properti itu emang big money sih. Gak heran banyak yang nakal. Sony aja yang core business nya teknologi, sekarang main bisnis properti juga tuh.

Kesimpulan

Jadi kalau anda kerja di Jakarta, dan sudah menimbang-nimbang untuk membeli rumah (atau apartemen), beragam masalah di atas bisa masuk pertimbangan. Ini kaya kucing-kucingan memang. Beli rumah di pinggir Jakarta, sambil berharap transportasi umum makin baik, tapi sepertinya kok lama banget ya. Bisa 10-20 tahun mungkin. Beli di tengah Jakarta kok ya selangit harganya. Terus banyak juga masalah-masalah tambahannya. Kalau nunggu transportasi umum bagus dulu, keburu naik selangit harga properti di pinggir Jakarta.

Kalau saya boleh saran sih cuma satu: Carilah properti yang tidak hanya akses ke tol saja yang bagus, tetapi akses ke transportasi umumnya juga, kalau bisa KRL. Menurut firasat saya, KRL (dan MRT tentunya) akan jadi kuncian, seperti halnya di negara-negara maju.

Sayangnya situs-situs pencarian properti seperti Rumah.com, Lamudi.com, dan Urbanindo.com belum menyajikan fasilitas pencarian ini dengan baik. (Ntar saya bahas di tulisan tersendiri deh). Selamat menimbang-nimbang.

on 25 Jan 2015 06:25 PM

22 Jan 2015

Dengan munculnya Android di Smartphone, kita semakin dimanjakan dengan berbagai kemudahan utamanya dalam komunikasi. Kemudahan saat bekerja memakai laptop/pc dan bisa berkomunikasi memakai aplikasi yang sedang naik daun saat ini tetap bisa kita lakukan… salah satunya dengan WhatsApp Web Based, sehingga kita tidak perlu buka smartphone, apalagi jika smartphone sedang di charge… ;-) Visual aja […]
on 22 Jan 2015 06:29 AM
Alat bantu yang biasa saya gunakan imaging adalah dd atau disk dump. Mengetikan perintah dd memang terasa lebih ngerock. Jika ingin tampilan grafis Anda bisa mencoba Gdiskdump. Sampai saat ini Gdiskdump masih versi 0.8 di Launchpad. 

Proses installasi seperti biasanya, Anda cukup unduh Gdiskdump disini dan install menggunakan perintah sudo dpkg -i gdiskdump_0.8-1_all.deb. Jika dalam pendekatan forensik digital Gdiskdump kurang cocok karena belum dilengkapi fitur cek hash seperti Guymager. Gdiskdump bisa menjadi pilihan lain jika hanya sekedar mengganti perintah dd di terminal.

on 22 Jan 2015 01:09 AM

21 Jan 2015

banyak orang yang  saat memulai usaha warnet dan gamecenter bertanya-tanya,  apakah warnet dan game tersebut dipisah atau digabung. Ada untung dan rugi kalau game dan warnet digabung dan dipisah. Berikut ini saya rangkum pendapat saya dari pengalaman pribadi.

Latar Belakang Pelanggan

Latar belakang pelanggan warnet dan game biasanya berbeda. Pelanggan warnet biasanya punya tujuan yang jelas misalkan ngeprint, nulis email fb, chating dll dan kalau tujuannya tersebut sudah selesai biasanya tidak berlama-lama. Kalau pelangan game, biasanya tujuannya adalah bersenang-senang dan sosialisasi.

Segi Teknis Pemakaian Warnet dan Game

Pemakaian Bandwidth untuk warnet tidak terlalu butuh kestabilan, dan  Spesifikasi Komputer warnet juga tidak terlalu tinggi dibandingkan dengan game.

Untuk gamecenter, diperlukan bandwidth yang stabil (walaupun tidak cepat) dan juga dibutuhkan spesifikasi komputer yang relatif tinggi.

Dan saya sampai saat ini masih belum menemukan solusi untuk tidak memakai windows kalau bikin gamecenter

Investasi

Tapi kerugian di pisah adalah investasi yang mahal, karena perlu disediakan tempat yang beda antara pengegame dan pengguna warnet.

Kesimpulan sementara

Saya pribadi memilih untuk memisah antara gamecenter dan warnet dengan alasan diatas.


on 21 Jan 2015 09:47 PM

Ok, kalau yang ditulis adalah tentang warnet dan ubuntu kayaknya akan susah, tetapi saya akan mencoba belajar menulis pemikiran saya tentang segala ketertarikan saya, misalkan: entrepreneurship, fisika, programming, lingkungan dan lain sebagainya.. intinya pokoknya menulis!

Katanya, jika kita ingin ahli dalam segala sesuatu, lakukan sebanyak 10 ribu kali!, apapun itu!.. yap! saya ingin ahli menulis :D,

Bagi yang telah subscribe dan menunggu tulisan tentang warnet, gamecenter, ubuntu dan sesuatu yang berhubungan dengan itu dan merasa tidak nyaman dengan tulisan yang lain, mohon maaf, mungkin bisa unsubscibe..

dan.. ini saya anggap tulisan pertama saya!, ok, masih kurang 9.999 kali menulis! :D


on 21 Jan 2015 09:42 PM

If the linux box behind the proxy. You must set terminal environment to use proxy. For curl command, you can ad -x arguments, installation of composer behind proxy is like this :

curl -s https://getcomposer.org/installer -x 192.168.1.5:8888 | php -d detect_unicode=off

and then for downloading laravel package, with php cli, first set env var using commang :

export https_proxy=”http://192.168.1.5:8888″

and then laravel composer create project command

php composer.phar create-project laravel/laravel

 

P.S: 192.168.1.5:8888 is proxy gateway


on 21 Jan 2015 10:31 AM

20 Jan 2015

Setahun lalu setelah kecewa dengan HTC Desire HD (yang katanya Androidnya bakal diupgrade ke ICS, ternyata gak jadi), saya memutuskan jika nanti saya membeli ponsel Android baru, saya hanya mau yang rilis dari Google aja, yaitu keluarga seri Nexus. Dan setelah “kebetulan” ponsel saya dijambret orang, akhirnya saya beneran milih Nexus 4.

Pertimbangannya sederhana saja, seri Nexus ini adalah ponsel standar Android, dengan kata lain jadi acuan dari sistem operasi Android. Semua fitur inti default Android harusnya paling bagus jalan di Nexus. Semua aplikasi Android yang ada di Google Play, seharusnya pasti bisa jalan di seri Nexus, karena (lagi-lagi) ini adalah acuan. Jadi saya tidak mau ambil pusing punya ponsel canggih tapi kepentok tidak bisa menjalankan fitur-fitur tertentu.

Kelebihan (dan mungkin sekaligus kekurangan) seri Nexus adalah tampilannya pun datar banget. Buat saya pribadi gak menarik. Bahkan dibandingkan ponsel-ponsel Android lain yang lebih murah, icon, template, dan theme Nexus ini jelek bagi saya.

Jadilah akhirnya saya ketemu dengan MIUI. Custom ROM, kalau istilah para pengoprek Android. Aslinya MIUI dibuat oleh Xiaomi untuk ponsel mereka sendiri. Tapi ROM nya dibuka untuk didownload dan dikembangkan. Dan (lagi-lagi) karena Nexus adalah acuan ponsel Android, pastinya ROM untuk seri Nexus tersedia, termasuk Nexus 4 yang saya pakai.

Jadilah saya pakai MIUI di Nexus 4 saya. Tampilannya cantik. Tidak sekadar theme, tapi sampai dengan tampilan detail di dalamnya. Ya.., ala-ala iPhone sih sebenarnya. Tapi setidaknya tampilannya konsisten. Tidak seperti default Android yang icon-icon dan keseluruhan UI nya terkesan tidak beraturan. Entah kenapa Xiaomi bisa membuat Android menjadi secantik ini, tetapi Google tetap bertahan dengan tampilannya yang tidak konsisten itu.

NOTE: Ini postingan draft bulan September 2014 lalu, baru diselesaikan sekarang -__-

on 20 Jan 2015 01:56 AM

19 Jan 2015

Berkas presentasi Lokakarya “ZFS On Linux” bersama GNU/Linux Bogor (GLiB) tanggal 03 Januari 2015.

 

on 19 Jan 2015 08:34 AM

Tokopedia vs Koprol

Okto Silaban

Sekitar tahun 2009, sewaktu berkunjung ke Jogja, saya dan seorang sahabat lama ngobrol soal startup-startup di Indonesia. Waktu itu yang cukup hot adalah Koprol. Menarik, karena eksekusinya serius. Tapi dalam pandangan saya waktu itu Koprol bukanlah sesuatu yang akan bertahan lama. Tapi lebih kepada trend. Seperti film bioskop, heboh untuk beberapa waktu, setelah itu jadi pembicaraan, tetapi orang-orang tidak lagi mau membeli tiket untuk menonton film ini beberapa bulan kemudian.

Waktu itu sahabat saya berpendapat lain, menurutnya Koprol di masa depan tetap akan besar, tapi mungkin tidak di kota besar lagi, mungkin geser ke kota “lapis dua”. Yang di kota besar cepat bosan, yang di daerah lebih lama mengadopsi trend, kurang lebih begitu ujarnya. “Kalau menurutku sih Tokopedia yang kans nya bakal bertahan lama.”, sanggah saya.

Tim Tokopedia yang (setidaknya di mata saya) terkesan low-profile, tidak gembar gembor di media, jarang “show-off” di acara-cara startup yang ramai kala itu, membuat saya justru yakin dengan potensi mereka.

Akuisisi Koprol

Pada Mei 2010, Koprol diakuisisi Yahoo. “Tuh kan bener, potensinya besar. Yahoo aja bisa lihat itu.”, ujar sahabat saya itu sumringah. Saat itu saya juga jadi agak ragu. “Ahh, mungkin memang saya salah melihat potensi Koprol.”. Belum ada berita heboh dari Tokopedia yang saya dengar kala itu.

Lalu di penghujung tahun 2010, dalam sebuah acara di Kempinski, tersebut kabar kalau transaksi perbulan yang terjadi di Tokopedia sudah mencapai sekitar 3 Miliar Rupiah per bulan. Yang kemudian dikomentari oleh CMO Kaskus kala itu, “Sori ya, di Kaskus kita sudah 6 Miliar per bulan.” sambil setengah bercanda. Tapi tetap tidak ada kesan gembar-gembor berlebihan yang dilakukan oleh Leon maupun William (para pendiri Tokopedia). Entahlah kalau tidak sampai ke telinga saya.

Di sekitar kuarter ketiga tahun 2011, di sebuah kafe di Grand Indonesia, saya berdiskusi dengan salah satu pendiri startup (yang akhirnya mendapatkan investasi sekitar 3,5 Miliar dari venture capital asal Jepang). Dia menanyakan ke saya, dari segitu ramainya startup Indonesia, mana yang kira-kira bakal bertahan lama atau berkembang pesat. Jawaban saya tetap sama, Tokopedia, walaupun saya sudah lama tidak mendengar kabar tentang Tokopedia. Oh, pilihan teman saya ini? Ya startup dia sendiri pastinya. Haha.

Magud

Lalu Agustus 2012, terjadilah kegemparan. Koprol akhirnya magud. Ya banyak faktor sih tutupnya. Faktor utamanya sepertinya karena CEO Yahoo kala itu (Carol) memutuskan untuk mengarahkan Yahoo menjadi perusahaan media, bukan lagi perusahaan teknologi. Walaupun akhirnya Carol pun dipecat, tapi nasi sudah jadi bubur. Koprol sudah ditutup. Founder asli Koprol waktu itu kabarnya mau meluncurkan ulang Koprol. Tapi sampai hari ini masih tidak kelihatan tanda-tandanya.

1,2 T

Dan, pada Oktober 2014, setelah dunia startup Indo lama senyap, terjadi kegemparan lagi. Tokopedia membukukan investasi senilai 1,2 Triliun Rupiah ! Nah, ramalan saya tahun 2009 jadi kenyataan. Koprol tidak bertahan lama dan Tokopedia mendulang sukses. Kalau waktu itu saya dan sahabat saya itu taruhan, saya sudah menang nih. Hehe.

 

Tapi itu dulu. Sekarang saya tidak lagi melihat Tokopedia sebagai perusahaan yang akan dijalankan jangka panjang (seperti eBay, atau Amazon). Sepertinya Tokopedia sekarang mengincar exit (ala Instagram, WhatsApp, dkk). Atau memang dari dulu targetnya exit ya?

Eh iya, Taobao kan belum masuk Indonesia tuh. Di China sana, eh.., Tiongkok kalau kata Pak SBY, Taobao kan besar banget. Ntar kalau dia nyusul “saudaranya”, Baidu, masuk pasar Indonesia, kan lebih masuk akal kalau dia akuisisi aja ketimbang bikin baru. Nah, apa itu target Tokopedia sekarang? :D Toh, role model nya William memang Jack Ma sih.

 

[UPDATE]

Tanggapan langsung dari William bisa dibaca di komentar di bawah.

on 19 Jan 2015 02:42 AM

17 Jan 2015

Error :

configure: error: *** uuid support not found (this typically means the uuid development package is missing)

apt-get install uuid-dev libjannson-dev

Error :
PHP Fatal error: Cannot make static method DB::connect() non static in class freepbx_db in /var/www/freepbx/admin/libraries/freepbx_DB.php on line 57

pear uninstall db
pear install db-1.7.14

Error :
Module cxpanel successfully downloaded
Failed to install due to the following missing required module(s):<br /><br />manager<br /><br />Unable to install module cxpanel:

/var/lib/asterisk/bin/freepbx_engine: line 748: unexpected EOF while looking for matching `”‘
/var/lib/asterisk/bin/freepbx_engine: line 755: syntax error: unexpected end of file

amportal a ma download manager
amportal a ma install manager

Error :

freepbx blank white

amportal a dbug
amportal a ma delete cxpanel
cp /etc/freepbx.conf /etc/asterisk
chown asterisk:asterisk /etc/asterisk/freepbx.conf

 


on 17 Jan 2015 12:13 AM

16 Jan 2015

OpenSips Error Solving on Debian

Rolly Maulana Awangga

Error :

ERROR: No PID file found (/var/run/opensips.pid)! OpenSIPS probably not running

Solution :

chmod a+r /etc/opensips/opensips.cfg

or error in opensips.cfg file

in debian you can check error by

tail -f /var/log/syslog


on 16 Jan 2015 01:11 PM

13 Jan 2015

Empat bulan tanpa nge-blog… bukan tanpa pengalaman yang pastinya, tetapi karena banyaknya kegiatan dan pengalaman baru sehingga tidak menyempatkan diri lagi untuk corat-coret di SAH. BTB … “Berkurang Tetapi Bertambah” bingung dengan judulnya tetapi begitulah kenyataan yang dialami. Berawal dari kegiatan baru “ACP TKJ SMKN 1 KARAWANG” sebuah kelas khusus yang diselenggarakan satuan pendidikan bekerja […]
on 13 Jan 2015 05:22 PM

09 Jan 2015

BBMPork: Operasi Mendoan

Dedy Hariyadi

Untuk pertama kalinya Tim BBMPork melakukan operasi ke luar Yogyakarta. Sandi untuk operasi kali ini adalah Mendoan karena kota tujuannya adalah Purwokerto yang terkenal dengan Mendoan. Tim BBMPork bekerja sama dengan STMIK Amikom Purwokerto mengadakan Lokakarya Forensik Seluler.

Istilah Forensik Seluler sesuai saran dari +Ivan Lanin untuk menterjemahkan Mobile Forensic. Lokakarya Forensik Seluler terbagi menjadi 2 sesi: seminar tentang forensik seluler mengunakan BBMPork pada ponsel Android dan sesi dibalik layar pengembangan aplikasi BBMPork menggunakan IGN-SDK.

Dalam Lokakarya saya ditemani oleh +Anak Sepuluh Tahun dan +Surya Handika Putratama. Lokakarya akan diselenggarakan pada tanggal 11 Januari 2015 pukul 08.00 di Aula STMIK Amikom Purwokerto. Berhubung kapasitas terbatas, segera mendaftar lokakarya ini ke Sari atau Yuli sesuai dengan informasi yang tercantum di poster.

Seperti diketahui bahwa BBMPork saat ini hanya berjalan pada sistem operasi Linux dan Mac OS X oleh sebab itu sesi pelatihan pengembangan dan uji coba menggunakan Linux yang telah disiapkan oleh panitia.
on 09 Jan 2015 08:45 AM

08 Jan 2015

just install apache2-mpm-itk

apt-get install apache2-mpm-itk

and edit file in virtual host add tag

<IfModule mpm_itk_module>
AssignUserId asterisk asterisk
</IfModule>

inside <virtualhost> tag in the end line


on 08 Jan 2015 10:06 AM

Ada beberapa hal yang penting yang disebutkan di dalam video ini:

  1. Teknologi takkan pernah merevolusi pendidikan. Ia hanya bentuk evolusi saja. Pendidikan tetap membutuhkan interaksi guru dan murid.
  2. Hal yang terpenting dalam proses pembelajaran adalah apa yang terjadi di dalam kepala murid. Tugas guru untuk menginspirasi murid. Tugas teknologi hanya memicu proses di dalam kepala murid.
  3. Lingkungan (experience/pengalaman?) yang paling efektif menstimulus kegiatan di dalam kepala murid adalah hal yang seharusnya menjadi fokus pencarian dalam menemukan Sistem Pendidikan yang sempurna.

Sedikit catatan dari saya mengenai lingkungan. Lingkungan adalah perpaduan antara interaksi guru-murid dengan teknologi sebagai alat bantu yang menstimulus murid untuk berpikir. Dalam proses berpikir ini, kemudian murid menghasilkan pengetahuan. Pengetahuan ini yang memperkaya hidup murid dalam mengambil keputusan-keputusan dalam menghadapi hidupnya.

Cogito ergo sum.

on 08 Jan 2015 07:10 AM

06 Jan 2015

Selamat tahun baru 2015 bagi yang merayakan! Banyak sekali perubahan yang dialami tahun baru ini. Saya sendiri berharap ada banyak perubahan yang menarik di tahun ini.

Perubahan Status

Lembaga TIK di Universitas Indonesia, tempat saya bekerja telah berganti pimpinan mengikuti kepemimpinan rektor yang baru, Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M.Met.. Dari Ibu Prof. Dr. Ir. Riri Fitri Sari, M.Sc., M.M. menjadi Ibu Betty Purwandari, S.Kom., M.Sc., PhD.. Tak terasa sudah 8 tahun semenjak saya pertama di bawah kepemimpinan Ibu Riri. Wow, waktu tak terasa dan sudah banyak pencapaian yang dicapai. Ya, begitulah, saya tidak pintar bersantun kata. Selamat jalan Ibu, selamat datang Ibu.

Selain itu, struktur lembaga tempat saya bekerja pun berubah. Kami tak lagi langsung di bawah Rektor, tetapi sudah berstatus direktorat. Nama pun berubah, dari Pusat Pengembangan dan Pelayanan Sistem Informasi (PPSI) menjadi Direktorat Sistem dan Teknologi Informasi.

Saya tertarik bagaimana perubahan status kelembagaan akan berpengaruh terhadap kewenangan. Kira-kira bagaimana pengaruhnya mengenai pengelolaan data digital di Universitas Indonesia, fungsi pengawasan sistem informasi, dan stategi UI terkait arahan sistem informasi. Tantangan dan peluang, itu yang sementara ini yang saya simpulkan.

Ekonomi Kreatif

Sejauh mana keseriusan pemerintahan Jokowi-JK terhadap ekonomi kreatif akan teruji dalam kedua hal ini:

  1. Pembebasan Vimeo dari daftar cekal.
  2. Penataan jalur arus lintas data yang murah dan terjangkau.

Berikut alasannya.

Vimeo

Vimeo adalah situs de facto untuk para sineas. Anda boleh lihat semua film bebas/pendek yang didistribusikan, bahkan yang mendapatkan penghargaan. Semua pastinya ada di Vimeo. Saya bahkan kesulitan menemukan film yang ada di Youtube (kecuali yang telah diunggah tanpa izin oleh orang lain).

Berbeda dengan Youtube, Vimeo menargetkan langsung sineas-sineas independen untuk menyimpan film mereka dan menampilkannya langsung ke format HD. Ya, intinya, Vimeo tempat berkumpulnya sineas-sineas independen, salah satu aktor penting dalam ekonomi kreatif. Jadi, kalau memang Indonesia benar-benar mendukung industri kreatif, tidak seharusnya Vimeo dicekal.

Vimeo Staff's pick on this time of writing.

Vimeo Staff’s pick on front page taken at this time of writing. (Color down-sampled to 256-bit for convenience bandwith saving)

Saya lampirkan halaman depan Vimeo bagian kurasi staf Vimeo sebagai bukti bahwa Vimeo adalah tempat gaulnya orang-orang kreatif.

Lebar Pita Internet

Strategi yang saya lihat yang dilakukan pemerintah akhir-akhir ini adalah sering mengadakan pameran-pameran UMKM dan hasil unik daerah. Siapakah target atensi pemerintah? Sesama pegawai pemerintah yang mengetahui acara tersebut? Orang-orang yang memang memiliki waktu dan usaha lebih untuk acara-acara tersebut? Orang-orang yang kebetulan lagi ada di sekitar seperti saya? Mereka saja, ‘kah?

Lalu bagaimana dengan orang-orang yang lain? Apakah mereka tidak potensial untuk menjadi pelanggan?

Beberapa waktu ini saya memperhatikan perilaku pengguna di Steam, sebuah pasar daring yang berkembang pesat. Lebih spesifik lagi, perilaku pengguna dari Indonesia di dalam kompetisi DoTA 2 se-Asia.

Valve, perusahaan pemilik Steam dan DoTA 2, menjalankan strategi penggalangan dana bernama DoTA 2 Asia Championship 2015 Compendium. Setiap pengguna membeli poin Compendium dan 25%-nya masuk ke total hadiah yang akan diberikan kepada para pemenang. Saat penulisan ini, sudah terkumpul lebih dari satu juta dua ratus ribu dolar Amerika!

Setiap orang yang sudah membeli poin Compendium namanya akan berwarna merah, sedangkan kami yang tidak tetap berwarna putih. Dari awal dimulainya Compendium dan sampai hari ini saya bermain, sudah puluhan jam, saya lupa tepatnya, selalu ada pemain Indonesia yang namanya berwarna merah. Padahal, satu DoTA 2 Asia Compendium seharga Rp122.999,00!

Ini bisa jadi sebuah indikasi bahwa orang Indonesia sudah tidak takut lagi bertransaksi daring. Lihat saja, OLX dan berniaga.com saja sudah berani memasang iklan. Hanya saja, saya bayangkan bagaimana sulitnya mempublikasikan hasil karya ke Internet dengan koneksi Internet seadanya dan terkadang diputus-putus. Itu saja masih di pulau Jawa, apalagi daerah luar Jawa.

Kita butuh infrastruktur Internet yang cukup (memadai).

Masa Depan Demokrasi

Tahun 2014 etika jurnalistik benar-benar diuji. Dari tidak berimbangnya media dalam pemberitaan Pemilu 2014 sampai peliputan tidak etis dalam kecelakaan AirAsia. Semua ini bisa menimbulkan stigma di masyarakat bahwa media terlalu bebas.

Bayangkan bahaya laten yang akan muncul. Pemerintah akan punya legitimasi untuk mencekik jurnalistik dengan alasan etika moral. Alasan tersebut menjadi legitimasi sensor terhadap demokrasi dan sensor terhadap fungsi check and balance. Waduh, kolonialisme korporasi, kemiskinan, dan utang yang tiba-tiba mencekik bisa terjadi!

Saya berharap di tahun 2015 ini, yang mana pun wadah aliansi Pers-nya, sama-sama setuju bahwa etika jurnalistik perlu diutamakan. Aliansi Pers boleh bertarung satu sama lain untuk supremasi, tapi lindungilah kebebasan jurnalistik yang ada sekarang.

Pemimpin Indonesia

Saya akhiri 2015 dengan pencapaian yang menarik, Indonesia dipimpin oleh non-militer dengan segudang prestasi. Beberapa menterinya memang patut dipertanyakan. Tetapi, tidaklah rusak susu sebelanga.

Terobosan perubahan mental, kira-kira itu tema yang dia anut. Hasilnya, kebijakan aneh-aneh yang sengaja dibuat untuk menstimulus perubahan mental. Kadang terlalu aneh sampai dibuat parodi, misalnya pernikahan PNS.

Saya setuju. Indonesia adalah negara Republik, dari rakyat untuk rakyat. Artinya, peran serta rakyat tidak berpangku tangan kepada pemerintah. Kita semua punya tanggung jawab masing-masing demi kemajuan bangsa Indonesia.

Mulailah dengan membuang sampah pada tempatnya. :-)

MERDEKA!

on 06 Jan 2015 11:39 AM
Restoran cepat saji KFC ternyata telah menerapkan SNI 26300:2010 tentang standar penggunaan format dokumen terbuka untuk aplikasi perkantoran. Sebelumnya saya pernah melihat komputer layanan internet di KFC Jln. Sisingamaraja Medan telah menggunakan Linux. Dalam tangkapan layar yang saya terima, KFC menggunakan format dokumen .ods.
Dugaan saya KFC menggunaan Open Office atau Libre Office. Tidak menutup kemungkinan beberapa komputer yang digunakan aktivitas perkantoran menggunakan Linux. Mengingatkan beberapa tahun lalu sebuah perkantoran di Jakarta juga menggunakan Open Office sebagai pengganti MS Office. Saat ini aplikasi perkantoran telah mendukung format dokumen terbuka.
Saya angkat topi untuk perusahaan sekelas KFC yang telah menerapkan dokumen terbuka untuk aplikasi perkantoran. Gimana dengan Anda?
on 06 Jan 2015 01:00 AM

22 Dec 2014

Anda pernah dengar NMON? atau malah sudah sangat familiar dengan NMON baik di AIX maupun di Linux,  secara singkatnya NMON adalah alat bantu untuk melakukan monitoring dan analisa terhadap performa server, didesain untuk IBM AIX dan Linux.

Kutipan dari web IBM:

The nmon tool is designed for AIX and Linux performance specialists to use for monitoring and analyzing performance data, including:

CPU utilization    
Memory use    
Kernel statistics and run queue information    
Disks I/O rates, transfers, and read/write ratios    
Free space on file systems    
Disk adapters    
Network I/O rates, transfers, and read/write ratios    
Paging space and paging rates    
CPU and AIX specification    
Top processors    
IBM HTTP Web cache    
User-defined disk groups    
Machine details and resources    
Asynchronous I/O -- AIX only    
Workload Manager (WLM) -- AIX only    
IBM TotalStorage® Enterprise Storage Server® (ESS) disks -- AIX only    
Network File System (NFS)    
Dynamic LPAR (DLPAR) changes -- only pSeries p5 and OpenPower for either AIX or Linux    

Also included is a new tool to generate graphs from the nmon output and create .gif files that can be displayed on a Web site.

Menarik bukan? Bagaimana cara menggunakannya di Oracle Solaris?

Jika Anda pengguna Oracle Solaris, anda tetap bisa menggunakan tools seperti NMON ini, yaitu menggunakan SARMON, dan inilah cara instalasinya:

1. Unduh berkas .zip instalasinya
2. Unzip berkas installernya

# unzip sarmon_v1.10_64bit.bin_sparc.zip

3. Lakukan backup file aslinya.

# cp /usr/bin/sar /usr/bin/sar.orig
# cp /usr/bin/timex /usr/bin/timex.orig
# cp /usr/lib/sa/sadc /usr/lib/sa/sadc.orig

4. Pindahkan SARMON ke /usr/local

# mv sarmon_bin_sparc /usr/local/sarmon

5. Salin file SARMON

# cp /usr/local/sarmon/sar /usr/bin/sar
# cp /usr/local/sarmon/timex /usr/bin/timex
# cp /usr/local/sarmon/sadc /usr/lib/sa/sadc

Tambahkan konfigurasi berikut kedalam berkas crontab

# crontab -e
0 0 * * * /usr/local/sarmon/sa1 300 288 &

SARMON akan melakukan “collect” setiap hari jam 00:00, dan hasil dari SARMON ini akan disimpan di folder “/var/adm/sa/”

root@server01 # ls -al | grep nmon
-rw-r--r--   1 root     root       18160 Dec 16 16:36 sa16.server01_141216_1636.nmon
-rw-r--r--   1 root     root      791098 Dec 17 23:55 sa17.server01_141217_0000.nmon
-rw-r--r--   1 root     root      791058 Dec 18 23:55 sa18.server01_141218_0000.nmon
-rw-r--r--   1 root     root      787889 Dec 19 23:55 sa19.server01_141219_0000.nmon
-rw-r--r--   1 root     root      788895 Dec 20 23:55 sa20.server01_141220_0000.nmon
-rw-r--r--   1 root     root      791048 Dec 21 23:55 sa21.server01_141221_0000.nmon
-rw-r--r--   1 root     root      524666 Dec 22 15:40 sa22.server01_141222_0000.nmon

Hasil .nmon ini masih belum bisa dibaca secara manusiawi, tapi tenang saja, ada tools yang berfungsi untuk melakukan konversi data .nmon ini menjadi report yang lebih mudah dibaca oleh manusia, namanya “NMON Analyzer” dan bisa diunduh pada tautan berikut.

Berikut contoh hasil report NMON Analyzer.

sys_summ

disk

net

on 22 Dec 2014 09:22 AM

20 Dec 2014

in Turnkey Liux you cant edit general php.ini in /etc/php5/apache2/php.ini, but you need to create a new file inside conf.d folder with priority setting.

Turnkey Linux Remote


on 20 Dec 2014 05:39 AM

18 Dec 2014

Tentang

Tanggal 15 Desember 2014 kemarin PEMDA DKI Jakarta menerbitkan aplikasi Smart City Jakarta. Menurut situs tersebut, aplikasi ini adalah

Smart City Jakarta logo Portal Smart City adalah aplikasi yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memberikan masyarakat informasi kondisi Jakarta melalui mitra aplikasi yang bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta seperti QLUE, WAZE & TWITTER. Portal Smart City akan memberikan informasi yang transparan kepada masyarakat dengan memperlihatkan hasil kinerja pemerintahan Jakarta dalam menangani permasalahan yang ada di Jakarta. Portal Smart City juga dapat membantu masyarakat untuk mengetahui fasilitasi umum untuk dijadikan referensi dan informasi sesuai kebutuhan sehari-hari.

Sesuai dengan penjelasan situs Smart City ini, ada tiga aplikasi yang diintegrasikan oleh Smart City; Qlue, Waze, dan Twitter.

Qlue

Aplikasi Qlue yang dikembangkan oleh TerralogiQ. TerralogiQ adalah perusahaan yang bergerak di bidang solusi pencitraan bumi. Menurut situs TerralogiQ, perusahaan ini salah satu rekanan Google Enterprise yang resmi di Indonesia. Pantas saja aplikasi ini begitu terintegrasi dengan Android dan Google Maps.

Qlue Login Page

Qlue Login Page

Beberapa fitur Qlue yang saya lihat sekilas:

  1. Sistem pelaporan terpadu yang sudah terkategori.
  2. Sistem geotagging terpadu untuk urun daya penandaan tempat-tempat di Jakarta.
  3. Integrasi dengan Google Maps dan Google Street View.
  4. Integrasi dengan login Google dan Facebook.

Pada saat penulisan kali ini, implementasi dengan menggunakan akun Google saya gagal. Padahal, saya melihat bahwa aplikasi ini sudah terhubung dengan Google Play. Ya, sudah, saya tak bisa membahas lebih lanjut. Mungkin nanti saya akan coba lagi.

Waze

Perusahaan yang sudah dibeli oleh Google ini menggunakan pelaporan terpadu dari penggunanya tentang lalu lintas, terutama kemacetan dan penyebabnya. Situs Smart City menggunakan masukan dari API Waze untuk menentukan:

  • Kondisi Lalu Lintas
  • Laporan Macet
  • Laporan Kecelakaan
  • Laporan Bencana Alam

Dengan menggunakan API Waze, data-data pada peta pun lebih kaya. Terutama dari faktor urun daya pelaporan kemacetan di jalan.

Twitter

Peran media sosial ini adalah menyediakan pelaporan waktu-nyata (realtime) dengan menggunakan dua tagar “#banjir” dan “#petajkt” (tanpa tanda petik).

Oh, seandainya kita mau melapor melalui Twitter, dapat langsung membuat sebuah twit publik dengan menggunakan dua tagar tersebut. Berarti nanti aplikasi Smart City akan membaca tagar tersebut dan meneruskannya. Mungkin contoh pelaporan:

#banjir #petajkt ada di Kampung Melayu, setinggi 1 meter.

Sepertinya Pemprov DKI Jakarta harus lebih menyosialisasikan tentang fitur ini. Apakah aplikasi Smart City membaca juga geotag yang disediakan oleh Twitter, saya pun tak tahu. Kalau iya, akan jauh lebih kaya fitur. Artinya Masyarakat bisa saja melaporkan melalui Twitter, bukan terhubung langsung dengan aplikasi.

Dalam hal ini, anonimitas masih bisa dijamin. Skenario ini dicapai misalnya dengan membuat akun sejenis Jonru versi benar dan jujur. Akun anonim ini bisa digunakan untuk melaporkan berbagai hal bila ada warga yang cukup mengerti tentang privasi namun mau ikut berpartisipasi secara anonim.

Analisis Aplikasi

Sepertinya pengembang aplikasi Smart City Jakarta adalah TerralogiQ. Soalnya, situs ini mirip sekali dengan demo produk VMAP yang dimiliki oleh TerralogiQ. Saya, sih, menduga aplikasi ini dibangun dengan menggunakan VMAP dengan kustomisasi tambahan seperti integrasi beberapa aplikasi yang telah disebutkan, ada beberapa yang penting:

  • Pengaksesan CCTV, stasiun Trans Jakarta, dan sejenisnya.
  • Peta bencana seperti tinggi air, kebakaran, dan sejenisnya.
  • Peta pelaporan masyarakat.
  • Integrasi dengan Waze.

Cara pakai

Ada lima kategori menu yang bisa diaktifkan.

  • Laporan Masyarakat (Qlue)
  • Laporan Banjir Peta Jakarta
  • Peta Manajemen Bencana
  • Waze Social GPS Maps & Traffic
  • Informasi Pendukung
  • Destinasi Lokal

Secara baku, pertama-tama situs Smart City hanya menampilkan penanda dari Qlue. Untuk bisa mengaktifkan penanda-penanda tertentu, menu pada logo Jakarta harus diaktifkan. Misalnya, untuk mengaktifkan penanda kebakaran, tanda centang pada item kebakaran harus aktif .

e.g. enable Waze marker for traffics.

e.g. enable Waze marker for traffics.

Setiap penanda pada peta bisa diklik/sentuh untuk mengaktifkan detail kejadian.

A marker detail

A marker detail. (Image resized and reduced to 128-bit color)

Bahkan bisa melihat komentar dari kejadian tersebut. Komentar dari orang lain bisa membuat pelapor merasa dihargai karena telah bersusah payah melapor.

Comments

Interactivity can be a self-rewarding achievement for reporting.

Selanjutnya, saya jabarkan kelebihannya dan kekurangannya.

Kelebihan

Saya hanya menjabarkan empat baris, namun keempat fitur itu adalah sesuatu yang sangat wah. Saya kagum dengan ambisi Pemprov DKI Jakarta dengan aplikasi ini. Ini model yang patut dicontoh oleh pemerintah daerah lainnya.

Penggunaan Waze dan pelaporan aktif membuat partisipasi aktif masyarakat dengan pemerintah. Sistem ini bisa menjadi hub yang menghubungkan antar anggota masyarakat DKI Jakarta dan sekitarnya. Bahkan, seperti dibahas sebelumnya, interaktivitas membuat keterlibatan masyarakat dalam aplikasi ini.

Penggunaan beberapa sistem mengakibatkan kemacetan terpantau lebih efektif. Selama ini Google Map memiliki kekurangan karena terbaharui setiap sekitar 15 menit sampai setengah jam. Dengan CCTV, Waze, dan pelaporan sendiri, diharapkan masyarakat dapat mendapatkan informasi secepat-cepatnya. Ya, setidaknya CCTV memperlihatkan informasi lalu lintas lebih cepat.

Saya baru menggunakan aplikasi ini, tapi saya sudah melihat banyak manfaat seperti adanya pelaporan tempat-tempat tertentu. Saya bayangkan, seandainya di masa depan saya bisa melakukan eksplorasi ke Jakarta dan menemukan tempat-tempat baru yang menarik. Wow! Pariwisata yang menyenangkan.

Kelemahan

Saya harus melihat satu halaman intro yang memuat sebuah gambar berukuran besar sebelum saya bisa menggunakan situs ini. Ah, terkandung sebuah doa bahwa di era Jokowi ini Internet akan menjadi lebih murah dan cepat bagi rakyat Indonesia umumnya dan rakyat DKI Jakarta khususnya. Amin.

Tapi, apakah memang gambar yang hanya 343 KB itu membuat berat?

Saya sudah hitung aset-aset gambar yang ada. Cukup teroptimasi, apalagi menggunakan pelayanan dari Google. Jadi, sebenarnya ukuran gambar seharusnya tidak masalah.

Ternyata, penggunaan Javascript yang disamarkan (obfuscated)-lah yang menambah lama waktu untuk situs ini bisa fungsional. Peramban membutuhkan waktu yang agak lama untuk mengompilasi kode-kode yang sebenarnya dapat dengan mudah dipecahkan bila niat.

Saya membuka aplikasi ini di tiga mesin peramban: Presto (Opera 12.15), Gecko (Firefox 33.0), dan Chromium (Opera Developer 27.0.1683.0 dan Google Chrome 35.0.1912.2). Kesimpulannya:

  • Presto tidak dapat menjalankan Javascript yang tersamarkan sehingga animasi gambar awal mati dan peta berwarna putih. Tapi, newsticker yang ada di bawah dan menu bisa dimuat dan animasinya berjalan.
  • Gecko dapat menjalankan semua fungsi yang saya uji. Namun, animasinya patah-patah. Peramban saya selalu crash ketika saya mengklik salah satu gambar. Padahal, memori komputer saya 16GB.
  • Chromium menjalankan semuanya dengan sempurna. Nampaknya aplikasi ini dibangun untuk Chromium.

Cuma satu kekurangan teknis ini saja, sih. Sisanya aplikasi ini menakjubkan. Terutama, untuk niat baik Pemerintah yang mau membuka diri.

Tampilan Pada Perangkat Pintar

Saya pun menyertakan tampilan situs ini pada peramban LG G2 dengan sistem operasi Android CM12 Lollipop 5.0.1.

Landscape mode with ticks to enable/disable markers. Landscape mode with hidden newsticker. Landscape mode. Unnecessary intro that should've been skipped. When Portrait, the Jakarta icon was overlapped with Address bar. Night mode in maps

Saya lihat tampilan sempurna bila menggunakan peramban pada Android saya. Penanda-penanda dapat dengan jelas dipencet untuk dapat diaktifkan.

Saran

Aplikasi ini sungguh menakjubkan. Namun, untuk penggunaan yang sebenarnya masih ada beberapa perbaikan. Dari analisis sederhana saya, ada dua jenis saran.

Saran Teknis

Berikut saran teknis saya:

  • Hentikan penyamaran Javascript. Lebih baik konsentrasi kepada kestabilan penyediaan layanan dari pada berusaha menyembunyikan kode sumber.
  • Sebaiknya layar utama langsung ke peta. Intro dapat ditaruh ke easter egg atau layar tentang.
  • Gunakan URI yang benar sesuai dengan standar web! [lazy javascript is lazy!]

Contoh penggunaan URI yang benar adalah seperti ini:

http://smartcity.jakarta.go.id/#mitrakerjasama
URI yang menunjukkan laman Mitra Kerja sama, misalnya.
http://smartcity.jakarta.go.id/#@-6.1896744,106.836843,15z
URI yang menunjukkan Stasiun Gondangdia, misalnya.
https://www.google.co.id/maps/@-6.1896744,106.836843,15z?hl=id
Contoh URI yang menunjukkan satu resource Stasiun Gondangdia oleh Google Maps.

 

Saya mungkin bisa saja bilang, tolong jangan bikin Sir Tim Berners-Lee menangis. Tapi, alasan utama mengapa pentingnya penggunaan URI yang benar adalah tempat-tempat dan kejadian dapat direferensikan. Hal ini bisa membuat aplikasi ini berguna. Misalnya, dipakai sebagai referensi oleh orang lain dalam dokumen hukum, blog situs, atau pun sekedar dalam percakapan maya.

Contoh kecilnya, seseorang bisa memanfaatkan lokasi Warung unik pada situs untuk memberitahukan tempat makan unik tersebut sebagai titik berkumpul kepada rekan-rekan lainnya.

Saran Berkelanjutan

Agar proyek ini berkelanjutan dan dapat dikembangkan lebih lanjut, saya berharap:

  • Pemprov DKI telah mengevaluasi kontraknya. Pastikan bahwa kode sumber dan hak milik ada di tangan Pemprov DKI. Bisa jadi alasan utamanya adalah karena aplikasi ini dibiayai dari uang rakyat dan menggunakan data-data dari partisipasi rakyat Indonesia.
  • Nah, seandainya memang milik Pemprov DKI, data-data tersebut sebaiknya dapat dirilis dan diakses oleh pihak ketiga dengan menggunakan API yang terpublikasi. Artinya, sesuai dengan OpenGov, Pemprov DKI menyediakan Smart City API yang bisa dimanfaatkan oleh pihak ketiga.
  • Pihak ketiga yang punya kebutuhan khusus dapat juga diberi akses untuk memperkaya data-data yang ada.
  • Fasilitas anonimitas sebagai syarat pelaporan diakomodasi oleh hukum Indonesia. Alangkah baiknya kalau bisa melaporkan secara anonim secara eksplisit tanpa harus melakukan teknik-teknik tertentu.

Menurut saya, sudah saatnya paradigma penyediaan platform daripada end product. Pemprov mungkin hanya menyediakan data umum untuk kebutuhan spesifik. Tapi, data-data ini bisa jadi sangat berguna untuk suatu kebutuhan unik (niche) yang lain.

Akhir Kata

Aplikasi Smart City sangat menakjubkan. Berhubung baru diterbitkan, wajarlah ada kelemahan di beberapa tempat. Saya sangat mengagumi langkah Pemprov DKI dan berharap Pemerintah Daerah lainnya menyusul dan membentuk konsorsium OpenGov.

Oh, iya, kepada pengembang, selamat! Aplikasi Anda bagus.

~lolImHavingGoosebumps

Bacaan Lebih Lanjut

on 18 Dec 2014 11:52 AM

15 Dec 2014

Pagi ini jalan jalan ke Pasar Google Chrome  saya menemukan hal menarik yaitu tentang aplikasi linux desktop bisa dijalankan melalui layanan Awan. Jadi semakin kedepan tidak ada alasan lagi untuk menerima Sistem operasi berbasis awan. Aplikasi yang dapat di jalankan kebanyakan adalah aplikasi FOSS, seperti Inkscape, Gimp, Open Office dll, semua bisa dijalankan melalui browser. Aplikasi awan ini saya lihat, tidak jauh berbeda dengan aplikasi yang dijalankan melalui VNC Desktop, cuma bedanya VNC desktop sudah disediakan oleh rollApp. Bagi sebagian orang aplikasi awan seperti ini sangat membantu apa lagi bagi orang yang malas membawa perangkat desktop ditenteng-tenteng kemana-mana, terlebih lagi bagi pengguna Chromebook aplikasi seperti ini sangat membantu sekali.
Saya coba untuk menjalankan Inkscape dan Gimp melalui browser Chrome, hasilnya lumayan seperti aplikasi Gimp dan Inkscape native desktop. Tapi saya sarankan anda mempunyai kecepatan internet yang mumpuni untuk membuka aplikasi cloud ini, bagi yang mempunyai koneksi standar, jangan harap menggunakan aplikasi ini secara maksimal. Karena lumayan berat rendering aplikasi dari server ke browser kita. Jadi sekarang tidak cuma keluarga Photoshop yang dapat berjalan di awan, Kini aplikasi linux pun, juga dapat dijalankan di awan.

Bagi ingin mencoba silahkan install dari chrome web store atau dari browser kesayangan anda.

Inkscape Cloud
https://chrome.google.com/webstore/detail/inkscape-on-rollapp/icjinnaagdniegmfejingjjhljhmkopj

Gimp Cloud
https://chrome.google.com/webstore/detail/gimp-on-rollapp/eodhmnkhmnkmimhckfpkgmbmcgjkaddo

Aplikasi Cloud Lain - https://www.rollapp.com/

Untuk membuka dan menyimpan berkas yang akan digunakan pada aplikasi Awan ini, kita harus terkoneksi dengan layanan penyimpanan berkas awan seperti Dropbox, Google Drive, Box, OneDrive dll.

Apakah anda siap mencoba Aplikasi FOSS di Awan ?

on 15 Dec 2014 12:39 AM

12 Dec 2014

suatu sore sayup2 terdengar perkataan....

ada kondisi seseorang dimana

rejekinya dibuat bertambah banyak
kedudukannya dijadikan bertambah tinggi
ilmunya diberikan bertambah banyak

namun disaat bersamaan

ibadahnya menjadi berkurang
ketaatannya menjadi berkurang
amalannya menjadi berkurang

yang dulunya adzan langsung ke masjid, kemudian berangsur-angsur kemasjidnya setelah adzan, kemudian menjadi kemasjidnya di akhir2 bareng komat, kemudian mulai telat berjamaah kemudian mulai bolong-bolong sholat berjamaah di masjidnya

yang dulunya mbaca quran sehari 1 juz, kmudian berkurang stengah juz, kemudian berkurang 1 halaman, kemudian berkurang menjadi 1 ayat dan kemudian bolong-bolong membaca quran tiap harinya

yang dulunya rajin sholat malam kemudian berakhir bolong-bolong juga

sementara rizkinya dibuat bertambah semakin bertambah, bertambah terus dan terus ditambah....
on 12 Dec 2014 11:46 PM

26 Nov 2014

Tascam IM2Sepertinya bakal banyak yang sependapat, jika saya katakan hal yang sangat penting dalam proses belajar adalah evaluasi untuk mengetahui serta mengukur perkembangan, di sekolah ujian adalah bentuk evaluasi yang sering kita jumpai.

Dalam konteks evaluasi anak – anak Rocket belajar musik, saya selalu merekam audio performance band khususnya dalam sesi latihan di studio. Aturan yang berlaku di setiap rehearsal studio, adalah adanya biaya lebih jika penyewa hendak memakai peralatan recording. Sementara kami belum membutuhkan kualitas rekaman seperti itu..

Untuk itu saya mengandalkan perangkat Tascam IM2. Perangkat innovative ini, adalah Stereo Condenser Microphone yang bisa dikoneksikan pada smartphone iPhone 4 atau tablet iPad 3, sehingga menghasilkan kualitas tangkapan audio yang sangat bagus. Bahkan karena tingginya kepekaannya, jika angin berhembus akan menimbulkan suara yang mengganggu hasil rekaman. Oleh sebab itu perangkat ini hanya saya pakai di dalam studio rehearsal. Untuk penggunaan diluar ruangan saya sarankan tambahan Wind Muffler yang bisa menghilangkan gangguan suara dari angin yang berhembus.

Tascam IM2 with iPhone

Kualitas hasil rekaman perangkat ini, bisa didengar pada video berikut:

Dengan perangkat ini proses merekam performance anak – anak Rocket dalam rehearsal menjadi mudah dan menghasilkan kualitas suara yang cukup baik..

on 26 Nov 2014 03:01 PM

Beberapa minggu ini saya aktif kembali menggunakan reStucturedText yang kemudian saya export ke pdf dengan rst2pdf. Hal ini dikarenakan kemudahan dalam penggunaanya dan dapat di export ke beberapa format seperti plain teks, doc, docx, latex dan pdf.

Namun ada beberapa catatan yang mengganjal yaitu bagaimana caranya saya ingin menyembunyikan elemen? misalnya saya ingin hanya menampilkan bagian tentang daftar peralatan di halaman HTML namun tidak di tampilkan di PDF?

Menurut pengembangnya kita bisa menyembunyikan elemen tersebut dengan opsi --strip-elements-with-class. Contoh

nge-blog
-----------

berisikan tentang pengertian blog, etc

.. class:: tampil

Teks ini akan tampil, di bawahnya seharusnya ada lagi.

.. class:: hilang

Teks ini hilang

.. class:: tampil

Jika hanya ada dua baris berarti ada yang **hilang**

Untuk menyembunyikan elemen ‘hilang’, pada saat menkompile dengan rst2pdf bisa menggunakan opti --strip-elements-with-class=hilang. Contoh:

rst2pdf --strip-elements-with-class=hilang blog.rst.

Hasil keluarannya akan menghasilkan berkas blog.pdf yang hanya akan berisi 4 baris saja.

on 26 Nov 2014 11:46 AM

10 Nov 2014

Post Event Marketing

Wisu Suntoyo

Dalam setiap event, hal yang selalu dilakukan peserta adalah dokumentasi, tidak jarang dokumentasi ini kemudian muncul di berbagai media sosial.

Hari sabtu lalu rock band anak, Rocket, turut dalam acara yang diadakan oleh Majalah XYKids.. Tidak lama kemudian saya posting video dan photo – photo penampilan 4 orang anak yang tergabung dalam band itu…

Keesokan harinya giliran adiknya ikut dalam acara Lomba Grand Prix Junior Band (GPJB XIII), merupakan lomba rutin tahunan drumband tingkat nasional. Sebelumnya pada tahun 2009 anak saya yang nomor satu juga menjadi peserta lomba drumband yang sama. Berikut video yang saya buat dari acara tersebut…

Pada saat penulisan blog entry ini, video yang saya unggah tersebut sudah mendapatkan 200 views dan 13 likes.. padahal belum 12 jam saya publish di YouTube… berbeda dengan 5 tahun lalu, akses streaming YouTube saat ini sudah menjadi hal yang sangat mudah, itupun video – video yang saat anak saya nomor satu menjadi peserta ditonton masing – masing 1.000 dan 3.750 kali.. Gambaran lain, video drumband yang di unggah oleh TK Alazhar 1 bulan Maret 2013, sudah menuai lebih dari 13.000 views… sebuah event acara untuk mendatangkan orang sebanyak itu pasti sebuah acara yang sangat besar sekali…

Dari uraian diatas, besarnya potensi marketing dari adanya peserta yang merekam acara lomba yang kemudian mereka share ke social media sekilas sangat menjanjikan..

Selanjutnya ada beberapa pemikiran saya yang bisa diterapkan dalam sebuah event..

1. Baiknya ada keleluasaan peserta mengabadikan keikut-sertaan dalam acara, misalkan dengan menyediakan tempat khusus untuk mengambil foto atau video..

2. Brand yang hendak anda tonjolkan sebaiknya tampil dengan jelas di obyek yang akan di abadikan.. Seperti acara yang diadakan XYKids yang anak saya ikuti, identitas brand majalah tersebut sangat terlihat dari hiasan panggungnya.. Contoh lain, pada lomba olah raga, branding kaos peserta juga bisa digunakan untuk mencapai tujuan ini..

3. Kegiatan dokumentasi dan sharing bisa dilombakan agar peserta lebih bersemangat untuk buat dan sharing hasil mereka, misal: Lomba foto acara/peserta lomba dimana pesertanya wajib share hasil mereka ke Facebook/Google Plus page penyelenggara.. Atau lomba video yang hasil unggah YouTube-nya di tweet ke penyelenggara akun Twitter penyelenggara…

Yaps, itu sedikit pemikiran… sepenuhnya adalah pandangan dari seorang ayah, dengan pekerjaan non marketing, yang sangat senang mendokumentasikan kegiatan yang diikuti anaknya…

Saya jadi ingin tahu pandangan pembaca yang memang profesional dibidang marketing… What do you think?

on 10 Nov 2014 09:17 AM

Migrasi ke cloudflare

Mahyuddin Susanto

Cloudflare Logo

Clodflare Logo

Akhirnya setelah punya waktu cukup, domain mahyudd.in dan udienz.web.id saya migrasikan ke cloudflare. Salah satu dari beberapa motivasi migrasi ke cloudflare adalah setelah membaca blod dari Om Fajran tentang SSL, Load server, dan bandwidth.

Proses migrasinya sangat mudah sekali, tinggal kita buat domain yang akan di migrasikan, upload zone dns dan atur mana saja yang akan di arahkan ke cloudflare. Selesai! Mudah dan simple.

Kekurangan:

Entah ini bug atau pengaturan di laptop saya yang error, ketika dukungan IPv6 saya aktifkan di blog ini, maka dari laptop saya akan mendapatkan SSL asli dari blog ini bukan dari cloudflare.

Overall:

Secara umum, saya sangat puas dengan penforma setelah migrasi ke cloudflare, hanya untuk catatan server cloudflare ada di Singapura jadi akan memakan bandwidth internasional.

on 10 Nov 2014 09:12 AM

Node.js: Array looping with async

Putu Wiramaswara Widya

To be honest, Node.js based asynchronous pattern makes me sick! It can be the worst idea to combine synchronous based coding pattern you’ve learned since first year in computer school. One of very special case of this sickening pattern is to use array based iteration (which is by default, synchronous) to process your data each by each asynchronously and do something else afterwards. Imagine you get code like this :

// data = [{_id: "1", childData: "1"}, {id: "2", childData: "2"}, {id: "3", childData: "2"});
// sum = [{_id: "1", sum: 500}, {_id: "2", sum: 600}]
db.data.find({}, function(err, datas) {
    var count = 0;
    for(idx in datas) {
        // Do MongoDB's relation query somewhere else
        db.childData.findOne({_id: datas[idx].childData}, function(err, childData) {
            count += childData.sum;
        });
    }

    // Show data output
    console.log(count)
});


That example code is based from MongoDB database implementation inside Node.js. If you think this code as a synchronous one, you would expect it to print “1700″ (500 + 600 + 600). But in case of Node.js, it won’t. It just print “0″ because printing (using console.log) is much faster than finding another data inside databse.

To cope with this, I usually use a library called async. It provides you many kind of function to do a simple control flow and repetition of a collection (or array). In the case of example above, you can use eachSeries or eachSeries. They take same argument: an array, a function called for every element, and function called after all element have been processed.

var async = require('async');
db.data.find({}, function(err, datas) {
    var count = 0;
    async.series(datas, function(data, callback) {
        // Do MongoDB's relation query somewhere else
        db.childData.findOne({_id: datas[idx].childData}, function(err, childData) {
            count += childData.sum;
            callback(err);       // If err != null, iteration will be stopped
        });
    }, function(err) {
       // Show data output
       console.log(count)
    });

    
});

So how does async work? Simple, they just wait callback() call for every element of iteration to do the next element. In case of eachSeries, they will process every element serially (e.g. each element is processed after the previous one) and if you want to do paralel iteration, uses each instead. Iteration can be halted in the middle if callback is called with a first argument (called err), so it won’t continue the iteration if something happens.

But remember to double-check so that callback() will be definitely called at some point because if that do not happen, your program will stuck indefinetely. I will you give an example of this scenario :

var async = require('async');
db.data.find({}, function(err, datas) {
    var count = 0;
    async.series(datas, function(data, callback) {
        // Do MongoDB's relation query somewhere else
        db.childData.findOne({_id: datas[idx].childData}, function(err, childData) {
            // Check if sum is defined so it can be added to count
            if(childData.sum) {
                count += childData.sum;
                callback(); // Bad position for a callback
            }
        });
    }, function(err) {
       // Show data output
       console.log(count)
    });
});

This program should be okay if all childData contains “sum” field. But when it doesn’t, then this code will stuck because no callback()} is being called in the middle of iteration. The simple rule is, callback must be called in array.length times, no less, no more.

on 10 Nov 2014 01:41 AM

07 Nov 2014

Memasang Go di Ubuntu

Fajran Iman Rusadi

Ceritanya saya sedang menulis ulang sebuah proyek kecil yang sudah lama tidak saya sentuh. Mengapa saya tulis ulang? nanti saja saya ceritakan secara terpisah :D Proyek tersebut saya tulis ulang dalam bahasa Go. Nah bagaimana cara memasang perkakas bahasa Go di Ubuntu?

Cara paling enak dan cepat tentunya memasang yang ada di repositori Ubuntu. Cari paket bernama golang lalu pasang! Namun bagi para petualang yang butuh Go versi terbaru, yang ada di repositori Ubuntu mungkin tidak cukup.

Sekitar dua tahun yang lalu, ada yang memelihara paket Go dengan versi paling mutakhir di repositori PPA. Namun karena ada beberapa kendala, usaha ini akhirnya dihentikan. Tapi untungnya beliau ini masih menyediakan alat bantu untuk mengubah paket binari Go resmi menjadi paket Debian yang bisa dipasang di Ubuntu.

Berikut ini cara memakainya.

  1. Unduh aplikasi untuk mengunduh dan mengubah paket binari Go menjadi paket Debian. Aplikasi ini terdiri dari dua versi, satu untuk arsitektur i386 dan satu lagi untuk arsitektur amd64.

    Sebagai contoh, saya akan memakai versi i386

    $ wget https://godeb.s3.amazonaws.com/godeb-386.tar.gz
  2. Ekstrak berkas yang tadi diunduh. Setelah diekstrak, akan ada berkas bernama godeb.

    $ tar xzf godeb-386.tar.gz
  3. Cek daftar versi Go yang tersedia

    $ ./godeb list
    1.4beta1
    1.3.3
    1.3.2
    1.3.1
    1.3
    .. dst ..

    Akan tampil daftar versi Go yang tersedia di tempat unduh resminya.

  4. Lalu jalankan perintah seperti di bawah ini untuk mengunduh dan mengubah paket binari Go menjadi paket Debian.

    $ ./godeb download 1.3.3
    processing https://storage.googleapis.com/golang/go1.3.3.linux-386.tar.gz
    package go_1.3.3-godeb1_i386.deb ready
  5. Pasang paket Debian yang baru saja terbentuk

    $ sudo dpkg -i go_1.3.3-godeb1_i386.deb
    [sudo] password for iang: 
    Selecting previously unselected package go.
    (Reading database ... 37654 files and directories currently installed.)
    Unpacking go (from go_1.3.3-godeb1_i386.deb) ...
    Setting up go (1.3.3-godeb1) ...
  6. Go versi pilihan Anda sudah siap untuk beraksi

    $ go version
    go version go1.3.3 linux/386

Aplikasi godeb ini sebenarnya juga menyediakan opsi install yang akan menjalankan tahap 4 dan 5 di atas sekaligus. Saya pribadi agak kurang suka dengan opsi tersebut karena tiba-tiba akan meminta password untuk sudo tanpa memberi tahu untuk apa. Sebenarnya menjalankan berkas binari acak seperti di atas juga tidak baik, tapi kalau kita tahu pasti sumbernya adalah sumber yang aman dan bisa dipercaya, mudah-mudahan kode yang dijalankan juga aman.

Akhir kata, saya ucapkan selamat mencoba! :D

on 07 Nov 2014 09:52 PM

04 Nov 2014

Salah jalur, berlawanan arah, tidak menggunakan helm, dan dari seragam yang digunakan sih sepertinya juga belum cukup umur untuk punya SIM. Hampir semua hal dari pengemudi motor ini salah.

Tapi.., kalau sempat dia tertabrak mobil pribadi, kira-kira kita tetap bisa menduga siapa yang kemungkinan besar bakal dihajar massa. Logika kita kan sering kebalik-balik.

*foto dari Google Street View, lokasi di kompleks Citra Raya Tangerang.

Eh iya, ini bukan generalisasi semua pengendara motor ya. Saya sendiri lumayan taat mengendarai sepeda motor. Di lampu merah, kalau masih lampu merah yang menyala, saya anteng aja, sabar menunggu hijau. Menunggunya juga di belakang garis batas. Hasilnya? Saya diklakson dan diteriakin banyak orang “Wooy.. maju woy..! Masih kosong tuh di depan.”, atau “Oii..! Jalan aja, sepi gitu jalannya..!!”

Ya tidak semua amburadul, tapi banyak.. BANYAK.

on 04 Nov 2014 03:37 AM

03 Nov 2014

Pernah mengalami server tiba-tiba filesystemnya menjadi read-only, kemudian ketika jalankan perintah selalu keluar error “Bus Error” atau “Input/output error”

-bash: /home/user/.bash_profile: Input/output error
sudo: Can't open /var/db/sudo/user/3: Read-only file system

Cara paling sakti adalah melakukan “reboot” untuk server tersebut, karena biasanya kondisi filesystem read-only ini terjadi karena ada disk yang rusak. “fsck” pada waktu next reboot diharapkan akan bisa melakukan perbaikan atas apa yang terjadi pada disk.

Tapi ada masalah lain, yaitu ketika kita jalankan perintah “reboot” atau “shutdown” selalu muncul error seperti dibawah ini:

# reboot
Bus error
# shutdown -r now
Bus error

Solusinya kita bisa menggunakan “magic SysRq key” untuk melakukan reboot. Caranya adalah sebagai berikut :

echo 1 > /proc/sys/kernel/sysrq
echo b > /proc/sysrq-trigger

“This does not attempt to unmount or sync filesystems, so it should only be used when absolutely necessary”

Jika ingin mengaktifkan “magic SysRq key” secara permanen, bisa gunakan perintah berikut :

echo "kernel.sysrq = 1" >> /etc/sysctl.conf

Informasi lain tentang “magic SysRq key” bisa dibaca dimari.

Referensi : Rebooting the Magic Way

on 03 Nov 2014 10:26 AM

02 Nov 2014


"Bagaimana menghitung selisih waktu (tanggal, jam) menggunakan PHP?". Sekarang kita akan coba dengan menggunakan DateTime class yang telah tersedia untuk PHP 5 >= 5.3.0.

Contoh 1 saat membuat absensi:

<?
$menit = 120;
$jam1 = new DateTime('08:00:00');
$jam2 = new DateTime('09:30:00');

//selisih $jam2 - $jam1
$beda = $jam1->diff($jam2);

//menambahkan 120 menit pada $jam1
$baru = $jam1->modify('+$menit minutes');
$baru1 =  $baru->format('H:i:s');

//menulis format keluaran di layar
echo $beda->format('%R %H hours %i menit');
echo " $baru1";
?>

Contoh 2 di bawah yg persis sama dengan contoh di manual PHP:

<?
$datetime1 = new DateTime('2009-10-11');
$datetime2 = new DateTime('2009-10-13');
$interval = $datetime1->diff($datetime2);
echo $interval->format('%R%a days');
?>

Selamat bekerja.
Oh ya, jika ada yang berminat pesan aplikasi absensi seperti skrinsyut di atas hubungi saja di komentar. Aplikasi itu mengambil data dari mesin absensi sidik jari yang terpasang di kantor. :) 

sumber :
http://php.net/manual/en/datetime.diff.php

on 02 Nov 2014 12:51 AM

01 Nov 2014

tulisan buat di buku ccie
=================



Saat seseorang sudah memutuskan memulai untuk perjalanan menuju ccie, maka yang sudah menunggu didepan adalah berbagai macam hambatan dan rintangan. Tidak ada manis-manisnya, dijamin pahit semua, yang sebenarnya manis pun akan jadi berasa ikut pahit. Selama ini bisa jadi terlalu banyak cerita manis tentang ccie, namun terus terang yang sebenarnya adalah pahit, bahkan terlalu banyak pahitnya.

CCIE tidak butuh semangat dan impian, banyak orang maju ujian dengan modal semangat yang hasilnya bisa ditebak jauh hari dan banyak pula yang sebelumnya memimpikan ccie namun kemudian memutuskan mengubur mimpi tersebut, ada yang dikubur sebelum pernah ujian sama sekali ataupun dikubur setelah letih dan lelah ujian berkali kali belum juga ccie.

Yang lebih dibutuhkan ccie adalah darah yang siap2 untuk dihisap habis-habisan olehnya… darah yang musti disiapkan untuk written aja sekarang Rp 5jt ditambah ujian lab 20jt-an belum transport pp hotel dll bisa Rp 5jt lagi…
Biaya tersebut untuk sekali ujian, sedangkan sekali ujian dan kemudian langsung lulus itu hanyalah ilusi fatamorgana. Kita dari 40 ccie kurang dari 5 orang yang sekali ujian lulus first attempt. Jadi sekali lagi saya katakan ccie itu haus darah dan ccie tidak perduli berapa banyak stok darah yang kita miliki.

Walaupun kita sudah habis-habisan, tinggal kulit dan tulang, ccie masih juga tidak perduli, dia masih butuh korban darah lagi yang akan dihisap selanjutnya. Biasanya kita mulai jual2 sesuatu, pinjem2 uang ke keluarga, berhutang dan sejenisnya. Yang jelas darah orang2 terdekat kita sudah mulai ikut terhisap. Cara lain yang lebih aman adalah pake darah kantor, dengan konsekwensi rantai emas tentunya. Yang jelas darah harus ada, kalau enggak ga usah ccie, capek belajarnya gak ujian ujian, buang2 waktu dan energy aja.

Untuk lulus ccie tidak bisa dengan belajar menguasai materinya kemudian setelah siap maju ujian lab. Hal tersebut benar hanya untuk diatas kertas aja, kenyataan di lapangan tidak semanis itu. Ccie pada kenyataannya dilapangan adalah lebih kepada cara kita dalam mengelola kendala2 dan rintangan. Satu demi persatu kita berupaya keras mencari jalan bagaimana agar dapat melewati berbagai macam kendala tersebut hingga akhirnya dapat meraih ccie.

Ada beberapa kendala utama yang jadi penyakit untuk para kandidat ccie. Siapapun pasti akan ketemu dengan penyakit ini, sebagian akhirnya sembuh dan lanjut proses selanjutnya sedangkan yang sebagian lain berlama-lama dengan penyakit tersebut, terjebak disana tanpa tau bagaimana kesudahannya, akibatnya ccie hanya berakhir dalam bentuk impian saja.   

Berikut kendala-kendala utamanya

1.     1.Kendala biaya
Ini penyakit utama, selama belum bisa mencari jalan keluar untuk kendala ini, maka hanya akan belajar, belajar dan terus belajar saja. Download ini itu, beli ini itu, baca ini itu terus dari waktu ke waktu tanpa tau kapan akan berakhir. 

Ritme belajar antara yang sudah membayar lab dengan yang belum ada biaya ujian walau sama2 memulai bootcamp di waktu yang sama, tapi pasca bootcamp sudah terlihat bedanya jauh bagai Ferrari dan bajai roda tiga. Ini masalah yang terus menerus berulang dari pengalaman saya membantu temen2 untuk ccie.


2.       2. Kendala waktu
Katakanlah sudah punya uang, bukan berarti selesai, tidak, perjalanan masih sangat jauh. Ini baru selesai satu kendala dan kendala lain sudah menyambut lagi didepan, yakni waktu. Load kerjaan banyak, handle beberapa project, nyampe rumah udah capek, keluarga sudah menunggu, anak ngajak main dan seterusnya. 

Yang jelas ini penyakit yang bisa jadi akut dan sulit disembuhkan, menyediakan waktu belajar secara berkelanjutan setiap hari adalah berat. Sangat sangat berat. Stadium empat lah ini. Gak setiap orang yang ingin ccie bisa melewati kendala ini. 

Gimana bisa ccie kalau cuman dikasih waktu sisa-sisa, sedangkan belajar di bootcamp aja perlu full seharian bahkan hingga dini hari, sedangkan kemudian pasca bootcamp gak sanggup meluangkan waktu belajar. Bermimpi memang mudah, yang susah adalah mewujudkannya, karena kendala sudah menanti didepan. 

Dilogika sendiri aja kalau tiap hari dengan berbagai macam aktivitas dan kesibukan yang dimiliki tidak bisa meluangkan waktu khusus secara berkelanjutan setiap harinya tapi masih pengin ccie itu gimana jalannya gak bisa ketemu. Meluangkan waktu sesekali umumnya orang bisa, tapi yang berkelanjutan setiap hari ini yang gak semua orang sanggup melewati penyakit yang satu ini.
Kendala yang beginian kalau mengambil pepatah tukang bajaj, maka hanya dirinya dan Allah saja yang tau bagaimana mengatasinya, orang lain tidak bisa membantu kecuali dirinya sendiri.


3.       3. Kendala belajar
Ini juga kendala, tapi kendala yang paling ringan, biasanya ketika belajar mulai muncul hal2 yang gak paham maksudnya. Nah ini sudah bisa kita atasi dengan membentuk keakraban satu sama lain sewaktu bootcamp, saling berkenalan dengan yang lain, membentuk kelompok belajar pasca training dll. 

Ini memang kendala, namun jika hanya jika seseorang mengambil ujian sendiri, belajar sndiri tanpa ada teman belajarnya. Namun kalau berkelompok, belajar bersama, maka hanya tinggal masalah waktu untuk kemudian akhirnya bisa paham maksudnya.

Demikian 3 kendala tersebut yang umum jadi penyakit.  Selama tidak bisa menyembuhkan dari kendala finansial dan kendala waktu maka mungkin sudah waktunya untuk berfikir ulang apakah saya masih mau untuk terus ccie atau tidak, karena tidak semua network engineer harus jadi ccie.
on 01 Nov 2014 02:11 AM