![]() |
| sumber : foto Radith di FB |
22 Feb 2012
CLI (Command Line Interface) memang luarbiasa. Untuk mengubah ukuran gambar hanya dengan satu baris perntah, maka gambar 1 direktori bisa berubah ukurannya. Perintah ini biasanya sangat kita butuhkan ketika akan mengunggah gambar ke web, namun karena ukuran gambar yang besar serta didukung dengan kualitas koneksi internet yang pas pas-an maka mau tidak mau kita harus mengubah ukuran gambar sehingga bisa dengan mudah di unggah.
cukup buka Terminal dari PC BlankOn Linux anda
masuk ke direktori gambar yang akan diubah ukurannya, misal :
cd /home/ainul/Gambar/
kemudian saya ingin mengubah ukuran 800x… pixel, maka ketikkan :
mogrify -resize 800 *.jpg
maka satu direktori yang berisi gambar *.jpg akan berubah ukurannya menjadi 800x… pixel (… akan disesuaikan menurut ukuran masing masing)
contoh hasilnya : https://picasaweb.google.com/111374530932819493900/MenyusuriTembalangBanyumanik19February2012
untuk CLI tentang olah gambar lainnya bisa merujuk ke : http://www.imagemagick.org/www/mogrify.html
JMR ( Jagongan Media Rakyat) Sebuah gelaran kolaboratif antar komunitas untuk memperkuat peran media sebagai medium ekspresi warga menuju Indonesia lebih baik.
JGOS kali ini akan menggelar diskusi pada hari Sabtu 25 Februari 2012 dan KPLI Jogja & Ubuntu Jogja akan mengadakan worksop tentang pemanfaatan teknologi IVR (Interactive Voice Respone) yang akan di jalankan di sistem operasi Ubuntu pada hari Jum'at 24 Februari 2012. Anda Tertarik mengikutinya? silahkan datang untuk Berkumpul ... Bergerak... Berbagi... untuk kemajuan Indonesia.
Walaupun judulnya berbahasa Inggris, artikel ini disajikan dalam bahasa Indonesia
. Ceritanya bermula ketika beberapa hari yang lalu ada beberapa proses di server SAP kloning (bukan production) menghabisi CPU. Proses tersebut mengakibatkan server SAP menjadi tidaa berdaya karena penggunaan CPU selalu di atas 90%. User masih bisa login ke sistem tapi ketika menjalankan suatu tcode (transaction code), prosesnya terasa sangat lambat sekali. Bahkan rekan-rekan progammer ABAP yang melakukan debugging tidak pernah benar-benar masuk ke debugger sama sekali. Setelah melakukan sedikit investigasi, saya memutuskan untuk membunuh semua proses milik user sepadm (adm) di sistem operasi AIX tempat SAP bercokol. Hasilnya maknyus, penggunaan CPU langsung turun ke angka di bawah 10%.
Namun kemudian timbul masalah lain, saya tidak dapat terhubung ke SAP lagi. Connection refused! Duh, sepertinya saya secara tidak sadar telah membunuh semua . proses milik SAP juga. Waktunya menghidupkan ulang SAP.
stopsap all startsap all
Belum bisa juga tersambung ke SAP. Sepertinya masalah yang ada tidak sesederhana yang saya bayangkan. Waktunya melakukan penyelidikan. Setelah membaca-baca dan bertanya di beberapa forum dengan berbekal log startsap_DVEBMGS20.log:
(860206) Starting: local dw.sapSEP_DVEBMGS20 pf=/usr/sap/SEP/SYS/profile/SEP_DVEBMGS20_ssp
(446648) Starting: local co.sapSEP_DVEBMGS20 pf=/usr/sap/SEP/SYS/profile/SEP_DVEBMGS20_ssp -F
(819228) Starting: local se.sapSEP_DVEBMGS20 pf=/usr/sap/SEP/SYS/profile/SEP_DVEBMGS20_ssp -F
(876604) Starting: local ig.sapSEP_DVEBMGS20 -mode=profile pf=/usr/sap/SEP/SYS/profile/SEP_DVEBMGS20_ssp
(831722) Waiting for Child Processes to terminate.
(831722) **** 2012/02/17 15:02:11 Child 860206 terminated with Status 1 . ****
(860206) **** 2012/02/17 15:02:11 No RestartProgram command for program 0 ****
Instance on host ssp started
dev_disp:
*** ERROR => DpSysAdmExtCreate: ShmCreate (CREATE) [dpxxtool2.c 608]
*** ERROR => dispatcher already running ???? [dpxxtool2.c 609]
*** ERROR => I better EXIT before I do any (more) damage [dpxxtool2.c 611]
dev_w0:
M Fri Feb 17 11:05:19 2012
M *** ERROR => SosIAnchorArrayCreatable: T58/M0 in state cancel [thxxtool2.c 947]
M *** ERROR => SosIAnchorArrayCreatable: T58/M0 in state cancel [thxxtool2.c 947]
M *** ERROR => SosIAnchorArrayCreatable: T80/M0 in state cancel [thxxtool2.c 947]
M *** ERROR => SosIAnchorArrayCreatable: T103/M0 in state cancel [thxxtool2.c 947]
I
I Fri Feb 17 11:05:32 2012
I MPI<50c>505#4: GetOutbuf#1279 temporarily out of free buffers.
akhirnya ketemu juga solusinya. Menurut stix.id.au hal seperti ini bisa terjadi ketika SAP instance dimatikan secara tidak normal, seperti membunuh secara brutal yang saya lakukan. Solusinya membersihkan sisa-sisa sumber daya (RAM, CPU, dll) yang masih menyangkut atau tertinggal. Perintahnya harus dijalankan sebagai user <SID>adm.
cleanipc 20 remove
20 merupakan nomor milik SAP instance. Lalu hidupkan ulang SAP. Resolved.
Dulu saya selalu bertanya – tanya, kenapa perusahaan – perusahaan besar itu tidak mau atau sulit sekali untuk pindah ke Linux. (Maksud saya tidak sekadar pindah server ya, tetapi pindah desktop full). Melihat lebih dekat, sekarang saya lebih mengerti kenapa. Uraian lengkapnya nanti saya buat dalam tulisan tersendiri.
Nah buat yang bener – bener mau migrasi desktopnya ke Linux (dalam hal ini Ubuntu) mungkin bisa lebih siap dengan membaca PDF Five Golden Rules for A Sucessful Ubuntu Desktop Migration dari Ubuntu ini. > http://pages.canonical.com/rs/canonical2/images/enterprise-desktop-migration-ebook2.pdf
21 Feb 2012
Kalau ini bisa muncul, berarti posting dari email sudah bisa jalan. *cuma penasaran aja dengan plugin ini.
20 Feb 2012
Ketika saya berusaha menambahkan PPA dengan menggunakan perintah “apt-add-repository”, saya selalu menemukan galat berikut:
Traceback (most recent call last):
File "/usr/bin/apt-add-repository", line 60, in <module>
sp = SoftwareProperties()
File "/usr/lib/python2.7/dist-packages/softwareproperties/SoftwareProperties.py", line 90, in __init__
self.reload_sourceslist()
File "/usr/lib/python2.7/dist-packages/softwareproperties/SoftwareProperties.py", line 538, in reload_sourceslist
self.distro.get_sources(self.sourceslist)
File "/usr/lib/python2.7/dist-packages/aptsources/distro.py", line 91, in get_sources
raise NoDistroTemplateException("Error: could not find a "
aptsources.distro.NoDistroTemplateException: Error: could not find a distribution template
Menurut artikel di Ask Ubuntu, ternyata hal ini karena berkas “/etc/lsb-release” terbaca bukan Ubuntu. Dan ternyata isinya:
$ cat /etc/lsb-release DISTRIB_ID=BlankOn DISTRIB_RELEASE=5.0 DISTRIB_CODENAME=nanggar DISTRIB_DESCRIPTION="BlankOn Nanggar"
Hah? Nanggar? Ternyata laptop saya sudah sejak lama dipasang BlankOn. Ha… ha… ha… saya suka pindah bolak-balik antara Ubuntu dengan BlankOn. Toh hanya sejauh “apt-get”) saja. Jadi, saya ubah saja menjadi:
DISTRIB_ID=Ubuntu DISTRIB_RELEASE=10.04 DISTRIB_CODENAME=lucid DISTRIB_DESCRIPTION="Ubuntu Lucid Lynx"
Beres. Ini juga bisa dipakai untuk pindah ke LTS yang baru nantinya.
19 Feb 2012
$ bwn-ng
No command 'bwn-ng' found, did you mean:
Command 'bwm-ng' from package 'bwm-ng' (universe)
bwn-ng: command not found
Cara mengembalikan Grub pada kasus Grub Rescue untuk Macbook Pro
1. Gunakan Live CD Ubuntu
sudo add-apt-repository ppa:yannubuntu/boot-repair && sudo apt-get update
sudo apt-get install boot-repair && boot-repair
Semoga Bermanfaat :D
18 Feb 2012
Kaget juga ketika mengetahui itu, dasarnya penasaran jadinya saya pasang itu paket PornView. ![]()
Paketnya ada di Ubuntu Software Center:

Siapa tau bisa dapet akses dengan mudah untuk melihat yang porno-porno atau yang sejenisnya. ![]()
Ternyata setelah dipasang PornView ini berfugsi dengan sempurna…!

Yaitu sebagai image/movie viewer, dan itu terserah anda akan melihat/menonton apa saja menggunakan aplikasi PornView itu.
17 Feb 2012
First of all, does blog still matters? Maybe, but who cares
.
Some quick updates, changed jobs, now work at BT. Got married, and with 1 child. Man, how time flies so fast.
Secondly, what will be here? Mostly will be IT related stuffs, some web logs, some comments, etc.
Not much for now. I’ll post more later.
TL;DR
Inti dari tulisan ini adalah memasang menggunakan debootstrap. Ada beberapa alasan yang menyebabkan memasang Ubuntu Precise dengan menggunakan metode ini. Kalau saya:
- Saya menggunakan LVM dan CD pemasang Ubuntu tidak mendukung LVM.
- Saya suka menggunakan debootstrap.
- Beberapa konfigurasi dasar di BlankOn disalin oleh debootstrap sehingga saya terbantu.
- Saya ingin mencoba yang baru dan proses ini mengedukasi saya.
Saya kurang kerjaan dan pengen iseng-iseng.
Persiapan Sebelum Debootstrap
Ada beberapa langkah persiapan:
- Memasang paket debootstrap dari Ubuntu Precise.
- Mempersiapkan partisi yang dibutuhkan.
Memasang Paket Debootstrap dari Ubuntu Precise
Paket debootstrap dari Pattimura belum memuat Precise. Untuk itu, kita perlu memasangnya dari repositori Precise. Hal ini bisa dilakukan karena debootstrap dapat dipasang di semua arsitektur (arch=All). Anda dapat mengunduh sendiri lalu menggunakan dpkg atau cukup klik tautan ini di peramban Anda agar otomatis terpasang. Kalau saya, sih, memilih cara yang kedua.
Mempersiapkan Partisi
Saya asumsikan partisi telah tersedia. Dalam contoh saya, saya memberi partisi sebagai “/dev/mapper/Linux_LVM-UbuntuLucid”. Biasalah, sebelumnya saya coba-coba Ubuntu Lucid. Biar afdol, format dengan sistemberkas kesukaan: [Hati-hati, perintah ini menghapus isi partisi. PASTIKAN TIDAK ADA DATA PENTING]
$ sudo mkfs.reiserfs /dev/mapper/Linux_LVM-UbuntuLucid -l "Ubuntu 12.04"
Saya suka sekali memberi label pada setiap partisi. Praktik ini sangat berguna bila Anda bekerja di Pusat Data dan melibatkan banyak partisi. Kali ini saya memberi label “Ubuntu 12.04″ untuk membedakan Pattimura dengan Precise.
Lanjut Debootstrap
Lakukan langkah-langkah yang biasa dilakukan saat debootstrap, yakni:
- Mengaitkan (mount) partisi yang mau dipakai ke sebuah direktori.
- Melakukan debootstrap ke direktori tersebut.
- Mengaitkan sistemberkas khusus ke sub-sub direktori yang diperlukan.
Mengaitkan Partisi
Kaitkan partisi yang telah dipersiapkan ke sebuah direktori kosong; saya menggunakan “/mnt”:
$ sudo mount /dev/mapper/Linux_LVM-UbuntuLucid /mnt/
Pasang Paket Dasar Ubuntu
Memasang paket-paket dasar Ubuntu Precise dengan debootstrap.
sudo debootstrap precise /mnt/ http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/
Kaitkan Sistemberkas Khusus
Sebelum melakukan modifikasi lebih lanjut, pasang sistemberkas khusus. Hal ini diperlukan karena ada beberapa paket yang membutuhkan informasi kernel yang berjalan. Mereka memerlukan akses ke perangkat keras agar dapat terpasang dengan baik. Untuk itu, ada tiga buah sistemberkas khusus yang diperlukan:
- dev
- Dulu ada sistemberkas devfs yang mengonfigurasi direktori dev. Lalu ada juga skrip MAKEDEV yang mengisi direktori tersebut dengan berkas-berkas khusus. Sekarang, kita hanya perlu menautkan /dev saja karena sistem modern sudah menggunakan udev.
- devpts
- Sistem berkas ini digunakan untuk mengemulasi lingkungan terminal. Biasanya digunakan oleh XTerm, SSHd, dan bahkan aplikasi pemaket Debian untuk membaca terminal.
- proc
- Sistemberkas ini berisi informasi kernel. Informasi itu misalnya proses yang berjalan dan propertinya, sistemberkas yang terpasang, dan lain sebagainya.
- sysfs
- Sysfs adalah sebuah sistem berkas yang disediakan untuk aplikasi-aplikasi dapat mengakses perangkat-perangkat keras yang ada.
Mari pasang keempat sistemberkas tersebut:
$ sudo mount /dev/ /mnt/dev -o bind $ sudo mount none /mnt/dev/pts -t devpts $ sudo mount none /mnt/proc -t proc $ sudo mount none /mnt/sys -t sysfs
Partisi “/mnt” sampai saat ini telah siap untuk digunakan sebagai partisi utama (root partition).
Masuk Ke Direktori Tersebut
Mari masuk ke direktori tersebut untuk konfigurasi lebih lanjut. Untuk masuk, digunakan chroot yang mengemulasi lingkungan konsol dengan menjadikan sebuah direktori menjadi lingkungan tersendiri. Lingkungan yang berjalan tergantung direktori tersebut. Banyak sistem operasi baru (termasuk Ubuntu) menggunakan Dash dari pada BASH sebagai program konsolnya. Kebetulan saya lebih suka BASH.
Mari masuk ke lingkungan sistem baru kita dengan menggunakan BASH yang terpasang di sana.
$ sudo chroot /mnt /bin/bash
Pemasangan Lingkungan Dasar
Ada beberapa langkah untuk memasang Precise:
- Mempersiapkan repositori (opsional karena yang utama ditambahkan otomatis oleh debootstrap).
- Memasang dukungan Bahasa Indonesia
- Mengonfigurasi waktu sistem.
- Memasang perkakas sistem berkas.
- Memasang desktop.
- Menambah pengguna baru.
- Memasang kernel Linux.
Memasang Repositori Cadangan (Opsional)
Ubuntu Precise saat ini masih versi alfa. Artinya, banyak sekali perubahan yang terjadi sehingga repositori masih belum stabil. Perubahan-perubahan ini menyebabkan pencerminan lokal seperti Kambing dan Indika membutuhkan waktu lebih lama untuk sinkronisasi dengan repositori utama.
Kalau Anda memiliki akses Internet lumayan, silakan kunjungi daftar pencerminan Ubuntu dan periksa situs-situs yang Up-to-date. Saya memilih menggunakan situs dari Jepang, JAIST sebagai situs cermin tambahan.
Setelah memutuskan, saya menambahkan situs pencerminan tersebut ke berkas sources.list saya. Di dalam informasi tentang JAIST, saya ubah “Display sources.list entries for: ” menjadi “Precise (12.04)”.Lalu setelah itu saya menyalin dua baris di bawahnya yang berubah menjadi konfigurasi sources.list untuk Precise.
Langkah selanjutnya menambahkan dua baris tersebut ke sources.list. Saya tetap menggunakan Kambing sebagai situs utama, sehingga saya menambahkannya dua baris tersebut di akhir baris.
BONUS: Karena ViM belum terpasang, saya memberikan dua opsi untuk memasang repositori cadangan.
Cara L33t
Lakukan langkah berikut di dalam lingkungan chroot.
# cat >> /etc/apt/sources.list << PUTUS deb http://ftp.jaist.ac.jp/pub/Linux/ubuntu/ precise main deb-src http://ftp.jaist.ac.jp/pub/Linux/ubuntu/ precise main PUTUS
Cara Biasa
Buka terminal satu lagi dan tambahkan dua baris entri deb dan deb-src tersebut.
$ sudo gedit /mnt/etc/apt/sources.list
Tambahkan dua entri setelah entri repositori utama dan simpan berkas tersebut.
Perbaharui Daftar Paket
Setelah masuk ke dalam lingkungan chroot, entah Anda memutuskan untuk menambah repositori atau tidak, jangan lupa memperbaharui daftar paket.
# apt-get update
Pasang Bahasa Indonesia
Sebagai seorang Indonesia, saya cinta Bahasa Indonesia. Saya lebih suka melihat kata “Sedang memproses pemicu untuk gnome-menus … ” dari pada versi bahasa Inggrisnya. Itu sebabnya, saya tidak ingin langkah ini opsional.
# apt-get install language-pack-id
Konfigurasi Waktu
Untuk mengonfigurasi waktu, lakukan langkah berikut:
# dpkg-reconfigure tzdata
Lalu pilih Asia.
kemudian Jakarta.
Untuk Anda yang berada di zona waktu selain Indonesia Barat (WIB), pilih Jayapura untuk Indonesia Timur (WIT) atau Makassar untuk Indonesia Tengah (WITA).
Memasang Perkakas Sistemberkas
Secara baku Ubuntu hanya memasang perkakas untuk EXT3, EXT4, NFS, CRAMFS, dan FAT32. Padahal, saya menggunakan LVM dan di atasnya terpasang ReiserFS. Agar sistem dapat digunakan saat nanti di-boot, saya harus memasang perkakas untuk LVM dan ReiserFS.
# apt-get install lvm2 reiserfsprogs
Mungkin jika Anda menggunakan XFS:
# apt-get install xfsprogs
Atau ada partisi NTFS:
# apt-get install ntfs-3g
Memasang Desktop
Sekarang saatnya memasang desktop Ubuntu. Anda bisa memasang Kubuntu, Lubuntu, Xubuntu, atau bahkan megonfigurasi sendiri. Tetapi, untuk kesederhanaan saya memilih untuk memasang yang baku dari Ubuntu.
# apt-get install ubuntu-desktop
Saat proses pemasangan ini berlangsung Anda jangan lupa ngopi, salam ke tetangga, ajak main anak Anda, atau lihat-lihat status gebetan di media sosial. Oh, sudah makan, belum?
Menambahkan Pengguna Baru
Tambahkan satu atau dua pengguna baru. Misalnya saya menambahkan satu pengguna baru:
# adduser jp
Menambhakan pengguna 'jp' ...
MEnambah grup baru /etc/skel' ...
Masukkan sandi lewat UNIX baru:
Masukkan ulang sandi lewar UNIX baru:
passwd: password updated successfully
Changing the user information for jp
Enter the new value, or press ENTER for the default
Full Name []: Jan Peter Alexander Rajagukguk
Room Number []:
Work Phone []:
Home Phone []:
Other []:
Apakah informasi ini benar? [y/N] y
Tambahkan hak administrator kepada pengguna yang berhak. Misalnya akun saya.
# adduser jp sudo
Ubuntu Desktop sudah memasang sudo dan grup “sudo” otomatis ditambahkan sebagai grup administrator. Silakan cek dengan perintah “visudo” untuk mengetahui grup apa saja yang dikonfigurasi demikian.
Memasang Kernel
Langkah selanjutnya adalah memasang kernel. Saya pilih yang generik saja.
# apt-get install linux-image-generic
Proses pemasangan ini juga memasang GRUB PC (alias GRUB2). GRUB PC akan menanyakan partisi khusus yang hendak Anda pasang. Pilihkan cakram utama Anda, biasanya sih “/dev/sda”. Gunakan tombol panah atas dan bawah untuk navigasi. Tekan tombol spasi untuk memilih.
Sampai tahap ini sistem sudah siap untuk digunakan. Selanjutnya kita akan bersih-bersih.
Bonus: Beberapa Langkah Tambahan
Saya menyertakan bonus untuk beberapa langkah tambahan untuk menyempurnakan pemasangan Precise ini, yakni:
- Memasang aplikasi-aplikasi dasar favorit.
- Memasang SSH.
- Mengonfigurasi direktori rumah (home) dan direktori lainnya.
Memasang Aplikasi Favorit
Saya suka memakai ViM.
# apt-get install vim
Memasang SSH
SSH server seringkali tidak dipasang, tetapi, saya suka mengakses laptop saya untuk menyalin berkas-berkas penting (misalnya anime, dokumen kantor, dll.) dari komputer lain.
# apt-get install ssh
Langkah berikut opsional, tetapi saya ingin agar konfigurasi SSH saya di BlankOn dan di Ubuntu ini sama. Untuk itu, buka jendela terminal lain dan salin berkas-berkas konfigurasi SSH.
$ sudo cp /etc/ssh/* /mnt/etc/ssh/
Saya lakukan ini supaya kunci SSH di BlankOn dan Ubuntu sama. Dengan ini kalau mau masuk dari mesin lain, klien tidak mencurigai kunci yang berbeda setiap kali berganti sistem operasi.
Mengonfigurasi Partisi Lain
Untuk lebih gampang, silakan gunakan GEdit untuk memodifikasi fstab. Misalnya, di terminal lain Anda gunakan perintah:
$ sudo gedit /etc/fstab /mnt/etc/fstab
Lihat baris mana saja yang perlu ditambahkan. Kecuali partisi dasar, yang lainnya tambahkan saja. Saya menambahkan partisi rumah ke dalam fstab. Kebetulan saya memisahkan partisi rumah “/home” ke dalam partisi yang berbeda.
Pembenahan Sebelum Masuk Ke Ubuntu
Langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum komputer dinyalaulangkan untuk masuk ke dalam sistem baru.
Cara Malas
Langsung nyalaulangkan komputer Anda.
Cara Aang Anak Baik
Berikut langkah-langkah yang baik:
- Keluar dari lingkungan chroot dengan menekan tombol CTRL-D.
- Lepaskan kaitan sistemberkas yang telah kita pakai.oun
$ umount /mnt/dev/pts /mnt/proc /mnt/sys /mnt/dev
- Baru nyalaulangkan komputer Anda.
Perbaikan Di Dalam Ubuntu Precise
Ada beberapa hal yang perlu diperbaiki:
- Dukungan Bahasa
- Entri GRUB untuk Opera
Dukungan Bahasa
Terus terang saya tidak tahu apa yang saya lakukan, karena Ubuntu ini versi masih alfa.
Saya masuk ke dalam Language Support dan memasang dukungan Bahasa Indonesia. Entah mengapa, Ubuntu malah memasang bahasa Inggris. Akhirnya, saya pancing dengan mengaktifkan bahasa Inggris dan memilih “Apply System-wide”. Kemudian, saya pilih Bahasa Indonesia dan Apply System-wide. Terakhir, saya membuang dukungan bahasa Inggris. Lalu saya menyalaulangkan Ubuntu saya.
Membetulkan GRUB
Saya ketika memasang Ubuntu Precise hanya menjumpai Ubuntu dan Windows XP saja pada entri GRUB. Untuk mendapatkan entri BlankOn, saya melakukan ini:
$ sudo dpkg-reconfigure grub-pc
Dan lanjutkan saja terus, nanti di akhir konfigurasi GRUB PC akan mencari kembali partisi-partisi yang ada sistem operasinya.
Sekian
Demikian adanya.
16 Feb 2012
Teleponan gratis via android? kenapa tidak? teknologi yang sudah berkembang saat ini makin mudah untuk kita membuat sentral telepon sendiri dengan regulasi ala sendiri. Mudah saja yang kita butuhkan adalah dua hal, yaitu server sebagai sentralnya dan dari sisi pengguna cukup menggunakan androidnya . Dan sebagai media untuk melakukan komunikasi cukup hanya akses hotspot lokal yang ada di institusi atau kampus atau sekolah.
Saya akan menjelaskan bagaimana dari mulai instalasi dan konfigurasi dua hal tersebut :
Membuat sentral telepon
1. Instalasi asterisk
Asterisk dikembangkan di unix/linux, sehingga memang disarankan diinstall pada sistem operasi tersebut. tapi kali ini saya akan menjelaskan cara instalasi pada komputer windows dengan menggunakan asteriskwin32 bisa anda dapatkan di link ini. download saja dan install seperti biasa. Ingat catat IP komputernya untuk digunakan di konfigurasi android.
2. Konfigurasi asterisk
Buka icon “PBX Manager & Console” yang ada di desktop kemunidian klik tools>PBX Start, maka konsol akan keluar service asterisk sudah berjalan. nah sudah selesai secar defaultnya akun yang disediakan tanpa password yaitu 3000,3001, dan 3002
Setting Android
1. Instalasi sipdroid
Buka saja di sini dan download aplikasinya, atau bisa scan qr code berkut ini dari android anda untuk langsung mendownload aplikasi sipdroid melalui android anda sehingga bisa langsung diinstal.
2. Konfigurasi sipdroid
sekarang tinggal masuk ke sipdroid dan lakukan setting account 1, isi username dengan 3000 dan server dengan IP address dari komputer yang telah kita jadikan sentral telepon sebelumnya, lakukan hal yang sama dengan android rekan anda dengan memasukkan username 3001 atau 3002.
Selesai sampai disini, pastikan setiap android terkoneksi pada jaringan wifi satu kampus, institusi atau sekolah. nah sekarang tinggal panggil dari username yang masing-masing dimasukkan tadi dari salah satu android yang sudah di konfigurasi.
Kebetulan dapat tugas untuk mendampingi seorang rekan di kantor yang sedang mengurusi aplikasi pembayaran daring dengan salah satu bank terbesar di dunia. Setelah minggu sebelumnya harus ke Jakarta untuk membereskan masalah SMimeTool yang digunakan untuk enkripsi di aplikasi ini, yang ternyata masalahnya sepele: SMimeTool tidak dapat berjalan baik pada Java Runtime Environment bawaan CentOS yang menggunakan gcj. Nah cerita berlanjut, demi mempermudah proses enkripsi berkas yang akan dipertukarkan maka saya buatkan shell script kecil yang nantinya akan dipanggil dari PHP menggunakan fungsi shell_exec(). Isi skrip ini sangat sederhana, ia akan memanggil program berbasis Java untuk mengenkripsi berkas teks yang dikirim oleh SAP, lalu menghapusnya setelah enkripsi berhasil dijalankan.
Ketika dicoba dijalankan dari baris perintah sudah tidak ada masalah, namun hasilnya nihil ketika dicoba dijalankan dari PHP. Program PHP berjalan dengan mulus dan tidak ada pesan error sama sekali. Wajarnya shell script itu harus mengirimkan pesan error ketika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Awalnya saya curiga dengan masalah permission, terutama ketika saya sadar bahwa saya mencoba menjalankan skripnya di terminal menggunakan root. Benar saja, ada error ‘Permission denied’ ketika skrip dijalankan oleh user biasa. Setelah membereskan masalah permisi ternyata hasilnya masih sama, nihil.
Otakpun berputar, lalu sebuah kata muncul: ‘redirect’. Ya, mengapa tidak me-redirect message error yang dihasilkan program Java tadi ke suatu berkas log? Saya yakin pasti ada pesan galat ketika program itu tidak berjalan dengan semestinya. Akhirnya setelah Googling sebentar untuk memastikan cara me-redirect stderr ke file, saya minta rekan saya untuk mengubah program yang dipanggil di PHP menjadi
/opt/enkripsi/run_enkripsi.sh > error.log 2>&1
Dengan membaca error.log, saya akhirnya tahu bahwa program Java tadi harus dijalankan dari direktori tempat ia disimpan. Masalah ini diselesaikan dengan mengubah run_enkripsi.sh untuk masuk terlebih dahulu ke direktori di mana Java class yang akan dijalankan disimpan.
15 Feb 2012
LibreOffice 3.5 telah diluncurkan kemarin di hari Valentin! Beberapa fitur yang ditunggu-tunggu:
- Impor dokumen Visio.
- Diagram-diagram yang kompatibel dengan M$ Office.
- Pemilihan huruf.
- Semakin konsisten dengan perbaikan impor berkas RTF dan DOCX.
Untuk lebih lengkapnya, silakan kunjungi situsnya. Saya sendiri telah mengunduh dan mencobanya untuk membuka berkas presentasi Microsoft untuk DirectX 11 dari GameFest 2010 (tautan sengaja tak diberi). Saya adu dengan Microsoft Powerpoint Viewer dan menemukan bahwa keduanya cukup identik. Hanya beberapa animasi lebih bagus di MPV. Tetapi, keduanya memiliki penempatan yang sama. Saya jadi yakin untuk mengganti M$ Office di laptop ayah saya dengan LibreOffice. (Doakan saya biar adik saya tidak protes
)
Mendapatkan LibreOffice
Untuk dapat memasang LibreOffice, kunjungi laman unduhan LibreOffice. Laman ini mendeteksi sistem operasi dan menyarankan berkas yang kita perlu. Saya ditawarkan 6 berkas instalasi, tetapi saya hanya mengambil 3 saja, yakni:
- LibO_3.5.0_Linux_x86_install-deb_en-US.tar.gz 147 MB
- LibO_3.5.0_Linux_x86_langpack-deb_id.tar.gz 7.7 MB (id – Bahasa Indonesia)
- LibO_3.5.0_Linux_x86_helppack-deb_id.tar.gz 9.2 MB (id – Bahasa Indonesia)
Untungnya KAMBING.ui.ac.id merupakan salah satu situs cermin LibreOffice, jadi mereka secara otomatis mengarahkan saya ke KAMBING.
Membuang yang lama
Supaya tidak bentrok, buang paket-paket yang lama
$ sudo apt-get remove openoffice-* libreoffice-*
Hati-hati, perintah ini membuang semua produk LibreOffice yang lama. Mohon diperiksa kalau-kalau ada paket aplikasi lain yang juga ikut terbuang akibat membuang LibreOffice. Hal ini dapat terjadi bila aplikasi tersebut membutuhkan LibreOffice/OpenOffice.org untuk berjalan.
Memasang LibreOffice
Buka berkas LibreOffice yang telah diunduh:
$ tar xvfz LibO_3.5.0_Linux_x86_install-deb_en-US.tar.gz
Pasang semua berkas Debian:
$ sudo dpkg -i LibO_3.5.0rc3_Linux_x86_install-deb_en-US/DEBS/*.deb
Setelah itu pasang integrasi dengan desktop agar tercipta pintasan-pintasan di menu BlankOn:
$ sudo dpkg -i LibO_3.5.0rc3_Linux_x86_install-deb_en-US/DEBS/desktop-integration/libreoffice3.5-debian-menus_3.5-13_all.deb
Selanjutnya memasang dukungan Bahasa Indonesia.
Memasang dukungan Bahasa Indonesia
Buka berkas dukungan Bahasa Indonesia:
$ tar xvfz LibO_3.5.0_Linux_x86_langpack-deb_id.tar.gz
Pasang semua paket Debian:
$ sudo dpkg -i LibO_3.5.0rc3_Linux_x86_langpack-deb_id/DEBS/*.deb
Memasang berkas pertolongan edisi Bahasa Indonesia
Buka berkas pertolongan:
$ tar xvfz ~/Unduhan/LibreOffice/LibO_3.5.0_Linux_x86_helppack-deb_id.tar.gz
Pasang paket Debian:
$ sudo dpkg -i LibO_3.5.0rc3_Linux_x86_helppack-deb_id/DEBS/libobasis3.5-id-help_3.5.0-13_i386.deb
Selesai.
Terakhir
Berhubung ini baru saya pakai, saya belum dapat memberi tahu kesan apa yang timbul setelah menggunakan produk ini. Yang pasti, LibreOffice 3.3 besutan tim BlankOn sudah sangat membantu. Mungkin ini paket lebih dahsyat lagi.
Oh, iya, berhubung paket ini dipasang di “/opt/libreoffice3.5/”, Anda bisa saja tak perlu membuang paket yang ada. Tetapi, supaya tidak bingung, lebih baik dibuang salah satu.
Terakhir, berhubung LibreOffice merupakan aplikasi kritikal untuk banyak orang, bagi Anda yang bergantung penuh lebih baik menunggu tim pemaket BlankOn memaketkan aplikasi ini.
Selamat mencoba.
14 Feb 2012

Mungkin ini fakta yang agak mengejutkan tapi sedang menjadi tren, terutama di luar negeri sana. Berita selengkapnya ada di sini.
- Gnome Connection Manager is licensed under the GNU General Public License version 3- It's designed in Glade and written in python, so it just need PyGTK to run in any linux environment- Can store passwords for easy access to hosts- Supports multiple ssh tunnels for each host Unlimited vertical/horizontal window splitting. - - You can have as many visible consoles as you want- Drag & Drop tabs between consoles- Connect to multiple hosts with just one click- Grouping hosts- Cluster mode. Work on several hosts at the same time- Customizable shortcuts- Send custom commands to hosts- It's free, and the source is included in the download
![]() |
| sumber : http://kuthulu.com/gcm/?module=screenshots&lang= |
13 Feb 2012
11 Feb 2012
Kalau kita mengakses Internet melalui proxy maka segala aktivitas di terminal, semisal melakukan apt-get update atau apt-get install atau bahkan browsing menggunakan w3m, lynx, atau elinks, juga harus melewati proxy. Lalu bagaimanakah cara setting proxy untuk aplikasi-aplikasi yg berjalan di terminal ini? Caranya gampang, jalankan saja perintah berikut dari terminal.
export http_proxy=http://proxy.kampusku.com:3128
Kalau proxy yang digunakan mengharuskan autentikasi user dan password, perintahnya menjadi:
export http_proxy=http://user:password@proxy.kampusku.com:3128
Demikianlah posting singkat ini, tujuannya tidak lebih sekedar update blog yang sudah hampir sebulan tidak ada tulisan baru.
10 Feb 2012
Referensi :
- http://www.adzymaniac.web.id/blankon-dan-lingkungan-desktop/
- http://aftian.wordpress.com/2012/02/09/cinnamn-mantap-ambil-psikologi-pengguna-windows/
09 Feb 2012
04 Feb 2012
Seandainya kita telah membuat sebuah tabel tanpa unik key untuk kepentingan data warehousing, maka untuk mengolahnhya kembali tentulah harus kita lakukan pemilihan row data serta menyingkirkan dari duplikasi data, saya dapatkan tutorialnya disini dan disini maka cara terbaik adalah menggunakan fungsi concat(ada juga menggunakan distinct), setelah itu agar query lebih efisien maka dibuat juga tabel view, sehingga menghasilkan SQL sebagai berkut :
create view con_photo_tag_view as
select *
from con_photo_tag
where (subject is NOT NULL or object_id is NOT NULL)
group by concat(pid,subject)
Yup satu masalah redundansi data telah kita selesaikan, mari kita lanjutkan kepada langkah selanjutnya. Sebagai tambahan pengetahuan, perlu diketahui juga, tabel view akan seperti berkut :
select `con_photo_tag`.`pid` AS `pid`,`con_photo_tag`.`subject` AS `subject`,`con_photo_tag`.`object_id` AS `object_id`,`con_photo_tag`.`text` AS `text`,`con_photo_tag`.`xcoord` AS `xcoord`,`con_photo_tag`.`ycoord` AS `ycoord`,`con_photo_tag`.`created` AS `created` from `con_photo_tag` where ((`con_photo_tag`.`subject` is not null) or (`con_photo_tag`.`object_id` is not null)) group by concat(`con_photo_tag`.`pid`,`con_photo_tag`.`subject`)
03 Feb 2012
Hampir di setiap perusahaan memiliki email perusahaan sendiri, atau yang sering disebut email korporat. Dan tidak sedikit pula perusahaan yang email korporatnya menggunakan produk dari Microsoft, yaitu menggunakan Microsoft Exchange, termasuk kantor saya sekarang damn but it’s true. Dalam menggunakan email tak jarang dari kita yang suka menggunakan program email client daripada mengakses melalui browser, dikarenakan kemudahan penggunaannya dan fitur yang bisa digunakan lebih banyak.
Bagi pengguna exchange, yang sistem operasi komputernya windows, email client yang digunakan sudah hampir pasti outlook, yang sudah satu paket dengan produk office. Permasalahannya adalah bagi mereka yang kurang terlalu suka menggunakan sistem operasi windows seperti saya agak kesulitan mencari program exchange client yang cocok.
Walaupun hampir di semua komputer di kantor menggunakan windows, tapi saya tetap menggunakan linux. Windows memang ada saya gunakan tapi itu di dalam kotak baca virtualbox. Menggunakan outlook memang enak, cuman saya ndak sreg saja, karena saya lebih suka bekerja di linux. Setelah searching-searching, ternyata ada program exchange client untuk linux.
Salah satu exchange client di linux adalah Evolution. Mail client open source satu ini memiliki dukungan untuk exchange. Namun Evolution harus ditambah plugin exchange supaya bisa digunakan sebagai exchange client. Cuman yang menggunakan ubuntu evolution tidak disertakan secara default, karena versi terbaru default mail client ubuntu menggunakan thunderbird.
Nah, untuk menggunakan evolution di ubuntu, kita harus menginstall dua paket terlebih dahulu dari repository, yaitu paket evolution dan evolution-exchange. Evolution untuk program utamanya, evolution-exchange untuk plugin exchange-nya. Cara menginstallnya bisa melalui synaptic (bagi yang menginstall synaptic) atau melalui terminal dengan perintah berikut:
sudo apt-get install evolution evolution-exchange
Sesudah itu buka program evolution. Selanjutnya kita buat akun mail client kita melalui menu Edit -> Preferences. Pilih Mail Accounts, kemudian pilih Add. Isi Required Information sesuai dengan data yang kita punya, lalu pilih Continue. Selanjutnya atur konfigurasi seperti gambar di bawah ini.
Untuk username harus disertakan nama domain yang kita gunakan. Formatnya sama dengan gambar yaitu domain\username. Sedangkan OWA url adalah alamat outlook web access. Bisa menggunakan alamat web maupun alamat ip. Kemudian cek melalui authenticate, baru habis itu tekan Continue. Selanjutnya tinggal continue-continue saja, set sesuai keperluan kita.
Selanjutnya tinggal tunggu si evolution melakukan sinkronisasi dengan exchange server. Dan yap, setup exchange client selesai sudah. Dan sekarang kita bisa kirim2an email exchange di linux dengan mudah. Dan sedikit-sedikit kita bisa bermigrasi, walau baru client saja. Happy emailing.
02 Feb 2012
![]() |
| trinity homepage |
![]() |
| tampilan trinity rescue kit |
- Bakar ke dalam CD
- Dijadikan liveUSB
- Boot dari jaringan
01 Feb 2012
It’s not that hard. In fact, I’ve found that it wasn’t like the documentation stated. Let’s use KMix 4.8.0 as an example.
According to Bug 292595, KMix failed to compile with the new OSS4. I too affected by this. Luckily, the bug provide a patch as an attachment:
diff -ur kdemultimedia-4.8.0.orig/kmix/backends/mixer_oss4.cpp kdemultimedia-4.8.0/kmix/backends/mixer_oss4.cpp
--- kdemultimedia-4.8.0.orig/kmix/backends/mixer_oss4.cpp 2012-01-27 22:02:21.368720442 +0800
+++ kdemultimedia-4.8.0/kmix/backends/mixer_oss4.cpp 2012-01-27 22:10:27.844842363 +0800
@@ -430,7 +430,7 @@
{
Volume vol(ext.maxvalue, ext.minvalue,
false, isCapture);
- vol.addVolumeChannel(VolumeChannel(Volume::MLEFT));
+ vol.addVolumeChannel(VolumeChannel(Volume::LEFT));
MixDevice* md = new MixDevice (_mixer,
QString::number(i),
Those lines are verbatim copies from the attachment and I save it to “$PORTAGE_TREE/kde-base/kmix/files/kmix-4.8.0-oss4-fix.patch”. I have $PORTAGE_TREE in “/usr/local/portage”; that might vary on you.
Then, in the “$PORTAGE_TREE/kde-base/kmix/kmix-4.8.0.ebuild” I add these lines before “src_configure”:
PATCHES=(
"${FILESDIR}/kmix-oss4.patch"
)
And generate the new checksum for it so that Gentoo won’t complain:
# ebuild /usr/local/portage/kde-base/kmix/kmix-4.8.0.ebuild digest
Voila! We do the routine as usual. No need to make “src_unpack()” function.
Fastboot salah satu alat untuk flashing rom android dari mode fastboot. mode fastboot ini mempunyai banyak fungsi seperti memasukkan kernel android dan recovery mode. Mode fastboot ini pada beberapa type android memang ada seperti HTC, Nexian A890, ZTE Blade, dan masih banyak lagi fastboot mode terbuka pada perangkat android. Untuk masuk ke fastboot mode biasanya menggunakan kombinasi tombol. Pada kebanyakan perangkat HTC adalah menekan Vol Down + Power, Untuk Nexian Journey End Call + Vol Down + Power untuk perangkatlainnya silahkan cari sendiri pada mesin pencari :D. Fastboot pada Mac OSX ternyata installasinya lebih mudah dari pada Fastboot di Linux Ubuntu tanpa otak atik berkas Udev, perangkat Android pada Mac OSX sudah bisa berjalan lancar jaya. Untuk lankah-langkah installasi Fastboot Android pada Mac OSX sebagai berikut : Unduh berkas Fastboot pada tautan ini
Buka Terminal, buat drirektori android-sdk_mac
mkdir Library/android-sdk_mac-osx/platform-toolskemudian salin berkas fastboot ke dalam direktory Library
cp fastboot Library/android-sdk_mac-osx/platform-tools/Setelah menyalin berkas fastboot kemudian berikan hak akses berkas fastboot pada direktori Library/android-sdk_mac-osx/platform-tools/
sudo chmod 755 Library/android-sdk_mac-osx/platform-tools/fastbootKemudian dilanjutkan membuat berkas profile bash konsole pada direktori user anda dengan mengetikkan perintah berikut :
touch .profileSunting berkas .pofile, dengan perintah berikut :
open .profileKemudian tambahakan baris path berikut :
PATH=${PATH}:/Users/namauser/Library/android-sdk_mac-osx/platform-tools/Untuk perintah dasar Fastboot Mode pada Android
update reflash device from update.zip
flashall flash boot + recovery + system
flash [ ] write a file to a flash partion
erase erase a flash partition
getvar display a bootloader variable
boot [ ] download and boot kernel
flash:raw boot [ ] create bootimage and flash it
devices list all connected devices
continue continue with autoboot
reboot reboot device normally
reboot-bootloader reboot device into bootloader
options:
-w erase userdata and cache
-s specify device serial number
-p specify product name
-c override kernel commandline
-i specify a custom USB vendor id
-b specify a custom kernel base address
-n specify the nand page size. default:2048
Saya diberitahu bahwa FOSS masuk ke dalam mata ajar sekolah. Katanya, sih, Pak Onno dan kawan-kawan memperjuangkannya. Baguslah, FOSS memang penting untuk kemajuan bangsa. Lumayanlah, mungkin bangsa ini bisa mengejar ketertinggalan dari Brazil.
Saya sempat berbincang-bincang dengan seorang pimpinan LSM. Orang-orang suka mempertanyakan keputusan LSM yang dia pimpin untuk selalu mengedepankan FOSS; bahkan berseloroh untuk tambahkan logo pinguin di LSM tersebut. Lalu dia bilang, “Semangat FOSS adalah semangat berbagi. Kebanyakan orang FOSS-lah yang turun ke daerah dan berbagi. Lagipula, kami percaya, Indonesia butuh software legal dan saat ini FOSS-lah jawaban untuk sebagian besar kita.”
Lalu kemarin saya pergi ke Gramedia Margonda untuk mencari buku panduan tentang Drupal. Saya tidak menemukannya, tetapi betapa terkejut saya melihat buku komputer yang ditawarkan. Mayoritas buku tentang cara pakai perangkat lunak tertutup yang saya yakin mayoritas kita hanya dapat didapatkan secara membajak. Hanya ada satu buku mengenai GNU/Linux Debian.
Saya tidak menemukan buku tentang Drupal. Yang ada hanya buku Joomla, Prestashop, dan buku-buku mencari uang di Internet. Ada juga buku membuka akun di WordPress, Blogger, dan Tumblr. Ya, sudah, saya pasrah dan pulang dengan tangan kosong.
Saya tidak tahu, apakah ini pertanda dari Tuhan mengenai hal-hal yang berhubungan ini, percaya atau tidak, terjadi dalam waktu secara kronologis pada hidup saya. Tetapi, tampaknya ini mengingatkan saya betapa kurangnya buku dan panduan mengenai aplikasi FOSS berbahasa Indonesia.
Dahulu, pernah ada isu di dunia FOSS tentang perlunya ada pengguna menengah. Waktu itu, ada jarak antara pengguna baru dan pengguna lanjut (suhu, guru, dsb.). Bagaimana mungkin suhu-suhu yang telah memasang Debian beberapa tahun lalu ingat cara memasang pada mesin baru? Mereka yang terbiasa dengan sed dan awk takkan bisa mengajarkan kepada pengguna baru. Apalagi, Debian menyediakan dokumentasi teknis lengkap di /usr/share/doc.
Dan di Indonesia sepertinya diperlukan pengguna-pengguna yang menggunakan aplikasi FOSS untuk keperluan sehari-hari. Saya belum menemukan buku-buku panduan aplikasi Blender3D, GIMP, mau pun Inkscape dalam Bahasa Indonesia. Saya tidak tahu tentang panduan OpenOffice/LibreOffice. Saya juga tidak tahu apakah ada yang pernah membahas Redmine dalam Bahasa Indonesia.
Saya sadari, saya hanya mengerti Smart Card, Pemrograman Java, dan Kompilasi Aplikasi. Saya mengerti bagaimana membuat sebuah sistem yang terkustomisasi. Saya mengerti optimasi sistemberkas. Tetapi, saya tidak mengerti bagaimana menggunakan aplikasi-aplikasi biasa. Dan ini menyulitkan saya ketika saya hendak membantu orang-orang.
Mungkin, di tahun 2012 ini saya harus menyempatkan waktu menggunakan aplikasi-aplikasi seperti LibreOffice, GIMP, KDENLive, dan sebagainya. Mungkin menuliskan beberapa tips. Menaruhnya di sebuah WIKI atau mungkin buku daring.
Sedikit pertanyaan, adakah dokumentasi Bahasa Indonesia mengenai aplikasi-aplikasi tersebut? Sudikah kiranya Anda untuk membagikannya?
Oh, iya, saya sudah menyiapkan laman komparasi di sini.
29 Jan 2012
Sambil baca Majalah Full Circle edisi bulan depan, yang sudah hadir prematur pada akhir bulan ini..
silakan klik pada gambar sampul majalah untuk mendapatkannya.
Created using WordPress 2.0.4 for Android 2.3.7
28 Jan 2012
Tidak terasa blog ini sudah berumur 4 tahun, tidak ada tanggal special kapan blog ini lahir, namun tandanya adalah tagihan registrant sudah mulai memenuhi inbox yang selalu mengingatkan saya untuk memperpanjang domain blog ini. ;-)
Hampir atau mungkin lebih dari setengah tahun blog ini tidak diupdate. Kesibukan saya akhir-akhir ini sangat sulit ditolerir, bahkan update status atau post ke situs microblogging lain pun tidak sempat.
Perubahan yang jelas dalam hidup saya adalah kembali ke pulau Jawa. Setelah merantau lebih dari 5 tahun di pulau Kalimantan. Ini berkaitan dengan profesi baru saya sebagai Java Developer di salah satu perusahaan swasta yang bergerak dalam pembuatan sistem untuk perbankan.
Setelah dibekali pelatihan selama satu bulan, saya langsung ditempatkan di project. Disinilah kesibukan itu bermula karena bekerja di Jakarta, tidak seperti di Samarinda. Sulit sekali mengatur waktu pada hari kerja karena sebagian waktu kita pun habis di jalan raya. Saya lebih baik mengambil extra jam kerja sekalian daripada pulang tepat waktu dan kena macet di jalan.
Untuk saat ini, sebagai programmer jalanan (pemulung ilmu), istilah saya untuk programmer autodidak yang tidak pernah mendapat pelatihan programming atau ikut kursus, ini merupakan pencapaian yang baik. Karena dengan terjun langsung ke dunia kerja, kita langsung berhadapan dengan kondisi real yang pada akhirnya memaksa kita untuk mampu dan secara tidak langsung mengasah kemampuan kita sendiri.
Banyak orang yang kurang berani mengambil resiko seperti ini. Kalo istilah pengusaha "modal dengkul", bagi saya mungkin istilah "modal nekad" lebih tepat. Dengan modal ilmu pas-pasan dari proses belajar autodidak, saya nekad melamar ke perusahaan ini. Dan menurut saya perusahaan ini juga cukup nekad menerima programmer otodidak seperti saya :-)
Tapi nyatanya begini, kalau kita pernah mengerjakan project software sendiri, bekerja di sebuah perusahaan software cenderung lebih mudah. Contohnya, dalam mengerjakan project sendiri, kita dituntut menjadi Business Analyst, System Analyst, Programmer, Quality Assurance, Sales dan bahkan ketika production kita juga berperan menjadi System Engineer dan Host Integrator. Sedangkan di perusahaan software, setiap peran ini sudah ada bagiannya masing-masing.
Ketika saya masih bekerja dimana Samarinda, perusahaan tempat saya bekerja mencari programmer tambahan. Satu pertanyaan yang saya berikan pada pelamar adalah "Sudah pernah membuat program yang bisa anda jual dan masih dimaintain hingga sekarang?". Jawaban dari pertanyaan tersebut sudah cukup bagi saya untuk melakukan seleksi. Tentu saja harus juga dibuktikan dengan demo program dan source codenya.
Perbedaan lainnya yang saya rasakan antara di daerah dan di Jakarta adalah disini saya akhirnya bisa menemukan komunitas. Di kantor, pada akhirnya saya memiliki rekan seprofesi yang bisa saling menyempurnakan ilmu yang kita peroleh dengan jalan memulung tadi ;-) Karena kalau kita tidak memiliki biaya untuk belajar, maka bergabunglah dengan komunitasnya. Sehingga kita bisa memperoleh ilmu itu secara cuma-cuma.
25 Jan 2012
23 Jan 2012
Tolong diabaikan. Dari dulu pengen coba fitur posting via email di WordPress tapi baru kali ini kesampean buat setupnya. Kalau anda membaca tulisan ini, berarti testingnya berhasil
21 Jan 2012
Hampir terkaget ketika keluar error:
Error MySQL : #1033 incorrect information in file xxx.frm
di halama unta page kreatif.co.id
alhasil cek en ricek ketika masuk cpanel bagian phpmyadmin, ternyata tabelnya rusak. sedih memang rasanya data sudah banyak tapi ternyata tabelnya rusak. Selidik demi selidik tabel yang rusak hanyalah tabel yang menggunakan InnoDB, saya belum terlalu paham benar kenapa bisa ada tabel yang saya buat ada InnoDB, dan memang saya masih awam tentang InnoDB. tampilannya seperti berikut jika di phpmyadmin
Cari cari saya di paman google temukan artikel ini, tapi kendalanya adalah ketika kita sudah ada di shared hosting. Sudah tidak mungkin lagi untuk restart mysql nya, kecuali minta sama admin shared hostingya. tapi takdir telah menjadikan table tersebut benar sendiri dengan sendirinya pada esok lusanya, akhirnya saat ini saya migrasikan saja buat tabel baru daripada kacau lagi gara gara InnoDB.
20 Jan 2012
juga tindakan pengamanan kalo sewaktu-waktu berkas aslinya hilang baik disengaja maupun tidak disengaja.
17 Jan 2012
Saya sering sekali mengalami bahwa banyak proses di system yang musti di kill tapi agak susah karena jumlahnya banyak padahal nama prosesnya sama, nah mungkin ini sekedar catatan bagaimana kill multiple process yang namanya sama hanya dengan satu kali command.
# kill -9 `ps -ef | grep namaproses.sh | grep -v grep | awk ‘{print $2}’`
Yah maklumlah udah berumur, jadi musti dicatat biar bisa dicontek sewaktu-waktu
Filed under: Solaris














